
Duh maaf ya miss bukan mau PHP in misstizen nih kemarin nggak update, karena kesibukkan miss jadi miss ga up di sini 🙏🏻
Mohon dimaklum ya miss kan real lifenya karyawan jadi masih kerja juga nih kadang WFH kadang WFO jadi up nya nggak menentu.
Miss sempetin ketik di sela-sela kerjaan miss bahkan tengah malem gini jam 02.55 miss sempetin nih CRAZY UP untuk misstizen
Makannya dukung miss biar CRAZY UP lagi dengan LIKE, VOTE, BUNGA dna ramailam komennya
Follow juga dong aku MT miss disini dan Instagram di @missnayla93 🤗🙏🏻
Sepulangnya dari butik dan drama rujak di jalan. Daniel yang baru sampai mansion langsung ke kamar mandi. Naynia pikir hanya buang hajat biasa. Naynia sedikit acuh ia langsung ke kamar baby El memastikkan baby El masih tidur atau tidak. Ternyata sang baby masih terlelap nyaman di temani Nannynya.
Naynia yang merasa lapar ke dapur mencari kudapan yang biasanya dirinya buat, namun semenjak Daniel pulang maid yang membuatnya. Kudapan pilihan yang sehat untuknya dibuatkan maid. walau rasanya tak seenak buatanya sendiri, tapi tak masalah karena Daniel mengizinkan memakannya jika maid yang membuatnya.
Bukan tak boleh Naynia memasak tapi Daniel tak ingin Naynia kelelahan, dengan memberi pilihan tetap bisa memakan kudapan buatan maid atau tak memakannya sama sekali. Naynia yang nafsu makannya kembali sepulang Daniel pun memilih bisa memakan kudapan walau dibuatkan maid.
Naynia sempat mual dan muntah, napsu makan berkurang. Ternyata itu terjadi hanya satu minggu saat Daniel tak menghubunginya, dirinya dan kedua janinnya merindukkan sang daddy. Setelah kepulangan sang daddy nafsu makan Naynia bertambah kembali. Hanya faktor merindukan sang lelakinya.
“Astaga anak-anakku mengapa mommy lapar sekali, apa kalian sengaja ya membuat mommy gendut sepulang daddy?” Naynia terkekeh dengan ucapannya sendiri mengelus perut menyembulnya.
“Syukur jika nafsu makan nyonya muda sudah mulai kembali, kemungkinan seminggu ke belakang hanya faktor tuan tak mengabari nyonya. Nyonna dan bayi-bayi nyonya merindukan tuan.” Ucap Viona kepala maid
“Iya sepertinya bu, padahal sebelum pulang tadi aku sudah makan bersama mas Daniel. Menghabiskan rujak juga. Tapi rasanya sangat lapar sekali.”
“Wajar nyonya bayi yang tumbuh di rahim nyonya kan dua, jadi rasa laparnya juga pasti melebihi batas wajar.”
“Iya bu, terimakasih mau saya repotkan terus.”
“Sudah tugas kami di sini nyonya.”
“Sayang..,” panggil Daniel yang baru keluar dari lift mendekat ke kursi makan Naynia dan duduk di sampingnya
“Iya mas.”
“Peluk,” Tanpa merespon Naynia pun memeluk Daniel dari samping. Viona memundurkan langkah berbalik ke belakang, membiarkan kedua majikannya menikmati kebersamaan
__ADS_1
“Kamu kenapa mas ko lemes gini?”
“Perutku sakit, temani aku tidur “
“Apa karena memakan rujak tadi?”
Daniel mengangguk lemah dengan kepala di bahu Naynia
“Kenapa dimakan sih kalau tahu akan sakit perut?”
“Astaga dasar bumil siapa yang tadi menyuruhku makan,” jerit batin Daniel
“Tadi kan kamu yang ingin aku memakannya.”
“Oh jadi mas nyalahin aku.” Naynia melepas pelukan
“Salah lagi,” jerit batin Daniel kembali. “Bukan gitu, aauuw perutku sakit lagi.” Daniel mengalihkan perhatian Naynia agar tak berujung dengan bertengkar tak penting
“Kamu ke kamar mandi lagi?”
“Ya sudah ayo kembali ke kamar.” Naynia memapah tubuh besar Daniel, tangan Daniel merangkul bahu Naynia dengan sedikit drama.
Daniel yang manja menyandarkan kepala di bahu Naynia berjalan beriringan. Mensejajarkan kepala dengan bahu Naynia.
Daniel merebahkan tubuh di ranjang kingsnya. Namun Naynia beranjak sebentar.
“Mau ke mana sayang?”
“Memanggil ibu Viona meminta minyak hangat untuk perutmu mas. Sebentar ya.”
Daniel hanya mengangguk lemah. Tak berselang lama Viona memberikan minyak hangat, Naynia mengoleskan di perut kotak Daniel.
“Sudah, nanti merasa baikkan.”
“Peluk, temani sayang.” Daniel menghentikkan Naynia yang akan beranjak
__ADS_1
“Ya ampun manjanya bayi besarku.” Walau protes Naynia memeluk tubuh atletis Daniel , lebih tepatnya Daniel yang mendekap erat Naynia
“Mas.., jangan sakit kita kan mau menikah.”
“Enggak ko sayang, aku hanya butuh istirahat.”
“Baiklah ayo tidur biar lebih baikkan.”
“Belum bisa.”
“Harus bisa, aku kan sudah memelukmu.”
“Sayang anak kita tumbuh dengan cepat, perutmu menyentuh tubuhku.” Dekapan erat Daniel membuat perut Naynia bersentuhan dengan bawah perut Daniel
“Mungkin mas, anak kita kan kembar wajar jika ukuran perutku sudah mulai terlihat. Napsu makanku juga kembali bertambah setelah kepulanganmu. Coba saat kamu tak mengabariku satu minggu lalu, aku mengalami morning sickness, mengeluarkan apapun yang aku makan dan tak bernapsu makan.”
“Mereka benar-benar benih unggulku yang bergantung padaku. Itu cukup menguntungkanku.”
“Lah ko ngomong untung-untung sih. Apa untungnya?”
“Untungnya anak-anak kita membuatmu tak ingin berjauhan denganku.”
“Kamu untung aku tersiksa mas.”
“Tenang sayang semua urusan urgentku telah berlalu, jadi ku pastikan tak akan pergi jauh kembali,”
“Ada kecualinya nggak mas?”
“Nggak lah tidak ada pengecualian. Anak-anak kita membuat kita semakin dekat sayang. Jangankan kamu yang tersiska berjauhan denganku, aku pun sama sangat tersiksa berjauhan denganmu apalagi perkasaku yang selalu merindukan sarang indahmu.”
“Mesum sekali kamu mas.”
“Hahaha mesumku hanya padamu istriku, hal wajar.”
“Sudah mas ayo istirahat, biar enakan.”
__ADS_1
“Hmm.” Daniel mencium aroma dalam rambut Naynia, membiarkan dirinya terhanyut dengan ketenangan aroma Naynia dengan kehangatan pelukan sang wanita.