CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
80. Ballroom Pernikahan


__ADS_3

Malam telah tiba, seperti biasa Daniel tak ingin dipisahkan dengan calon istrinya walau hanya beberapa jam


“Mas..”


“Hemm.” Wajah Daniel yang ada diceruk leher Naynia dengan tangan yang mendekap Naynia hanya merespon dengan deheman


“Mas nggak grogi menyambut hari esok.”


“Nggak.” Jawab Daniel singkat


“Tapi aku grogi mas.”


“Aku yang akan melakukan ijab sayang, kenapa kamu yang harus grogi.”

__ADS_1


“Aku grogi karena banyak tamu undangan yang mas undang. Aku takut orang-orang menghujat mas karena menikah dengan wanita yang tak satu derajat denganmu mas.”


“Jangan berpikir yang macam-macam. Aku sudah bilang derajat kita sama di mata Tuhan. Kita manusia. Harta, tahta hanya sebuah kedudukan duniawi yang tak ada artinya di mata Tuhan jika kita tak memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Semuanya hanya titipan sayang."


"Terimakasih mas mau menerimaku yang tak memiliki apapun."


"Kamu sudah lebih berharga dari apapun sayang. Jangan selalu merendahkan dirimu, kamu seorang istri Daniel. Angkat kepalamu saat berada di luaran sana, jangan biarkan siapapun mengintimidasimu. Hormatmu hanya untukku suamimu yang berhak dan wajib kamu hormati."


"Tapi aku tak secantik nona Fely atau nona Evelyn."


"Kamu semakin pandai menggombal mas."


"Itu sebuah kenyataan sayang. Sudah hentikkan semua kegelisahanmu kita Istirahat ya." Daniel mencium kening Naynia dan beralih ke perut Naynia. "Besok jangan membuat mommy kalian kesusahan ok.” Daniel mengelus dan mengecup perut Naynia memberi pengertian kepada anak-anaknya

__ADS_1


Daniel pun kembali mendekap Naynia hingga hembusan halus menerpa ceruk leher Naynia. Ceruk leher Naynia menjadi salah satu favorite Daniel sebelum tidur, karena dengan mencium aroma vanilla lavender Naynia, Daniel bisa tenang dan tertidur lelap.


**


Ballroom yang sudah disulap dengan tumbuhan hidup yang menjuntai dari atas menyambut para tamu yang baru memasuki lorong menuju ballroom utama dengan rangkaian bunga mawar putih, merah dan bunga tulip yang didekor cantik dan indah memenuhi setiap sudut ballroom. Tema alam ballroom di usung Daniel karena kecintaan sang calon istri terhadap alam.


Tempat duduk exlusive untuk para tamu undangan. Daniel lebih baik merogoh koceh lumayan agar para tamu undangan bisa makan dengan duduk di meja masing-masing dari pada harus standing party yang jelas dilarang dalam pedoman keyakinan Daniel.


Ratusan kursi yang di susun dengan meja bundar per nomor kartu undangan digital yang telah di susun pelenggara WO, telah siap. Di setiap meja pun di dekor cantik dengan adanya rangkaian bunga mawar dan tulip putih melambangkan cinta suci keduanya.


Daniel telah mengikrarkan dalam hatinya, bahwa pernikahan kali ini dengan Naynia adalah pernikahan terakhirnya yang harus dijaga, dirawat dan dipertahankannya. Tak akan ada perpisahan kembali. Walau yang kedua namun Naynia akan menjadi pelabuhan terakhir di hidupnya.


Daniel memang tak mengutarakan kepada Naynia, namun bukti cintanya untuk Naynia sudah jelas. Daniel tak malu mengundang para kolega bisnis bahkan media sekaligus untuk meliput hari bahagianya. Ia ingin dunia tahu bahwa Naynia adalah istrinya.

__ADS_1


Terlebih lagi Naynia dari kalangan biasa membuat Daniel semakin gencar memberi tahu dunia bahwa tak boleh ada siapapun yang berani melukai wanita seorang Daniel Bernandez.


Jangan skip likenya ya apalagi VOTE, BUNGA dan Komennya 🤗


__ADS_2