
Kan miss nggak bohongkan đź¤
CRAZY UP nih demi fans setia COUPLE DANIA (Daniel Naynia) 🥰
Sok Kencengin LIKE, VOTE, BUNGA nya biar miss besok CRAZY UP lagi
BUAT VOTE dan BUNGA di novel ini aja gapapapa
DI NOVEL FREYA dan Suami pengganti KENCENGIN LIKE dan ramaikan komennya aja gapapa đź¤
Yayaya???
Masih maukan miss crazy up? Sok atuh VOTE, LIKE dna Bunganya say 🤗🥰
“Daddy..,daddy.., panggil dua orang anak balita melambaikan tangannya tak terlihat jelas gendernya
“Kami sayang daddy..,”
“Anak-anakku..” teriak Daniel terbangun dari tidurnya
__ADS_1
“Mereka datang kembali di mimpiku. Aku harus secepatnya
menyelesaikan urusanku dengan tuan Rion, agar segera pulang. Akan ku bawa Naynia memeriksakan dirinya, perasaanku masih kuat mengatakan mereka tumbuh di rahim Naynia.” Daniel mengusap keringat di dahinya segera membersihkan diri
"Daddy pastikkan jika kalian benar-benar tumbuh di rahim mommy kalian malaikat-malaikat kecil daddy. Tunjukkan pada mommy kalian jika kalian hadir dirahimnya." Batin Daniel yang mengguyur dirinya di bawah shower..
Daniel sungguh tersiksa merindukan wanitanya. Namun tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang harus menghidupi ribuan karyawan mau tak mau mengharuskan menyelesaikan kewajibannya.
"Sebaiknya aku selesaikan semua tanpa menghubunginya agar waktuku lebih efisien. Jika dalam sehari aku menghubunginya tak cukup hanya beberapa menit." Daniel memutuskan tak akan menghubungi Naynia sama sekali untuk mempercepat pekerjaannya, biarlah rasa rindunya membuncah. Mengorbankan diri untuk sebentar saling tersiksa menahan rindu demi sebuah pertemuan yang panjang bersama.
Naynia kini semakin berhati-hati menjaga dua buah hati di perutnya. Naynia tetap memakai pakaian midi dress atau setelan kulot dan atasan yang sempat Daniel belikan.
Untungnya size pakaian yang dipilihkan lebih besar dari size Naynia gunakan. Dulu Daniel memilih yang kebesaran atau yang disebut style anak zaman now, swag style untuk tak memperlihatkan lekuk tubuh seksi Naynia.
Naynia juga membatasi diri sering menggendong El. Tuhan mendukung niat Naynia untuk menjaga kedua buah hatinya yang masih sebiji kacang, El yang sudah mulai bisa berjalan juga sangat jarang meminta di gendong jika bukan saat mengantuk.
Bawaan kehamilannya yang semakin ia rasakan adalah mudah lelah, mengantuk bahkan kelaparan. Sesekali ia juga nakal meminta maid Eva yang sangat dekat dengannya untuk diam-diam membeli jajanan di pinggir jalan. Demi sang nyonya ia memberanikan diri diam-diam membelinya. Naynia akan memakannya di kamar utama tanpa ada yang tahu.
Jam sudah pukul dua siang tapi Daniel tak seperti biasanya tak menghubungi Naynia. “Mungkin daddy kalian sibuk. Malaikat-malaikat kecil mommy merindukan daddy ya seperti mommy?” Tanya Naynia kepada janin di kandungannya dengan mengelus perutnya.
__ADS_1
“Sabar ya daddy kalian pasti sibuk. Daddy kalian sedang bekerja keras untuk menghidupi kita dan kakak kalian. Jadi mommyy harap kalian gak cengeng ya.” Ucap Naynia menegarkan hatinya walau dirinya sendiri tetiba merasa sedih tak dihubungi Daniel
Hingga larut malam Daniel masih tak menghubungi Naynia. “Mas ada apa denganmu kenapa tak menghubungiku.” Sejak tadi Naynia menahan diri untuk tak menangis namun semakin larut hatinya semakin sensitif air mata berlinang di pipi mulusnya.
Naynia memberanikan diri menghubungi Daniel terlebih dahulu, namun panggilan Video memanggil, tanda aplikasi pesannya tak aktif. Naynia coba mengirim pesan melalui aplikasi pesan.
“Mas apakah kamu baik-baik saja?”
Dua puluh menit masih belum ada jawaban , masih ceklis satu
“Mas..”
“Sayang..,
“Suamiku..,
“Ayah dari anak-anakku
“Aku merindukanmu."
__ADS_1
Naynia mengirim pesan selang lima belas menit sekali namun semua pesan yang dikirimnkan hanya ceklis satu. Jam terlihat terakhir jam enam pagi waktu sana
Naynia putuskan merebahkan diri mengajak janin di perutnya berkomunikasi. Semakin ia berkomunikasi tangisnya semakin pecah karena merindukan lelaki dari anak-anak yang berada di rahimnya. Hingga tertidur.