
Selama di perjalanan menuju apartemen Dirga merasa heran, istri mungilmya diam tak bicara sama sekali. Biasanya ia berisik bercerita apapun hal yang tak penting baginya.
“Kamu sakit Cel?” Dirga membuka pembicaraan
“Nggak.” Jawabnya singkat
“Nih bocah kenapa tiba-tiba pendiam?" Batin Dirga heran
“Setelah ganti pakaian mau kemana Cel?”
“Apa pedulimu tuan?” Hanya di hati Celia
“Yayasan biasa.”
“Baiklah, saya antar kamu ke sana setelah berganti pakaian.”
“Tidak usah tuan, saya biasa menggunakan angkutan umum.” Celia menekan kata-kata angkutan umum
Skak
Sindiran halus sang gadis. Selama ini memang Dirga membiarkan wanita di sampingnya menggunakan angkutan umum kemanapun. Dirga juga lupa belum pernah memberi nafkah kepada gadis mungil yang telah menjadi istrinya.
Karena Dirga kalah bicara ia memilih diam. Mengemudikan mobilnya dengan tenang. Hingga sampai di apartemen miliknya. Celia keluar begitu saja tanpa menunggu sang pemilik apartemen, bahkan naik lift terlebih dahulu membiarkan Dirga di tahan wanita genit tetangga lantai bawahnya menyapa.
Celia masuk ke apartemen Dirga begitu saja, ia tahu pin nya karena sudah diberitahu Dirga. Celia ke kamarnya segera mengganti pakaian, ia berusaha secepatnya bisa pergi dan tak bersama Dirga. Namun baru dirinya akan keluar apartemen Dirga masuk.
“Sudah? Ayo.” Tanpa menunggu jawaban Celia Dirga menautkan jemarinya di jemari Celia ke mobil Dirga
“Apa nama yayasannya?”
“Dekat dari tempat tinggalku dahulu.”
“Hemm,” Dirga hanya berdeham, jelas Dirga tahu tempat tinggal Celia dahulu Dirga pernah menyelidikinya.
“Tuan menyebalkan ini ko cuman hem aja emang dia tahu rumahku?” Pikir Celia
Memang tak butuh waktu lama sampai di pemukiman warna sebua yayasan kecil berdiri di tengah pemukiman warga, di penuhi anak-anak bermain.
"Eh dia beneran tahu." Batin Celia
Dirga memarikirkan mobilnya berniat turun. Namun saat mobil berhenti Celia turun begitu saja tanpa permisi ataupun berterima kasih.
“Cel, cantik banget lu, tunben jadi cewek.” Rangkul seorang lelaki seumuran Celia saat Celia sudah berjarak dari mobil Dirga
Dirga jelas mencengkram kemudi kesal melihat pemandangan dari luar jendela, Dirga akan membuka pintu mobilnya bermaksud menarik Celia untuk masuk kembali ke mobilnya. Namun panggilan dari Cinthya menghentikkan niatnya.
“Hallo Cin?”
“Klient sudah datang kamu di mana?”
__ADS_1
“Dalam 15 menit aku sampai, ucapkan permintaan maafku harus menungguku.”
Setelah sambungan terputus. “Si a lan karena gadis bocah itu aku lupa ada meeting. Lihat saat aku pulang habislah kamu bocah kecil.” Umpat Dirga
Di Jakarta Dirga kesal pada istri yang masih gadis. Di negeri ginseng sang tuan sama kesalnya dengan sang asisten.
“Mas bolehkan aku memeluk mereka?” Tanya Naynia yang berada di ruang VVIP bersama para member SUJU
Karena permintaan Naynia yang katanya keinginan anak-anaknya terpaksa Daniel meminta tolong koneksinya di SM untuk meminta waktu dua puluh menit bertemu boy band favorite istrinya. Namun tanpa pikir panjang dan akibatnya Daniel membiarkan sang istri candunya bertemu idolanya.
Dari awal melihat deratan member SUJU Naynia tak berhenti memberikan senyum mempesona yang biasanya hanya diberikan kepada Daniel. Kini diperlihatkan kepada lelaki licin bak porcelain di hadapannya yang berjejer rapi.
“Tak ada peluk-peluk. Cukup lihat saja.” Ucap Daniel datar dan dingin menatap tajam sembilan member lelaki boy band SUJU. Mereka jelas merasa terintimidasi menundukkan pandangan bahkan melihat arah lain agar bersitatap dengan Daniel
“Mas please selagi kita di sini.”
“Jangan memeluk apalagi sebuah kecupan. Selain itu boleh.”
“Pegangan tangan?”
“Tidak.”
“Katanya tadi pelukan dan kecup doang gimana sih.”
“Ralat termasuk pegangan tangan.”
“Ya sudah aku mau pegang pipi dan hidungnya boleh?” Pinta Naynia dengan mengedip-ngedipkan mata merayu Daniel dengan puppy eyesnya . Ini pertama kali Naynia memperlihatkan wajah menggemaskan seperti itu.
“Yayaya mas?, “ wajah menggemaskan Naynia tak luput dari pandangan member di hadapannya dan itu malah membuat mereka mengulum senyum.
