
Misstiznku sayang miss ingatkan kembali ya kalau miss crazy up kencengin likenya di setiap episode jangan di skip zheyenx 🙏🏻🤗
KENCENGIN VOTE, HADIAH dan kalau bisa share ke siapapun untuk baca novel miss yang ini đź¤
Jika menuju pernikahan sang calon pengantin di pingit. Berbeda dengan pasangan Daniel Naynia. Si lelaki kejam dan dingin yang berubah menjadi dewa bucin yang hangat tak ingin berjauhan sama sekali dengan calon istrinya. Bahkan Daniel cemburu jika Naynia berlama-lama bersama baby El. Dengan anaknya saja cemburu apalagi lelaki lain.
“Terimakasih mas,” Naynia berterima kasih kepada kurir laki-laki yang terlihat lebih muda dari Daniel di ambang pintu. Daniel yang berada di kursi sofa ruang tamu melihat itu dengan sigap mendekat
“Tak perlu tersenyum kepada istriku.” Peringatan Daniel kepada kurir yang menunduk hormat dengan tersenyum membalas ucapan terimakasih Naynia. Si kurir yang merasa terintimidasi oleh tatapan tajam Daniel undur diri dengan menundukkan kepala karena takut oleh tatapan tajam sang tuan
“Mas dia hanya membalas ucapan terimakasihku.”
“Kamu juga jangan teesenyum kepada lelaki lain.” Tegur Daniel dengan ekpresi dingin dan datarnya. Walau Naynia calon istri dan ibu dari anak-anaknya. Daniel tetaplah Daniel yang jika marah, kecewa atau tak sesuai inginnya akan tetap menjadi Daniel yang datar dan dingin.
__ADS_1
Tapi itu hanya dalam beberapa mode mood tersebut saja. Sisanya ia akan menjadi orang yang hangat dan bucinnya Naynia. Naynia juga sudah mulai terbiasa dengan karakter Daniel yang tak bisa diubah. Naynia lebih memakluminya.
“Iya lain kali aku tak akan tersenyum pada lelaki lain selain dirimu, adikku, ayah, papah dan baby El.” Daripada ribut tak penting dan membiarkan pesanan makanan yang diidamkan dingin Naynia lebih memilih mengalah.
Naynia memesan soup Iga yang tiba-tiba muncul diiklan dan membuat dirinya ngiler. Bisa saja maid membuatkan, namun Naynia hanya ingin memakan soup Iga yang ada di iklan. Daniel pun tak melarangnya, karena soup itu dijual di resto terkenal. Daniel tak was was untuk kebersihan makanan yang akan dikonsumsi calon istrinya.
“Sayang pelan-pelan tak akan ada yang memintanya.” Tegur Daniel kepada Naynia yang makan dengan lahapnya
“Ini nikmat sekali mas, kamu mau?”
“Ya ampun mas terus bagaimana jika gaunku kesempitan, aku selalu merasa lapar seperti ini. Pasti gaunnya nggak muat karena aku tak menjaga makanku.” Naynia menghentikkan makannya
“Loh kenapa berhenti. Teruskan lihatlah soupnya masih banyak.”
__ADS_1
“Enggak mas aku sudah tak mau, aku takut gaunku tak muat besok.”
“Salah memang ngomong di depan ibu hamil.” Batin Daniel. “Nggak sayang satu kali kamu makan seperti ini tak akan membuat gaunmu kesempitan.”
“Ya sudah daripada mubadzir bantu aku memakannya mas.”
“Ya Tuhan, ujung-ujungnya aku lagi yang harus memakan, bagaimana timbanganku tak bertambah. Bukan hanya Naynia yang hamil lama-lama perutku juga membuncit menghabiskan makanannya.”Jerit batin Daniel. Naynia sering kali meminta Daniel menghabiskan makanan yang di idamkannya. Bukan tanpa alasan Naynia melakukannya. Ada perasaan mendesak yang ingin melihat Daniel memakan makannnya.
Bawaan bayi yang tanpa di sadari membalaskan dendam pada sang daddy. Jika tak dituruti Naynia akan menangis terisak. Siapapun yang melihatnya menangis seperti itu seperti menyayat hati orang yang melihatnya.
“Mas ko diam, nggak mau bantu habisin ya?” Mata Naynia berkaca-kaca
Daniel menghela nafas berat.
__ADS_1
“Baiklah sayang, mas akan membantu menghabiskannya.” Dengan terpaksa Daniel membantu Naynia menghabiskan makannya