
Setelah malam yang panjang Daniel yang bangun terlebih dahulu menatap lekat istri cantiknya.
“Aku harap anak-anak kita menuruni sikap rendah hatimu bukan sikap aroganku.” Daniel menatap lekat Naynia dengan satu tangan mengelus perut Naynia yang belum berbusana
“Aku mencintaimu dan anak-anak kita sayang.” Daniel mengecup sekilas kening dan bibir Naynia lalu beranjak membersihkan diri, setelahnya keluar dari kamar utama menuju dapur. Setelah pergulatan Daniel seperti biasa ingin membuat sarapan untuk istri dan calon anak-anaknya dengan tangannya sendiri.
Naynia yang merasa terganggu dengan silau matahari mengerjapkan mata membiasakan matanya melihat sekeliling. Meraba di sebelahnya tak ada Daniel. Sebelum memutuskan mencari Daniel Naynia membersihkan tubuh dahulu dengan selimut yang melilitnya.
Menyegarkan dan merelekskan tubuhnya yang sangat pegal dengan berendam di bathub. Ternyata memang ampuh tubuhnya segar kembali, keluar dengan bathrobe mandi dengan handuk melilit di rambutnya yang basah.
“Sayang.., sudah bangun.” Ucap Daniel yang baru masuk
“Iya mas, kamu memasak lagi?” Tanya Naynia
“Iya sayang,” Daniel mendekat ke arah Naynia, “Jangan melilitkan handuk di rambutmu, orang tua dahulu bilang handuk yang melilit bisa membuat anak yang kamu kandung terlilit tali pusar.” Daniel melepas lilitan handuk
“Masa iya mas?”
“Ya itu pantangan orang tua dahulu.”
“Tapi sepertinya itu mitos mas, tak ada di dalam pedoman kita “
“Benar atau tidaknya aku tak tahu, tapi setidaknya menghindari saja sayang sebelum terjadi.” Walau berbeda pendapat Daniel berbicara dengan lembut malah memeluk perut Naynia dari depan dengan Naynia posisi berdiri menghadapnya
“Baiklah, mas. Mas tak ke Perusahaan?”
“Tidak masih waktunya kita honeymoon sayang. Apa kedua malaikat kecil kita kesakitan di perutmu dengan aktifitas kita semalam?” Daniel bertanya kepada Naynia dengan mengusel-ngusel hidungnya ke perut menyembul Naynia
“Tidak mas mereka baik-baik saja.”
“Kapan kita pulang ke mansion mas?”
“Seminggu lagi.”
“Maksudmu selama seminggu kita akan di hotel ini? Lalu baby El bagaimana mas?”
“Aku tak mengatakan seminggu di sini sayang.”
“Lalu?”
“Kita akan honeymoon, dokter kemarin bilang tak apa kamu naik pesawat karena anak-anak kita di kandunganmu kuat.”
“Kasihan baby El mas kita tinggal selama seminggu, apa tak dibawa saja.”
“Tak apa sayang, kita honeymoon bukan liburan keluarga. Nanti jika El ikut waktumu lebih banyak bersamanya daripada denganku.”
"Mas kamu cemburu sama anakmu sendiri?" Tanya Naynia
Daniel malah mengendikkan bahu ia tak mau keinginannya ditolak. “Tidak ada penolakan sayang, tante Adelia mau menjaga El selama kita honeymoon dia juga mendukungku.”
“Ya Ampun mas bagaimana jika kedua anak kita lahir, pasti waktuku lebih banyak bersama mereka.”
“Kamu tahu itu, untuk itu sebelum mereka lahir mari kita nikmati masa seperti ini sayang. Kedua anak dalam kandunganmu juga akan merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Mereka kita bawa kemanapun kita pergi.”
__ADS_1
“Mas ini memang konyol jelas mereka ikut selalu, orang aku yang membawanya di perutku,” Namun hanya bisa Naynia ucapkan di hati
“Baiklah mas jika maumu begitu. Memang selama seminggu kita akan kemana mas?”
“Rahasia sayang.”
“Sudah mulai rahasia-rahasiaan ya kamu mas.”
