
Deg, ngilu hati Daniel. Berapa kali dirinya menyakiti Naynianya. Daniel sadar betapa lapang hati sang wanitanya menerima perlakuan dirinya selama ini. Daniel merasa sangat bersalah di hadapan ayah Naynia. Walau Daniel sering melukai Naynia dengan keyakinan Daniel tak akan pernah mengulanginya lagi. “Saya bersedia merangkul dan menasehati Naynia saat melakukan kesalahan dan tak akan pernah menyakitinya yah.” Ucap Daniel
**
“Syukurlah jika kamu berjanji. Ayah juga harap jika Naynia melakukan kesalahan atau membuatmu kecewa. Semarah apapun kamu pada Naynia, jangan pernah sekalipun menggunakan kekerasan.”
“Baik yah aku akan berusaha menjadi imam yang baik dan bijaksana untuk Naynia.”
“Dan satu lagi nak. Apa ibumu merestui hubungan kalian? Karena hanya anda ayahmu saja selaku wali yang datang ke sini.”
“Beliau berhalangan hadir yah. Mamah merestui hubungan kami.” Daniel telah membicarakan ini dengan Edrigan. Dan Edrigan memberi saran Daniel untuk mengatakan restu telah dikantongi, soal istrinya menjadi urusannya. Yang terpenting untuk Edrigan kebahagiaan putranya yang sudah banyak berkorban.
Sedangkan Naynia hanya terdiam dengan penuturan Daniel. Naynia tahu Daniel berbohong karena selama ini sang calon mertua merendahkannya bahkan menghinanya. Tapi jika Daniel sudah memberi pernyataan itu Naynia akan percayakan segalanya kepada Daniel.
“Baiklah cukup pertanyaan ayah untukmu. Sekarang semua keputusan ada di tangan anak ayah. Karena bagaimanapun kalian yang menjalaninya. Nay bagaimana kamu menerima pinangan Daniel untuk menjadi istrinya?”
Naynia mendongakkan wajah, “Iya yah aku terima pinangan mas Daniel.” Naynia menjawab dengan mantap. Tercetak jelas senyum sumringah di bibir Daniel dan sang papah.
Daniel pun menyematkan cincin ke tangan Naynia dan begitupun sebaliknya. Lamaran yang begitu mendadak dengan dikelilingi keluarga inti saja membuat semuanya terlihat sederhana namun dengan hantaran terbilang mewah. Karena tak tanggung-tanggung Daniel memberikan banyak hantaran barang-barang branded dan sebuah kalung berlian untuk Naynia yang akan diberikan terpisah saat berdua.
__ADS_1
Setelah acara selesai keluarga Naynia menyediakan makanan sederhana namun masih terbilang wah untuk seukuran keluarga mereka. Kemampuan sang ibu dan Naynia memasak tak diragukan lagi hanya membutuhkan waktu sekilas makan siang telah tersedia. Merekapun menyantap hidangan makan siang keluarga Naynia dengan suka cita.
Setelah selesai, Daniel membawa Naynia ke mansionnya. Berpamitan dan berterimakasih kepada keluarga Naynia. Sampai di kediaman Daniel. Daniel membawa Naynia ke rooftop, Naynia tak tahu jika di mansion Daniel ada rooftop. Waktu sudah sore hari dan senja seakan mendukung mereka berdua. Di rooftop telah didekorasi sangat indah dan romantis. Daniel membawa Naynia di tengah-tengah bunga yang berbentuk love. Berlutut memberikan sebuah kotak merah sedang. Naynia sangat tertegun dengan yang dilakukan Daniel. Semua yang dia dapatkan baru pertama kalinya.
“Mas jangan berlutut,”
“Sayang mas ingin memberikan ini untukmu sebagai hadiah lamaran kamu menerima pinangan mas. Terimalah.”
Naynia tersipu malu dan tersenyum saat kotak dibuka Daniel Naynia membelalakan mata. Walau Naynia tak pernah memneli perhiasan mewah namun ia pernah mempelajari kandungan emas dan berlian dalam perhiasan saat seorang teman merupakan anak seorang toko perhiasan.
“Mas ini sangat berlebihan, ini pasti sangat mahal.” Daniel bangun dari berlutut memakaikan kalung berlian di leher jenjang nan putih langsat Naynia
“Tak ada yang lebih mahal dari ini sayang. Kamu jauh tak terhingga dan tak ada bandingannya secara matematis. Ini hanya sebuah benda penghormatan untuk wanita yang mas cintai dan hormati.”