Jelas Daniel tak ingin berbagi wajah menggemaskan istrinya dengan terpaksa Daniel mengiyakan agar wajah menggemaskan sang istri tak jadi pusat perhatian terus
“Tolong katakan saya meminta izin menyentuh pipi dan hidung para member kak.” Pinta Naynia pada penerjemah bahasa korea. Sang penerjemah menyampaikan kepada leader SUJU, Leeteuk
Namun jawabannya cukup membuat Naynia kecewa tapi lucu
“Leader tuan Leetuk bilang dia mengizinkan tapi apakah tak apa dengan kekasihmu?”
“Katakan padanya dia suamiku, dia mengizinkannya, aku sedang mengandung anaknya. Aku mengidam menyentuh pipi dan hidung mereka.”
“What?” Teriak Daniel dalam hati. “Wah wah istriku mulai berani menjadikan anak-anakku tameng. Lihatlah malam nanti tak akan ku biarkan lelaki-lelaki di hadapannya menjadi sumbang sih wajah untuk anak-anakku. Tak sudai anak-anakku mirip mereka.” Suara hati Daniel
Leeteuk tersenyum mengizinkan Naynia untuk menyentuh pipi dan hidung mereka bergilir.
“Tolong foto saya saat menyentuh mereka.” Pinta Naynia pada salah satu staff Indonesia yang berada di situ
“Wah wah.., istriku semakin lupa batasannya.” Daniel
Baru empat member Daniel yang sudah bersabar dan mengepalkan tangan. “Stop sayang.” Dengan nada cukup tinggi menganggetkan para member dan staff di ruangan tersebut
__ADS_1
“Mas kamu ngagetin ini baru ke empat loh masih ada lima lagi.”
Daniel menarik napas tak ingin emosi di depan banyak orang apalagi memarahi istrinya di hadapan semua orang.
“Sayang waktunya hanya 20 menit ini sudah lebih satu menit.” Daniel memberi kode kepada staff di dalam ruangan padahal teman Daniel memberi keringanan hingga tiga puluh menit, namun Daniel yang terbakar cemburu menghentikkannya sepihak dan tanpa memberitahu Naynia
“Oh sudah ya. Boleh sekali saja foto bareng semua. Aku di tengah ya?” Tanya Naynia kepada staff
Naynia pun di foto baru satu jepretan. Daniel lagi-lagi menghentikannya.
“Saya ikut berfoto,” Daniel mengambil sisi di sebelah kanan Naynia sebelah kiri memeber lain. Daniel merangkul bahu Naynia den dengan senagaja tangannya mendorong bahu member sebelah kiri kebetulan itu Siwon,
Siwon hanya tersenyum menggelengkan kepala dengan ulah tamu VVIP nya walau tak mengerti banyak bahasa Indonesia namun Siwon yang sering ke Indonesia dan mulai belajar bahas Indonesia ia paham bahwa lelaki wanita di sampingnya cemburu kepada member SUJU.
Setelah drama SUJU, Naynia tak berhenti melihat ponselnya menatap setiap member yang sempat ia sentuh. Daniel pikir setelah bertemu akan berhenti. Namun malah membuat Naynia semakin menjadi menceritakan kelebihan dan kekonyolan mereka.
Daniel hanya merespon oh, iya karena ia cukup kesal dengan istrinya yang memuji lelaki lain di hadapannya padahal hanya sebatas idola.
“Sayang aku suamimu berhentilah memuji mereka.” Ucap Daniel selembut mungkin mengendalikan rasa kesalnya mengingatkan sang istri
“Duh maaf ya mas aku khilaf. Merekakan cuman idola.”
“Awas saja jika anak-anakku mirip mereka.” Suara Hati Daniel
“Nggak akan lah mas gimana bisa mirip bikinnya aja sama kamu. Toh sebelum tidur aku selalu merekam setiap inci wajahmu memperkenalkannya kepada anak-anak kita.”
Tetiba terlintas ide di kepala Daniel. "Tak harus menunggu malam sayang." Gumam Daniel dengan seringai di bibirnya
“Putar arah pak. Ke hotel M.”
“Loh ko ke hotel sih mas kan kita mau ke tempat syuting Winter Sonata dulu.
"Ada yang lebih urgent dari itu sayang?"
"Memang apa?"
"Anak-anak kita."
Naynia mengernyitkan dahi, namun ekpresi Daniel membuat Naynia paham keinginannya. Ia pun tak bisa menolak kebutuhan biologis sang suami kapanpun. Daripada berpaling hanya karena menolak, Naynia pikir menurutinya lebih baik.
Namun berbeda di pikiran Daniel ia ingin melakukannya bulan karena terdesak, tapi ingin menghilangkan jejak sesuatu.
Miss up nih
Miss usahakan double up
Tapi please LIKE, VOTE,
Bunga atau Kopinya zheyenx haus haus nih 🤭🤗
__ADS_1
Pada suka ga nih kisah sang tuan dan sang asisten?
Maaf miss masukkin halu ketemu member SUJU yes itu mah maunya miss 😅🤭