
"Mas..,”
“Biarkan aku melakukan ini sayang. Anggap saja aku ingin menyentuh perutmu.” Mau tak mau Naynia pun membiarkannya walau di lubuk hatinya ada rasa nyaman dan hangat dengan apa yang dilakukan Daniel di perutnya.
“Mas..,
“Iya sayang?”
“Aku juga sangat merindukanmu.”
Daniel kembali ke posisi awal. “Aku pun ingin memasukimu tapi kita telah berkomitmen sayang aku akan menahannya hingga ikrar terucap. Maafkan mas akan mengundur pernikahan kita dengan adanya insiden ini.”
“Iya mas tak apa, aku hanya ingin seperti ini. Berada dalam pelukan dan dekapanmu sudah cukup bagiku.” Naynia menghirup dalam aroma tubuh Daniel yang sangat menenangkan kepalanya yang sedikit pusing
Daniel pun menyambut pelukan hangat Naynia. Mereka berpelukkan di ranjang kingsnya.
“Untuk itu sebelum lusa mas ke Amerika, mas ingin menghabiskan waktu bersamamu.”
“Bersama baby El juga mas.”
“Hanya bersamamu sayang, dua hari saja. Biarkan El bersama para nanny nya. Mas hanya meminta waktu dua harimu yang selalu dihabiskan dengan El kini hanya dengan mas.”
“Baiklah bayi besarku. Apa yang ingin kita lakukan?”
“Apapun yang ingin kamu lakukan.”
“Seius mas?”
__ADS_1
“Iya.”
“Aku ingin menaiki wahana extreme di j*ngl* l*nd Bogor.”
“Terkecuali itu.”
“Tadi kamu bilang apapun.”
“Iya tapi tidak wahana extreme sayang.” Naynia merenggangkan pelukan Daniel namun Daniel lebih mwngeratkan pelukannya
“Pilihlah yang lain, asal yang tak menbahayakan dirimu dan..” Daniel sejenak berhenti. Ingin mengatakan anak-anaknya namun diurungkan ia semakin takut harapannya memang semu karena Naynia selalu memintanya berhenti untuk berharap. “Pokomya tidak untuk hl itu.”
“Kalau naik helikopter di malam hari? Bagaimana?”
Daniel berpikir sejenak
“Serius ya mas.”
“Iya sayang seribu rius.” Naynia mencium bibir Daniel tiba-tiba jelas disambut dan dibalas kembali oleh Daniel,
Daniel yang masih merasa lelah menelusupkan wajahnya di ceruk leher Naynia menghirup aroma vanila di tubuh Naynia. Naynia mengelus surai Daniel hingga Daniel terlelap kembali .
**
Mereka terlelap hingga makan siang tiba.
"Mas bangun.." Naynia membangunkan Daniel setelah membersihkan diri
__ADS_1
"Ekhm..,"Daniel hanya berdeham
"Mas katanya mau menghabiskan waktu bersama." Naynia bangun dari sisi ranjang berniat ke meja rias sebentar namun tangannya dicekal Daniel
Bugh
Naynia jatuh di atas tubuh Daniel.
"Mas." Protes Naynia ternyata Daniel mengerjainya. Daniel sudah bangun sejak tadi. Keduanya saling menatap satu sama lain.
Daniel mencium dalam bibir candu milik Naynia, ia membalikkan tubuh Naynia hingga tubuh Daniel yang menindihnya.
Ciuman Daniel tak tinggal diam tangannya bergerilya tak sengaja menyentuh beberapa bagian sensitif Naynia, Naynia yang mengalungkan tangan ke leher Daniel mengerang dalam ciumannya, meremas rambut kepala Daniel merasakan desiran yang membuat sangkarnya basah.
Naynia tak ingin kebablasan menjambak rambut Daniel melepas pangutan Daniel. Walau Naynia merasa tak tahan dengan sentuhan Daniel dan merasakan benda tumpul panjang besar milik Daniel menegang dan bersentuhan dengan paha di balik celana Daniel. Naynia tak ingin kebabladan.
"Aauuw.., mas tak tahan sayang.., maaf." Daniel beranjak dari atas tubuh Naynia masuk ke kamar mandi menuntaskan hasratnya seorang diri. Naynia yang sudah merasa basahpun hanya bisa mengendalikan perasaannya
Keduanya bersuaha tak sampai kebablasan. Naynia sudah memiliki rencana setelah makan siang, ia ingin berbelanja kebutuhan pokok yang sudah menipis di mansion Daniel.
Naynia menyiapkan pakaian santai Daniel untuk keluar berbelanja bersama.
"Sayang ko pakai pakaian ini?" Tanya Daniel ketika keluar melihat pakaian santai untuk pergi ke luar kaos hitam, celana jeans blue garment dan snakers lengkap dengan topinya.
"Setelah makan siang aku ingin ditemani berbelanja kebutuhan pokok mas. Stok kebutuhan pokok sudah menipis. Yayaya maukan menemaniku?"
"Baiklah apa yang tidak untukmu sayang." Daniel mencium kening Naynia dan berlalu ke walk in closet memakai pakaian di sana. Tak membiarkan Naynia risih melihatnya.
__ADS_1
.