“Suprise sayang, kalau diawal dikasih tahu namanya bukan surprise sayang. Mas tak sabar kandunganmu bertumbuh semakin besar, kamu yang seksi pasti semakin seksi.” Daniel semakin mengusel-ngusel wajahnya ke perut Naynia
“Geli mas..,hentikkan..,aku lapar.”
“Baiklah,” Daniel memberi kecupan terakhir sebelum mengajak Naynia sarapan
“Makan ini sayang,” Daniel menyuapi Naynia satu sendok salad sayuran dengan olive oil dan mayonaise
“Mas sudah aku tak suka sayuran.” Naynia memang tak suka sayuran sejak kecil untuk itu ia terpaksa menelan satu sendok suapan salad yang diberikan Daniel
“Suka tak suka mulai detik ini kamu harus memakannya sayang. Bukan hanya baik untuk kesehatanmu tapi untuk kedua malaikat kecil kita yang butuh asupan nutrisinya melalui mu sayang.”
“Tapi rasanya mas..,”Belum sempat Naynia menyelesaikan ucapannya Daniel sudah menyuapkan satu sendok salad sayur kembali ke mulut Naynia
“Kamu tak inginkan anak kita kekurangan gizi?”
Naynia menggeleng.
“Untuk itu kamu harus memaksakan diri memakan makanan bergizi yang tidak kamu sukai sayang.”
Setelah salad sayur, Daniel menuangkan nasi dan lauk empat sehat lima sempurna.
“Mulai saat ini tak ada sambal-sambal lagi untuk menemani makanmu sayang. Ingat kamu sedang mengandung. Cukup makan makanan yang bergizi untuk kedua anak kita. Satu lagi kamu harus mengurangi kudapan tak sehat. Untuk asupan gizi harianmu akan ada ahli gizi yang mengatur makanan yang masuk ke tubuhmu sayang. Selama kamu hamil biarkan maid yang memasak di bawah pengawasan ahli gizi.”
“Untukku tak masalah jika kamu mengatur asupan giziku tetapi aku mohon mas izinkan aku hanya membuat makanan untukmu dan baby El mas. Aku akan kebosanan jika tak melakukan apapun.”
“Baiklah jika kamu kelelelahan jangan memaksakan diri.”
“Terimakasih masku sayang.” Kali ini Naynia yang memeluk erat tubuh Daniel
"Sekarang kamu makan vitaminnya." Daniel menyiapkan dua tablet vitamin untuk Naynia minum
"Mas aku tak bisa meminum obat berbentuk tablet." Naynia menundukkan wajah karena malu.
"Mas baru tahu sayang kamu tak bisa meminum obat berbentuk tablet." Daniel baru tahu mengenai Naynia yang tak bisa meminum obat berbentuk tablet.
Setelah menikah memang akan banyak hal baru yang akan diketahui pasangan.
"Iya mas, lalu bagaimana aku meminumnya? Apa dihancurkan saja?" Lirih Naynia
"Tidak usah sayang." Daniel memasukkan satu vitamin ke mulutnya dengan air minum menempelkan bibirnya ke bibir Naynia, memasukkan tablet dengan air dimulutnya ke mulut Naynia
Jelas hal itu membuat Naynia terkejut hingga membelalakan mata. Daniel meminumkan obat dengan mulutnya ke mulut Naynia
"Mas..,"
__ADS_1
"Bisa tertelankan?"
"Iya mas."
"Ok satu lagi sayang." Daniel melakukan hal serupa kedua kalinya
Glek
Naynia menelan vitamin kedua dari mulut Naynia, setelah obat tertelan Daniel bukan melepas bibirnya dari bibir Naynia. Ia malah melanjutkan dengan lu ma tan, me nye sap, mem belit nya tanpa memberi Naynia ruang bernapas.
"Aku memberimu makanan agar energimu full kembali sayang. Aku menginginkanmu di pagi yang dingin ini." Ucap Daniel dengan serak menahan hasrat lelakinya di pagi hari sejak tadi sang perkasa di bawah sana sudah mengeras
Naynia tersenyum membelai lembut rahang tegas Daniel. Dan mengangguk sebagai tanda persetujuan. Kali ini Daniel ingin melakukannya di tempat berbeda. Membopong tubuh Naynia ke kolam renang mini yang berada di dalam kamar mandi. Daniel dengan kaos polos dan boxernya Naynia dengan bathrobe yang belum terlepas.
