CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
24. Memberi Kejutan Malah Dikejutkan?


__ADS_3

Malam ini ibu Daniel meminta datang ke sebuah restoran mewah untuk makan malam, Daniel merasa ada yang janggal akan dilakukan sang mamah. Daniel meminta Dirga menyelidiki apa yang direncanakan mamahnya. Dengan secepat kilat Dirga sudah mendapat informasi.


“Tuan nyonya mengundang anda makan malam untuk meremeskikan tanggal pertunangan anda dengan nona Fely. Keluarga Fely mendesak nyonya besar untuk segera melakukan pertunangan.”


“Biarkan saja Dirga, saya akan menghadirinya. Tentunya yang akan terkejut bukan aku melainkan mamah.” Ucap Daniel dengan senyum smirknya


**


Sore harinya


“Mas untuk apa dress cantik ini?” Tanya Naynia yang berada di kamar El baru saja memindahkan El yang tertidur di pangkuannya mendapat satu paperbag berisi dress cantik berwarna merah tanpa lengan, selutut yang cocok untuk kulit putih langsat Naynia.


“Pakailah kita makan malam di luar.”


“Mas tapi ini terlalu mewah dan terbuka.”


“Satu kali saja sayang tidak menolak.” Ucap Daniel dengan mengelus pipi halus Naynia


Dengan menghembuskan napas Nayla akhirnya mengangguk. Dan bersiap-siap. Begitupun Daniel berlalu membersihkan diri.


Daniel sudah bersiap dengan setelan jas hitam dan kemeja dalam merah sama dengan warna dress milik Naynia. Daniel sedang menunggu Naynia turun ke bawah. Tak lama Naynia turun membuat mata Daniel tak berkedip melihat cantiknya sang wanitanya malam ini. Meski dengan make up natural yang diolesi seadanya oleh Naynia sendiri mampu membuat dirinya semakin cantik alami. Sebelumnya Naynia menolak di make up oleh MUA yang disiapkan Daniel karena Naynia juga mampu bermake up sendiri walau seadanya namun tetap cocok dan sesuai dengan tema makan malam ini.


“Mas.,” panggil Naynia menyadarkan keterpanaan Daniel


“Kamu sangat cantik sayang.” Ucap Daniel dengan senyuman yang sering terlihat akhir-akhir ini walau hanya di depan Naynia tentunya


“Terimakasih mas.” Seperti biasa Daniel membuat pipi merona Naynia semakin nampak jelas


“Ayo kita jalan.” Ajak Daniel dengan mengulurkan tangannya


Naynia mengangguk dan menerima uluran tangan. Mereka masuk ke mobil yang dibukakan pengawal untuk Naynia dan Dirga membukakan untuk Daniel. Mobil dikendarai oleh Dirga.


Hanya butuh waktu tiga puluh menit mereka sampai di restoran mewah tersebut.


“Sayang kamu tunggu di sini sampai Dirga mengantarkanmu ke private room tempat kita makan malam ya?” Ucap Daniel di ruangan tempat mereka berada. Saat sampai Daniel masuk ke ruang lain meminta Naynia menunggu di ruangan tersebut. Yang sebenarnya ruangan tersebut terhubung dengan ruangan sebelah tempat Mariana mengajak Daniel makan malam bersamanya.


“Iya mas.”


Daniel pun keluar dari ruangan tersebut masuk ke ruangan sebelah dari pintu masuk seharusnya.


“Niel..,” ucap Mariana yang melihat Daniel masuk ke ruangan tersebut. Di sana sudah ada Fely dan kedua orang tuanya.


“Mamah mengundang Fely dan keluarga.” Daniel memang tak terkejut dengan kehadiran keluarga Fely karena sudah tahu dari Dirga, Daniel hanya basa-basi kepada Mariana.

__ADS_1


“Iya sayang, ada hal penting yang akan kita bicarakan. Duduklah.” Daniel pun duduk di sebelah Mariana berhadapan dengan Fely dan kedua orang tuanya.


“Ada hal penting apa mah? Katakan saja.”


“Tunggulah sampai hidangan tersaji dan kita selesai makan malam.”


“Tidak bisa mah, waktuku tak banyak.” Ucap Daniel dengan angkuh dan ekpresi datarnya. Di bawah meja sana ayah Fely, Argiano mengepalkan tangan sama seperti Fely.


Mariana yang sangat mengenal watak anaknya yang keras kepala, menghela napas.


“Mamah ingin kamu dan Fely melangsungkan pertunangan minggu depan.”


“Maaf mah Daniel tidak bisa bertunangan dengan Fely, Daniel sudah melamar seseorang menjadi istri Daniel dan ibu sambung untuk El.”


Daniel menekan, tombol yang berada di jam tangan kode kepada Dirga untuk membawa masuk Naynia.


Argiano, istrinya, Mariana dan Fely cukup terkejut dengan penuturan Daniel


“Siapa yang kamu lamar Niel?” Tanya Mariana dengan menatap tajam Daniel


Suara pintu terhubung terbuka


“Dia wanita yang Niel cintai dan Niel pilih untuk menjadi istri Niel dan ibu sambung untuk El."


