
Tengah malam Celia keluar kamar untuk mengisi air minumnya yang habis, Dirga pun sama mereka sama sama masuk ke dapur.
Dirga memijit pelipisnya melihat pakaian tidur Celia yang membangunkan perkasanya.
Bagaimana tak bangun di tengah malam yang dingin hujan yang mengguyur ibu kota saat lelaki single biasa hidup sendiri tetiba ada anak gadis berlekuk tubuh berisi dibagian kesukaan para lelaki di dalam atap yang sama berpakaian menggoda, jiwa lelakinya tergugah.
“Apakah kamu tak memiliki pakaian lebih sopan? Kamu tinggal bersama lelaki yang bukan saudaramu?”
Tegur Dirga dengan datar meminum air dingin yang baru dituangkannya, walau hujan mengguyur ibu kota, udara terasa dingin namun tubuh Dirga terasa panas
“Tidak tuan, semua pakaianku seperti ini.” Celia menjawab cepat Dirga. "Kenapa aku harus mengganti pakaianku diakan suamiku, apa anda lupa tuan?" Tapi hanya dalam hati Celia
“Kenapa aku sampai lupa membelikan pakaian rumahan yang pantas untuknya?” Batin Dirga
“Tunggu, pakailah pakaianku.” Dirga yang mrnahan hasrat yang bergemuruh secepat kilat naik ke kamarnya membawa pakaian yang bisa digunakan Celia sementara
“Iya mas.” Celia mendudukan diri di kursi depan kitchen set
“Double pakaianmu dengan ini.” Dirga memberikan kemeja putih miliknya ke Celia
“Terimakasih mas,” Celia dengan polosnya langsung memakaikan kemeja putih ke tubuhnya menutupi pakaian sebelumnya, namun gerakan mengancing kemeja terlihat menggoda di mata Dirga.
Saat tubuh mungil putih Celia tertutup kemeja, malah membuat Celia terlihat semakin seksi.
“Shit..,” Umpat Dirga melihat penampilan bocah seksi di hadapannya,
“Dia istriku, aku berhak terhadapnya.” Jerit batin Dirga meyakinkan diri, satu tangan Dirga menarik pinggang Celia hingga tubuh Celia beradu dengan dada bidangnya.
“Mas..,”
“Aku suamimu, kamu istriku, aku berhak atasmu.” Ucap dirga dengan serak menyatukan dahinya dengan Celia menyamai tinggi Celia
“Iya mas, kamu berhak atasku.”
Tanpa aba-aba Dirga mengangkat tubuh Celia dengan kedua tangannya mendudukan di atas kitchen melahap bibir ranum yang menggoda pandangannya me lu mat me ng hi sap me nye cap bibir ramum Celia.
Celia sendiri yang baru pertama kali merasakan membelalakan mata.
__ADS_1
Apa yang dilihatnya di drama korea, atau cerita di novel yang hanya bisa dibayangkan.
Ternyata rasanya tak bisa ia jabarkan. Gelanyar aneh ia rasakan, detak jantungnya semakin tak beraturan, tangan Dirga yang menekan tengkuknya membuatnya merasakan sensasi berbeda.
Apalagi ibu jari Dirga di kiri kanan mengelus halus telinganya. Rasa geli dan gelanyar aneh ia rasakan.
Untuk pertama kali Celia mengeluarkan suara aneh yang memalukan menurut pendengarannya. Dirga lelaki normal yang tak pernah menyentuh jelas hasratnya semakin menggebu mendengar suara seksi Celia.
Menggendong Celia ke kamar terdekat kamar Celia. Celia digendong seperti koala dengan kedua kaki melingkar di pinggang Dirga. Dirga sesekali melepas pangutan hanya memberi ruang nafas untuk Celia.
“Bibirmu sangat manis Cel.” Suara serak menahan hasrat Dirga ucapkan di telinga Celia
Celia yang merasakan sensasi asing dari sentuhan sensual Dirga di punggungnya membuat dirinya mengeluarkan suara *******. “Mas..aakh..geli mas..,”
Dirga hanya tersenyum melihat ekpresi menggemaskan istri mungilmya. Menurunkan perlahan di ranjang kamar Celia.
“Ini tak seberapa sayang, aku suamimu kamu istriku..,
“Kamu berhak atasku mas.” Celia melanjutkan ucapan Dirga karena sebelum Dirga menciumnya Dirga mengatakan hal yang sama. Celia cukup paham maksud Dirga
Dirga tersenyum kepada Celia yang mengerti maksudnya. Untuk pertama kali Celia melihat senyuman hangat yang menambah kadar ketampanan seorang Dirga berkali lipat tampannya.
terus bermain di bibir ranum Celia, memasuki nya mem be lit lidahnya, walau tak terbalas namun Celia menikmati cecapan Dirga di bibir dan mulutnya.