Daniel masuk ke kolam renang dengan membopong tubuh Naynia, menurunkan tubuh Naynia dan membiarkan dirinya dan Naynia berada di tengah kolam mini. Daniel menautkan bi birnya dengan bi bir Naynia. Me lu mat, me nye sap dengan tangan tak tinggal diam membuka bahrobe Naynia, membiarkan tubuh polosnya terendam air kolam renang bersamanya. Tangannya memberikan sentuhan sensual di punggung, bo ko ng sintal Naynia me re mas nya.
Naynia hanya bisa me le nguh men de sah tertahan di sela pangutannya dengan Daniel. Daniel melepas pangutan membalikkan tubuh Naynia, melepas pakaiannya hingga polos seperti Naynia. Memeluk Naynia dari belakang, mencium punggung dan pundaknya.
Satu tangan di depan sana mulai me re mas bola sinta Naynia satu lagi memegang bawah perut Naynia yang sensitif memberi sentuhan sensual untuk pemanasan. Naynia memejamkan mata dengan dagu mengenadah tak tahan dengan sensasi yang Daniel berikan.
"Mas aah..mas..., aku...ingin..,"
"Keluarkan sayang..,"
"Mas tolong..,"
"Tolong apa sayang katakan." Daniel sama seperti Naynia berucap dengan suara serak menahan diri sebelum pemanasan dirasa cukup
"Masukkan.., milikmu mas aah..," Tangan Daniel tak berhenti di bawah perut Naynia namun memasukkan satu jari ke miliknya memaju mundurkan membiarkan Naynia menggila dengan sensasinya
Dengan perlahan Daniel membalikkan tubuh Naynia kembali menggendongnya bagai koala, memasukkan perkasanya perlahan, dan itu sungguh membuat kaki Naynia lemas ia hanya bisa mengeratkan kedua kakinya di pinggangnya Daniel dan melingkarkan kedua tangan di leher Daniel.
"Mas aku takut..jatuh aaah.., cepat mas.., aku mohon..,"
"Tak akan sayang, nikmatilah..,"
"Aah..,"
Di dalam kolam renang mini di toilet kamar hotel suite tersebut suara e ra ngan dan de sa han saling bersautan. Daniel maupun Naynia mencapai puncak bersama hingga tiga kali.
Daniel yang memiliki energi dan tenaga luar biasa tak cukup hanya dengan tiga ronde dalam satu jam. Namun ia tak ingin egois dengan kondisi tubuh Naynia yang sedang mengandung dua benih unggulnya.
Ditambah suara gemertak gigi Naynia yang mulai kedinginan. Daniel masih menggendong tubuh Naynia bagai koala membawanya ke kamar mandi membersihkan diri bersama dan memakaikan bathrobe mandi, memakaikan dress tidur, mengeringkan rambut dan merebahkan tubuh Naynia yang sudah lemas membutuhkan istirahat.
"Terimakasih sayang, istirahatlah. Saat kamu terbangun lita sudah berada di suatu tempat." Ucap Daniel setelah mencium kening dan bibir Naynia
Naynia yang sudah lemas karena kelelahan dengan mata sayu akan memejamkan mata hanya mendengarnya tak mampu merespon.
Daniel pun membaringkan diri di sebelah Naynia membawa tubuh Naynia dalam dekapannya.
"Aku tak tahu perasaan apa ini? Tapi aku sungguh takut kehilanganmu dan anak-anak yang sedang kamu kandung. Tuhan lindungi pernikahanku bersama wanita yang engkau takdirkan pertemukan denganku. Lindungi dia dan kedua anakku dimanapun, kapanpun dan dalam keadaan apapun di saat aku jauh darinya. Jangan biarkan kami terpisah. Aku tak ingin berprasangka buruk pada siapapun, untuk itu aku mohon lindungi istri dan calon anak-anakku Tuhan." Batin Daniel yang mendekap erat tubuh Naynia
Zheyenk zheyenx nya miss tolong dukungan untuk novel miss yang ini dong
__ADS_1
Kencengin LIKE, VOTE, BUNGA atau bolehlah kali kali kasih miss KOPI
Wkwkwkw malak online 🤭✌️