Sekeras-kerasnya batu akan hancur juga saat air ombak terus menerpanya. Sama halnya dengan hati Daniel yang cukup dingin dan membeku setelah sekian lama kehilangan sang istri karena pengkhianatan. Naynia nya lah yang membuat kerasnya batu itu hancur dan luluh lantah bisa bersikap manis dan romantis. Daniel memang bukan hanya sosok yang bertanggung jawab dia juga memang lelaki yang romantis dan setia saat hatinya dilabuhkan kepada wanita terpilih di hidupnya. Sama halnya kepada sang mantan wanita pertama yang mengajarinya cinta pertama dan memiliki buah cinta pertama mereka. Sang mantan istri. Cukup lama Daniel menutup hati karena masih mencintai sang mantan istri walau dikhianati. Kehadiran Evelyn pun tanpa Daniel sadari hanya sebuah pelampiasan.
“Terimakasih mas untuk semua yang kamu lakukan dan membuktikkan keseriusan untuk hubungan kita.”
**
__ADS_1
Hari demi hari Naynia dan Daniel lalui dengan suka cita. Naynia seperti biasa menyiapkan segala kebutuhan Daniel sebelum pergi. Namun situasinya saat ini berbeda. Jika sebelumnya Daniel berlalu kejam saat ini Daniel selalu romantis dan sering membuat Naynia tersipu malu.
“Sayang, pakaikan. Biarkan kamu selesaikan itu setelah mengurusiku.” Naynia terlalu sibuk membenahi dasi yang sempat diobrak abrik Daniel karena hari ini Daniel ingin memakai dasi pamungkasnya namun tak ditemukan saat Naynia sedang ke kamar mandi. Daniel memeluk Naynia dari belakang menyandarkan kepala di bahu Naynia
“Iya sebentar mas. Aku bilangkan tunggu ke kamar mandi sebentar. Jadinya kan nggak akan seberantakan ini.” Naynia membalikkan tubuh melepas lingkaran tangan Daniel
“Iya maaf...,maaf sayang. Cup.” Kebiasaan Daniel mencium sekilas bibir Naynia, bibir yang membuat Daniel candu. Daniel tak mencium dalam Naynia bukan tak mau tapi Naynia yang minta, Naynia tak ingin Daniel hampir hilang kendali saat seperti dirinya mengajak ke rooftop saat lamaran. Dan hampir berakhir di ranjang kamar teratas. Untuk itu Daniel menghormati Naynia hanya dengan mengecup sekilas.
Naynia pun berniat memasangkan dasi. “Menunduk sedikit mas, kamu nih ya ngeledek tahu aku tak setinggi kamu.” Naynia mencebikkan bibir. Daniel yang gemas mengangkat tubuh Naynia mensejajarkan Naynia dengan wajahnya
“Suruh siapa pas antrian tinggi kamu jalan lambat, sayang.” Ucap Daniel dengan terkekeh menatap wajah Naynia yang mulai memasangkan dasinya. Dan beberapa kali mencuri kecupan.
“Mas hentikkan, nggak akan selesai kalau gini terus.”
“Habis bibirmu manis dan se*ksi sayang.” Nayla memutar bola matanya, Daniel malah tertawa kecil dengan ekpresi Naynia.
Daniel yang kaku, dingin dan datar semenjak lamaran sering tertawa bahagia bersama Naynia. Mansion yang dingin dan sepi terasa hangat dengan adanya kedua insan yang saling membutuhkan dan mencintai. Daniel belum menentukkan tanggal pasti pernikahan mereka karena tertunda berbagai kendala termasuk restu sang mamah Mariana yang sedang dibujuk sang papah Edrogan.
Naynia kadang masih tak menyangka Daniel bisa hangat, perhatian dan romantis. Daniel yang Naynia kenal dari awal jauh berbeda dengan Daniel saat ini. Tapi Naynia bersyukur karena Daniel bisa bersikap layaknya manusia. Daniel juga sudah tak terlalu kejam walau masih tegas dan tak terbantahkan. Namun berulang kali Dirga selalu memuji Naynia atas perubahan yang terjadi pada Daniel, sisi kemanusiaannya telah kembali. Dirga juga mengatakan hal yang cukup membuat Naynia tertegun. Sosok Daniel memang sesosok lelaki hangat, romantis, setia dan akan sangat menyayangi orang yang ia cintai. Daniel berubah saat perceraian dengan sang mantan istri. Naynia masih merasa ini sebuah mimpi dan berharap ia tak bangun dari tidurnya.
__ADS_1
Udah makin seru nggak misstizen????
KENCENGIN LIKE,VOTE dan Komennya dong misstizen biar miss crazy up 🤭