CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
45. Tatapan Lapar


__ADS_3

Makan siang diisi dengan canda dua insan yang memenuhi ruang makan tersebut.


Daniel memakan makan siang satu piring bersama Naynia. Kali ini ia tak menjadi besar melainkan memanjakkan sang ratunya. Menyuapi Naynia dan dirinya.


Tentunya di sela-sela makan siang Daniel selalu mengambil kesempatan mencium Naynia di depan para maid. Para maid pun sudah mulai terbiasa dengan tingkah sang tuan yang bermesraan dengan Naynia.


Tapi Naynia masih merasa malu menerima perlakuan Daniel dihadapan para maid. Mereka memang tak pernah sekalipun terdengar membicarakannya. Namun banyak dari mereka yang memimpikan posisi Naynia saat ini.


"Sayang..,"


"Iya mas."


"Nanti ketika mas ke negeri sam, mas tak izinkan kamu oergi ke luar sendirian. Jangan oernah sekalipun berbelanja seperti ini sendiri walau hanya ditemani kepala maid atau supir."


Dari mulai masuk ke mall hingga supermarket Daniel risih dnegan tatapan petugas, spg bahkan pandangan pengunjung lain pria yang menatap dir Naynia dengan tatapan lapar.


Padahal Naynia hanya menggunakan mini dress dibawah lutut sedikit dengan lengan pendek. Hanya perubahan tubuh Naynia yang berisi di bagian dada dan bongkong yang semakin sintal membuat tubuh Naynia terlihat lebih seksi hal itu yang membuat tatapan lapar para lelaki.


"Kenapa mas? Aku senang ko hanya berbelanja kebutuhan pokok seperri di rumah?"


"Aku benci dengan tatapan lapar para mata keranjang menatap wanitaku seenaknya." Daniel berkata dnegan dingin dan datar merubah posisi tepat di belakang Naynia yang memegang trolli. Posisinya mengukung Naynia diantara trolli dan dirinya


"Mas kita tak bisa berbelanja seperti ini."

__ADS_1


"Bisa sayang. Jalanlah mas akan berjalan dibelakangmu menutupi lekuk tubuh belakangmu terutama bokongmu." Ucap Daniel berbisik. Trolli didorong oleh kedua pasnag tangan yang saling bertumpukkan.


Orang yang melihat mereka berdua mendorong troli bersamaan melihat heran dengan apa yang dilakukan keduanya.


Naynia menurut saja, ia cukup malu dengan apa yang diucapkan Naynia. "Sayang ke sana." Tunjuk Daniel ke tempat aksesories wanita


"Mau apa ke sana mas?"


"Kita ke sana dahulu saja." Naynia menurut saja


Mereka berhenti tepat di sebuah deretan scraft bermotif. Daniel mengambil satu scraft yang cocok untuk mini dress polos hijau botol Naynia.


"Berbaliklah." Daniel meminta Naynia membalikka. tubuhnya, mengalungkan scraft di leher Naynia, menyampirkan bagian mnjuntai ke bagian depan, menutupi sebatas dada Naynia.


"Iya ini lebih baik, aku tak ingin kedua milikku dilihat lelaki lain. Kamu tahu milikmu semakin berisi dan membesar, mereka menatapmu lapar. Jika aku bisa membuat semua mata menutup matanya ingin ke mencolok mata-mata liar menatap lapar milikmu."


"Baiklah mas, ini aku gunakan. Tak usah marah, maafkan aku yang mengundang pandangan lapar lelaki lain."


"Setelah ini kita pergi ke butik."


"Untuk apa mas?"


"Membeli pakaianlah sayang."

__ADS_1


"Iya mas." Naynia hanya mengiyakan ia pikir tujuan ke butik Daniek ingin membeli pakaiannya untuk pergi ke negeri Sam


Setelah selesai berbelanja bersama, Daniel meminta anak buahnya yang mengantri dan mengantarkan belanjaan mereka ke mansion. Daniel kali ini menyupir mobilnya sendiri. Melajukan mobil ke butik milik tante dari adik papahnya, Adelia.


"Hallo Niel akhirnya kamu datang kembali. Setelah memeluk Daniel Adelia beralih menatap Naynia yang ada di belakang Daniel.


"Iya tante aku membutuhkan oakaian cantik untuk daily di rumah atau hanya berpergian ke luar yang tak terlalu menampakkan lekuk tubuh Naynia."


"Ok, sorry tante lepas scraftnya dahulu ya. Oh no Niel apa yang kamu lakukan pada gadis manis ini hingga terlihat lebih berisi dan seksi." Ucap tante Adelia menatap tubuh Naynia yang semakin berisi dan seksi dengan terkekeh


Jelas Naynia malu sekali dengan pandangan sang tante yang memandang dirinya dari atas ke bawah. Pipi Naynia sudah bersemu merah.


"Jangan menggoda wanitaku tante, lihatlah pipinya sudah seperri kepiting rebus." Ucapan Daniel membuat Naynia memukul pelan lengan Daniel dan tawa antara Daniel dan Adelia. Naynia hanya menunduk menyembunyikan pipi merahnya


"Jangan keasyikan membentuk tubuhnya hingga terlihat semakin seksi, menikahlah segera. Beri El adik untuk menemaninya. Jika bisa buatlah adil El yang banyak jangan biarkan kesepian sepertimu."


"Do'akan kami tan, aku akan segera menghalalkannya setelah urusan di Perusahaan selesai." Ucap Daniel kepada Adelia yang di sampingnya menunggu Naynia mencoba pakaian di balik pintu ruang ganti


"Jangan terlalu lama, niatan baik selalu ada saja halangannya. Jangan sampai halangan menghampiri kalian."


"Apapun halangannya aku akan tetap menikahinya."


"Tante do'akan semoga semua berjalan lancar."

__ADS_1


"Aamiin..,terimakasih tante."


__ADS_2