
Pagi sekali Daniel harus segera terbang ke Jakarta kembali tanpa memberi kabar Naynia dahulu. Setelah sampai di bandara Soetta, Dirga mengemudikan mobil yang sudah di siapkan di bandara menuju mansion Daniel.
Jam pagi seperti itu biasanya Naynia baru memasuki dapur. Dirga mematikan mobil agar derunya tak terdengar, Daniel berlalu menuju mansionnya karena rasa rindu yang membuncah pada sang pujaan hati.
Setiap penjaga keamanan dan maid yang menyapa selalu diberi kode Daniel untuk tak bersuara dengan jari telunjuknya. Saat memasuki dapur, maid yang berada di situ baru saja akan menyapa namun Daniel memberi kode kembali. Naynia sedang sibuk memotong bahan makanan untuk baby El.
“Aargh..,auuw..,”. karena Naynia terkejut tiba-tiba ada yang yang memekuknya daei belakang tanpa bersuara, membuat tak sengaja jari telunjuknya tergores pisau.
“Maaf sayang, “ Daniel diengan segera menghisap tangan Naynia yang berdarah
“Mas kamu mengagetkan aku oikir kamu tak oulang seoagi ini.” Walau sedikit perih Naynia bisa menahan rasa sakit di jarinya yang masih dihisap Daniel. “Sudah mas, jangan dihisap biar aku cuci saja.”
“Lebih cepat berhenti seperti ini sayang.” Daniel tak merespon ucapan Naynia soal kepulangannya ia lebih fokus oada jari tangan Naynia yang terkuka. Setelah menghisaonya Daniel menggosokkan jari Nyania yang terkuka oada atas kepalanya dengan menunduk
Tiba-tiba kepala Naynia berdenyut, sepintas bayangan anak kecil melakukan hal yang sama seperti yang Daniel lakukan. Daniel yang merasa tubuh Naynia goyah menahannya
“Kamu kenapa sayang?”
“Nggak apa-apa mas hanya sedikit ousing saja.”
“Kita periksakan ke dokter ya.”
__ADS_1
“Nggak mas aku baik-baik saja. Mungkin hanya kelelahan saja.”
“Mas sudah bilang jangan terlaku kelelahan, biarkan maid yang menyiapkan makanan El.”
“Tapi mas..” Daniel langsung menggendong Naynia ala bridal
“Jangan ngeyel, biarkan maid melakukan tugasnya. Kamu butuh istirahat sayang. Mas juga merindukan kalian.”
“Kalian? Mas aku sudah bilang..,” Naynia tahu maksud Daniel mengatakan kata kalian yang masih menganggap ada janin di rahim Naynia
“Maksudku kamu sayang.” Daniel tak ingin berdebat dengan Naynia, yang ia butuhkan saat ini bisa menyalurkan kerinduannya dengan mendekap sang wanita tercinta
“Tunggu di sini, mas ganti pakaian santai dahulu.” Setelah Daniel menurunkan Naynia di sofa ia berlalu ke walk in closet. Naynia hanya menurut apa kata Daniel.
Karena Naynia memang merasa tak enak badan, ia berpindah ke ranjang kingnya dan merebahkan diri di sana bersandar ke kepala ranjang.
Daniel mengikuti Naynia masuk ke selimut yang sama. “Mas ingin istirahat memelukmmu. Kemarilah.” Daniel yang sudah merebahkan diri terlentang di atas ranjang merentangkan kedua tangan meminta Naynia yang bersandar di ranjang masuk dalam dekapannya.
Bagai dicocok bulu kerbau, Naynia pun menurut saja. Masuk ke dekapan Daniel
“Sayang mas sangat merindukanmu. Ingin rasanya mas membawamu kemanapun. Apalagi kali ini mas harus ke Amerika untuk menyelesaikan permasalah ini.”
__ADS_1
“Mengapa harus ke Amerika mas?”
“Koruptor tersebut mengalihkan dana ke negeri sakura. Tak sembarang orang bisa memindahkan dana ke luar negeri tanpa bantuan orang besar. Untuk itu mas butuh bantuan perusahaan ITE milik rekan bisnis papah, om Orion. Di negara sam perusahaan pusatnya yang terlengkap dan tercanggih.”
“Berapa lama mas akan di Amerika?”
“Mas belum bisa menentukkan sayang, jika sudah ada titik terang mas juga harus mengambil langkah untuk menyelesaikannya. Uang yang diambilnya bukan uang yang sedikit sayang.”
“Baiklah mas, kamu jaga kesehatan selama di sana.”
“Aku pasti menjaga diri untukmu dan anak-anak kita. Tapi aku tak tahan dengan jarak yang cukup berjauhan denganmu sayang. Berapa jam tak bertemupun membuatku tersiksa apalagi waktu yang tak bisa ditentukkan. Jika pun aku membawamu, aku tak akan banyak waktu bersamamu, kamu pasti sendiri di apartemen.”
“Sudah konsekuensinya mas kamu pimpinan perusahaan yang telah didirikan papah, ribuan manusia hidupnya bergantung padamu. Kita masih bisa saling menghubungi, aku akan selalu ada di sini.”
Cup
Cup
Cup
Daniel mengecupi seluruh bagian wajah Naynia termasuk bibir candunya dan terakhir ia menyamai wajah dengan perut Naynia. Menyingkap pakaian Naynia dan menciumnya.
__ADS_1