CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
64. Bukan Halusinasi


__ADS_3

Miss crazy up nih


Tunggu lolos review


Tapi KENCENGIN DONG LIKE, HADIAH BUNGA 🌹, VOTE dan ramaikan komennya


Beberapa episode lagi siap-siap hati kalian diporak porandakan ya 🤭✌️


Sudah 3 minggu Daniel di negeri Sam. Selama enam hari ke belakang Daniel memang sengaja tak menghubungi Naynia sama sekali. Bukan karena tak merindukannya, Daniel sangat-sangat merindukannya. Ia sungguh tersiksa dengan rasa rindunya.


Namun akan lebih baik menyelesaikan segalanya dahulu. Daniel menargetkan minggu ini ia selesaikan kerja sama dengan Perusahaan Orion, mengurusi pengembalian dana itu ke Indonesia dan menyelesaikan permasalahan hukum kepada biang kerok koruptor proyeknya yang dibantu Orion.


Tepat malam ini Daniel yang bisa menyelesaikan semua dalam waktu enam hari. Daniel angsung melakukan perjalanan pulang ke Indonesia dengan jet pribadi pukul enam waktu Amerika jadi di Indonesia Daniel akan dampai kurang lebih pukul enam sore. Perbedaan waktu Jakarta dan Amerika hampir 12 jam.


Naynia sudah enam hari inii merasa gelisah dan khawatir karena Daniel tak kunjung bisa dihubungi. Morning sickness yang dirasakan Naynia juga tak kunjung membaik bahkan semakin parah, Naynia tak nisa mencium aroma nasi karena baunya yang membuat perutnya serasa diaduk.

__ADS_1


Setiap malam Naynia akan memilih berdiri di balkon kamarnya menghirup udara malam. Seperti malam ini Naynia menatap halaman dan kolam renang di atas balkon tempat kamar Naynia dan Daniel berada.


“Malaikat-malaikat mommy maafkan mommy yang tak bisa memberikan nutrisi yang baik untuk kalian. Mommy benar-benar tak bisa memakan makanan yang banyak. Anak-anak mommy harus kuat dan sehat ya." Naynia merasa bersalah dengan apa yang dirasakannya selalu memuntahkan apa yang dikonsumsinya. Kedua jabang bayi di rahimnya tak mendapatkan nutrisi yang baik.


“Mas aku merindukanmu. Kapan kamu pulang?” Ucap Nayla bermonolog


“Aku juga sangat merindukanmu, istriku.” Seseorang yang berdiri sejak tari di ambang pintu balkon terdiam dan mendengarkan ucapan sang wanita saat Naynia bertanya Daniel melangkah perlahan dan langsung melingkarkan tangannya di perut Naynia. Memeluk Naynia dari belakang.


“Apa karena aku merindukanmu mas hingga aku berhalusinasi?" Pikirnya masih tak sadar tangan yang melingkar diperutnya nyata


Hal itu membuat Daniel tersenyum, lalu


Daniel mengecup Naynia dari samping, dann membalikkan tubuh Naynia.


“Mas ini kamu?” Naynia menangkup kedua pipi Daniel yang membalikkan tubuhnya dan langsung melingkarkan tangan ke pinggang membuat dirinya tak berjarak.

__ADS_1


“Iya sayang aku Daniel suamimu.”


Naynia langsung memeluk erat tubuh atletis milik Daniel, suara isakan mulai terdengar. Daniel tak kalah erat memeluk Naynia.


"Aku sangat sangat merindukanmu mas. Kamu jahat tak memberi kabar apapun."


“Maafkan mas tak menghubungimu selama enam hari ini sayang. Mas berusaha menyelesaikan segalanya agar bisa pulang lebih cepat.”


Naynia hanya mengangguk dengan kepala masih bersandar di dada bidang Daniel. Daniel merenggangkan pelukan, memegang dagu Naynia untuk menatapnya


“Hey kenapa menangis mas sudah pulang sayang. Tau ko istriku ini sangat merindukan suami tampanmu ini kan?" Ucap Daniel terkekeh menggoda Naynia yang masih terisak


Naynia hanya memukul pelan dada Daniel. “Iya hanya aku saja yang tersiksa karena merindukanmu mas. Kamu tak merindukanku.”


“Siapa bilang? Aku sangat sangat merindukan istri dan ibu dari anak-anakku ini.”

__ADS_1


Tanpa permisi Daniel yang sudah tak tahan merindukan Naynia. Meraup bibir candu s"ksi milik Naynia mencium, m*lum*t, meny*s*p, m*nghisa* dan mengabsen seluruh isi mulut Naynia yang dibalas oleh Naynia yang mulai bisa mengimbangi ciuman Daniel.


Karena Naynia belajar dari cara Daniel memperlakukannya saat berciuman, untuk itu ia sudah mulai bisa membalas pangutan Daniel.


__ADS_2