Tangan Dirga jelas tak tinggal diam membuka perlahan kancing kemeja Celia hingga terlepas. Dan menaikkan kaos lengan pendek Celia ke atas.
Ciuman Dirga turun ke leher hingga atas bagian dada Celia sebelum menyentuh dua buah bola sintal yang selalu menggoda hari-harinya.
Namun saat Dirga baru menyentuh satu bola sintal yang masih tertutup Celia men de sah me le nguh. Mencoba membuka pembungkus bagian belakang, namun ditahan Celia.
Celia teringat ucapan Dirga untuk membuatnya jatuh cinta dalam tiga bulan namun baru kalimat itu terucap malam tadi Dirga sudah ingin menyentuhnya.
Celia pikir yang dilakukan Dirga bukan karena cinta tapi ***** belaka. Celia yak ingin merugi jika kenyataannya nanti Dirga tak bisa mencintainya.
“Mas..,. Maafkan aku.., bisakah kamu menyentuhku sampai kamu memastikkan perasaanmu padaku?” Ucap Celia dengan mata sendu yang sudah berair
Dirga cukup tercengang dengan Celia yang berubah pikiran. Dirga yang hampir mendaratkan bibirnya di bola sintal Celia mendongakkan wajah menatap manik mata Celia yang sudah meluruhkan air mata.
__ADS_1
Dirga lelaki yang tak pernah menyentuh wanita manapun, tak tega melihat Celia yang meneteskan air mata di pipinya.
“Maaf,” hanya satu kata yang Dirga ucapkan menghapus air mata di pipi Celia, menutupi tubuh bagian atas Celia yang telah terbuka dengan selimut dan keluar dari kamar Celia menuju kamarnya.
Hasrat yang memuncak meluruh begitu saja dengan penolakan dan air mata Celia.
“Shit, mengapa aku tak bisa mengendakikan diriku?" Umpat Dirga dalam hati mengusap kasar wajahnya menaiki tangga
Keesokkan harinya keduanya dihadapkan situasi seperti semula. Dirga dengan ekpresi datar dan sikap dinginnya.
Celia tetaplah Celia yang ceria. Celia menyiapkan makanan di meja makan. Dirga memang tak meminta Celia melayaninya.
Namun Celia tahu kewajiban menjadi seorang istri Celia menuangkan makanan ke piring Dirga. Beberapa kali mengajak Dirga berbicara namun dijawab singkat.
Celia sengaja mencairkan suasana dengan ocehan tak pentingnya sebenarnya hatinya dama kacau dengan Dirga. Namun ia berusaha menjadi dirinya.
Tak ingin kejadian semalam membuat mereka berjarak kembali. Namun berbeda dengan Dirga yang menjaga jarak kembali. Kecewa ya Celia cukup kecewa dengan sikap Firga yang tak sehangat semalam.
“Terimakasih, “ ucap Dirga dengan singkat menikmati sarapannya dengan lahap dan tenang tak melirik Celia sama sekali setelah makanan dituangkan di piringmya
“Sama-sama mas. Ini makan siangmu semoga kamu suka.” Celia menggeser tempat makan ke hadapan Dirga
“Hem.” Hanya kalimat pendek itu lagi yang terucap seorang Dirga
“Saya pergi, pulanglah sebelum larut.”
“Iya mas, hati-hati.” Celia mengantarkan Dirga sampai keluar apartemen
Fuuh
Lega rasanya Celia bisa melewati pagi yang terasa dingin kembali dengan sikap Dirga.
“Aku tahu kamu pasti marah mas karena penolakanku. Tapi aku tak mau kamu menyentuhku tanpa ada perasaan cinta padaku. Jika aku bisa mrmbuatmu jatuh cinta oadaku hingga kamu mengutarakan isi hati atau membuktikannya aku akan benar-benar ikhlas memberikan kewajibanku kepadamu. Memberikan tubuhku seuruhnya untukmu.” Batin Celia yang kembali ke meja makan membersihkan sisa makan keduanya
Tah miss double up, baikkan miss 🤣🤣🤣
Kencengin LIKE, VOTE, BUNGA/ KOPI nya atuh
__ADS_1
Share juga cerita miss di sosial media misstizen dong biar miss repost di instagram missnayla93
Ajakkin temen temennya baca cerita miss tapi follow dulu ig miss ya kalau mau direpost karena di private 🙏🏻