
Pada nungguin Up di sini ya???
Sebel ga miss ga up di novel ini??
Sebellah 😁
Miss sempet mau pindah lapak loh. Tapi berhubung banyak yang komen miss berubah pikiran karena mistizenku terzheyenk 🤗
makannya Kencengin LIKE dan ramaikan komennya biar miss Up langsung di 3 novel on going di lapak ini
Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Naynia sudah mendapat kabar dari Daniel bahwa Daniel tak bisa makan malam dirumah dan kemungkinan pulang larut. Namun Daniel tak mengatakan jika dirinya akan menjenguk Fely yang sedang sakit.
Daniel yang baru selesai dengan urusan di Perusahaannya, terpaksa melangkahkan kaki ke parkiran VVIP mobil miliknya tentu bersama Dirga.
“Ga percepat agar urusanku bersama Fely segera selesai.”
“Baik tuan. Tuan maaf ini hanya saranku saja. Apa tak sebaiknya tuan mengabari nona Naynia agar ia tahu kemana tuan pergi.”
“Tak apa Naynia mungkin akan mengerti.” Daniel dan Dirga bukanlah orang lain. Dirga merupakan adik juniornya saat dahulu di kampusnya, karena suatu hal Daniel sangat mempercayai Dirga. Begitupun Dirga ia akan mengabdi kepada Daniel karena Daniel telah menyelamatkan dirinya dan ibunya. Daniel juga selalu mendengar saran Dirga, jika itu baik untuknya ia bukanlah sang tuan arogan yang tak mau mendengarkan ucapan orang kepercayaannya. Untuk itu Dirga berani memberikan sarannya ketika Daniel menghadapi suatu hal.
“Baik tuan saya menyarankan saja, agar tak ada salah paham di antara anda dan nona Naynia.
“Thanks Dir kamu benar juga, saya akan mengabarinya lewat pesan.”
“Sayang mas sudah pulang, tapi mas mau menjenguk Fely, dia sakit. Mas menjenguknya dahulu bersama Dirga. Hanya sebentar, kamu tak perlu menunggu mas, tidurlah terlebih dahulu. Love you ❤️.” Daniel mengirim pesan kepada Naynia
Di mansion Daniel sana Naynia yang baru meninabobokan baby El, mendapati gawainya bergetar. Naynia membaca pesan dari Daniel. Ada perasaan tak enak di hti Naynia. “Ada apa denganku? Semoga mas Daniel baik-baik saja. Ini hanya menjenguk Fely saja.” Batin Naynia. Ada rasa khawatir, gelisah, sesak dan takut bercampur menjadi satu.
__ADS_1
“Baik mas, hati-hati di jalan. Love you too ❤️.” Naynia membalas pesan Daniel.
Daniel pun membaca pesannya dengan garis bibir melengkung ke atas. “Calon istriku, aku sudah sangat merindukanmu. Jika bukan karena paksaan aku tak ingin membuang waktu menjenguk Fely, Cih.” Batin Daniel
“Tuan sudah sampai.”
“Ok Dir kamu berjaga di depan apartemen Fely.”
“Baik tuan, saya juga sudah mengantisipasi jika sesuatu terjadi pada anda.”
“God joob, Ga.”
Merekapun turun dari mobil. Masuk ke lift ke lantai dua tertinggi di gedung tersebut menuju apartemen milik Fely.
Ting
Daniel menekan tombol apartemen Fely
Tak lama pintu terbuka.
“Mas akhirnya kamu datang.” Ucap Fely dengan mata berbinar melihat kedatangan Daniel, ia memakai kimono tidur dengan wajah pucat tanpa olesan make up sama sekali. Walau tanpa make up Fely memang terlihat tetap cantik karena blasteran tapi kecantikkannya tak sama dengan niatan di hatinya.
“Aku datang bukan atas keinginanku. Karena aku menghormati orang tuamu.” Jawab Daniel dengan dingin dan datar
“Apapun itu, aku berterimakasih. Masuklah mas.”
“Kamu hanya ingin melihatku kan? Sudah kamu kihat. Saya tak perlu masuk. Karena kamu sudah melihat, saya akan pulang kembali.”
__ADS_1
“Mas aku mohon, masuklah dahulu. Aku sudah mengikhlaskanmu untuk pelayanmu itu. Tapi bisakah kita sebentar saja menjadi seorang teman. Dulu sebelum dirinya datang kamu tak seperti ini.”
“Baiklah, hanya sebentar.” Daniel tak mau ambil pusing
“Iya mas.”
Fely tersenyum menyeringai tipis tak terlihat Daniel yang sedang mengganti sepatunya menjadi sandal rumahan
Saat pintu apartemen terbuka Daniel hanya seorang diri, Dirga menjaga jarak. Setelah Daniel masuk barulah Dirga berada di depan pintu apartemen Fely menjaga mereka jika sesuatu terjadi.
“Mau minum apa mas?”
“Aku ke sini bukan untuk minum.” Jawab Daniel dengan dingin dan datar tanpa ekpresi
“Baiklah aku tahu, tapi setidaknya menerima jamuan sang pemilik rumah.”
“Terserah.”
Fely pun ke dapur membuatkan dua gelas jus untuk dirinya dan Daniel. Fely tahu Daniel yang menjaga kesehatannya terbiasa meminum jus dan air putih saat malam hari. Jus yang biasa dikonsumsi mamgga, jeruk, kiwi, melon, buah naga ataupun buah lain yang banyak mengandung vitamin C.
Tak lama Fely datang dengan dua buah jus di tangannya. “Untukmu mas.”
Daniel terpaksa menerima jus yang diberikan Fely. Ia pikir agar urusannya di sini segera selesai. Daniel meminumnya dengan segera tanpa menyisakan sedikitpun jus di gelasnya
“Mas bisakah kita masih berteman baik? Jangan anggap aku orang lain. Jika kamu memiliki masalah apapun dengan calon istrimu aku bisa menjadi teman cerita untukmu.”
“Tidak bisa dan tidak akan.” Daniel mulai merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, ia merasa kegerahan. Mulai merenggankan dasinya dan membuka satu kancing atasnya.
__ADS_1