“Apa???? Dia pelayanmu yang pernah hampir mencelakai El? Niel kamu gila mendandani dia untuk membuat mamah tak mengenalnya.”


“Katakan saja mah dia memang cantik. Aku tak mendandaninya dia memang cantik natural.” Daniel tersenyum ke arah Naynia yang terlihat kebingungan


Fely semakin geram dan tak ingin kalah


“Niel kamu tak salah menjadikan seorang pelayan menjadi istrimu dan ibu untuk El? Dia tak pantas Niel, tak berpendidikan, miskin dan kampungan. Apa jangan-jangan dia telah memberikan tubuhnya padamu Niel.”


“Hentikkan Fely, dia tak serendah itu.” Bentak Daniel tak tahan dengan tuduhan Fely


“Benar Niel yang dikatakan Fely, apa yang diberikan wanita kampungan ini padamu. Apa dia melakukan tindakan seperti seorang ja*l*ang.”


"Stop mah, harusnya mamah cari tahu dahulu siapa calon menantu pilihan mamah. Harusnya mamah tahu siapa yang di sini jalang dan pastinya bukan Nayniaku."


"Apa maksudmu Daniel? Jangan sembarang memfitnah anakku yang bermartabat dan menjaga dirinya selama ini." Argiano paham maksud Daniel yang melirik Fely ia geram dengan tuduhan Daniel


"Cih, anda tak tahu kelakuan anak anda sendiri tuan."


Deg

__ADS_1


Fely langsung terlihat pucat dan gemetar atas ucapan Daniel


Dirga menampilkan sebuah layar di dinding ruangan tersebut. Pengendali proyektor ada di ruang sebelah sudah disusun sebelumnya. Di layar tampil banyak slide saat Fely masuk ke hotel berbeda dengan beberapa lelaki matang berbeda dan berbelanja ke pusat perbelanjaan mewah. Gambar itu bukan hanya di dalam negeri namun luar negeri.


“Fely, apa yang kamu lakukan?” Murka Merly ibu Fely


“Kamu benar-benar membuat malu daddy Fely.”


“Mamah lihat kan apa yang dilakukan calon mantu pilihan mamah siapa yang bertindak seperti ja*ang?”


Mariana terduduk lemas dikursinya tertegun dengan apa yang ditampilkan


“Ikut daddy, terimakasih nyonya Bernandez atas makan malam yang memalukkan ini.” Ucap Argiano dengan mencengkram pergelangan tangan Fely memaksanya keluar dari room private itu.


“Kurang ajar kamu Niel, dan kamu Naynia lihatlah apa yang akan aku lakukan.” Teriak Fely sebelum keluar dari private room tersebut


“Walau Fely sudah masuk ke daftar hitam untuk menjadi istri dan ibu sambung El. Bukan berarti mamah merestuimu menikah dengan seorang pelayan.” Mariana bangkit dari duduknya dan keluar private room dengan langkah gontai. Dirga menahan bahu sang nyonya besar yang hampir limbung namun Mariana mengangkat tangan kanan memberi tanda menolak bantuan Dirga.


“Duduklah sayang,” Titah Daniel kepada Naynia yang masih berdiri tertegun dengan apa yang terjadi


Naynia berjalan ke kursi yang di persilahkan Daniel.


“Mas,” panggil Naynia setelah duduk di hadapan Daniel


“Nanti aku jelaskan, kita nikmati makan malam dahulu sayang.” Daniel mengerti apa yang akan dibicarakan Naynia


“Baik mas.”


Naynia dan Daniel pun menikmati makan malam dengan hening. Sampai Daniel yang memulai pembicaraan.


“Mamah berencana memberi kejutan kepadaku dengan mempercepat pertunanganku dengan Fely. Namun aku tak ingin kalah start sayang. Aku memberi mamah kejutan dengan pertunangan kita yang sederhana dan keburukan calon menantu pilihannya.”


“Tapi mas mamah pasti sangat kecewa karena mas tak meminta restunya sebelum melamarku.”


“Kamu tahu sendiri keinginan mamah, hanya ingin aku menikah dengan pilihannya yang belum tentu pantas untuk menjadi istriku dan ibu sambung untuk El. Kamu lihat sendiri bagaimana Fely menjajalkan tubuhnya untuk lelaki-lelaki mata keranjang hanya untuk sebuah kemewahan? Hanya kamu yang pantas untuk menjadi istriku dan ibu sambung bagi El, sayang."


“Lalu bagaimana kamu mendapat restu untuk kita melangkah ke jenjang lebih serius mas?”


“Biarlah itu menjadi urusanku sayang.”


Hari SENIN pake VOUCHER BACAMU untuk VOTE NOVEL MISS 🤭🥰


Miss akan CRAZY UP kalau LIKE, VOTE, 🌹 nya kenceng nih

__ADS_1


AYO KENCENGIN misstizenku 🤗🙏🏻


__ADS_2