CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
16. Hari Tanpamu


__ADS_3

Hari pertama Daniel tanpa dilayani Naynia, ia merasa teramat sepi tanpa kehadiran Naynia. Sebelum kehadiran Naynia kebutuhan Daniel di siapkan kepala pelayan. Kepala pelayan hanya menyiapkan kebutuhan pakaian kerja. Namun sangat berbeda tugas saat kehadiran Naynia, Naynia ditugaskan untuk kebutuhan hal kecil hingga pribadi Daniel.


Saat sarapan Daniel tidak berselera, ia hanya menyentuh satu sendok makan.


“Dirga,” panggil Daniel yang masih terduduk dikursi makan.


“Iya tuan?”


“Apa yang dilakukan gadis kecil itu?”


“Saya belum mendapat laporan tuan, ini masih terlalu pagi untuk nona muda melakukan waktu kosong tanpa bekerja.”


“Hmm, berikan laporan kegiatan Naynia saat waktu istirahat.”


“Baik, tuan.”


Daniel pun bekerja seperti biasa namun tidak bisa fokus karena terus memikirkan apa yang dilakukan Naynia.


Daniel menekan interkom telepon.


“Dirga, kemarilah.” Jam masih menunjukkan pukul 11.00 satu jam menuju waktu istirahat. Namun Daniel yang tidak bisa fokus menghubungi Dirga untuk mengetahui aktifitas Naynia.


Tak berselang lama Dirga datang ke ruang Daniel.


“Laporkan apa aktifitas Naynia?” Titah Daniel to the point kepada Dirga


Pukul 7 nona muda keluar dari kediamannya menuju pasar tumpah, dia dan ibunya berjualan di sana.


“Apa yang mereka jual?”


Nona muda menjual pakaian dan ibunya menjual kue basah.


“Pakaian apa yang dia jual? Dan apa itu kue basah?”


Dirga memberikan foto yang diberikan anak buahnya. Foto tersebut menampilkan Naynia yang sedang menggantung jaket, celana, koko dan kemeja pria. Dan di lapak sebelahnya ibu Naynia merapikan kue-kue basah seperti risol, lontong, klepon, lemper, dll di atas meja mini.


“Darimana Naynia mendapatkan barang-barang itu?”

__ADS_1


“Dari laporan yang diberikan llyas rumah yang setiap malam nona kunjungi adalah rumah jahit langganan tuan. Selama ini nona memiliki usaha online shop pakaian pria custom. Nona bekerja sama dengan rumah jahit tersebut. Penjahit tersebut hanya dua orang paruh baya suami istri, tuan.”


“Jadi selama ini Naynia memiliki pekerjaan sampingan. Dasar materialistik tak cukupkah uang dari gaji bulanan, dan freelance yang dia dapatkan?”


“Dalam dokumen tentang nona sud...,”


“Cukup Dirga saya tak punya waktu mengurusi wanita yang terlihat polos tapi penuh dengan ambisi.” Belum sempat Dirga menjelaskan ulang isi dokumen yang diberikan Daniel menolak mendengarnya.


“Sudah aku duga tuan tidak membaca informasi lengkap tentang nona muda.” Dirga dalam hati


Hari ini waktu berlalu dengan cepat, dan baby El sudah pulang ke mansion Daniel. Daniel seperti biasa menemani baby El bermain. Namun saat akan tidur baby El rewel tidak seperti biasanya. Daniel maupun baby sitter baby El kewalahan.


“Dirga, kemarilah.” Daniel merasa kewalahan dengan baby El yang terus menangis dan tidak bisa dibujuk untuk itu Daniel memanggil Dirga melalui interkom yang menghubungkan ke kamar Dirga yang berada di mansion Daniel.


“Kamu telefon dokter yang menangani El mengapa dia menangis terus? Apakah ada yang sakit?”


“Baik, tuan saya akan hubungi." Dirga mengeluarkan gawai di sakunya, ia menelefon dokter yang menangani baby El. "Dalam 15 menit dokter akan sampai, tuan."


Dokter Ervin, dokter anak yang menangani baby El pun datang.


"Kamu tak melihat, daritadibdia menangis. Aku tidak tahu apa yang dia rasakan. Cepat periksa dia." Daniel membentak sang dokter.


"Tidak ada hal yang terjadi dengan tuan muda El, tuan."


"Jika tidak ada kenapa dia terus menangis?"


"Kemungkinan tuan muda merindukan seseorang, terlihat dari body language yang gelisah dan terus memperhatikkan sekitar. Apakah ada seseorang yang biasa bersama tuan muda?"


"Dirga, bawalah dia keluar. Dan bawa gadis itu ke sini sekarang." Daniel memberi titah dengan suara yang tegas dan keras untuk membawa sang dokter dan Naynia ke mansionnya.


“Hallo, Ilyas di mana keberadaan nona muda?”


“Nona ada di tempat pengiriman barang ekpedisi *** tuan.”


“Ok, saya yang akan menghubungi nona muda. Terus ikuti aktifitasnya, jangan sampai nona mengetahui keberadaanmu.”


“Baik, tuan.” Dirga memutuskan sambungan telefon dan menghubungi Naynia

__ADS_1


“Hallo selamat malam nona.”


“Malam Dirga,”


“Nona anda diperintahkan datang ke mansion tuan sekarang.”


“Bukankah saya dalam masa pendisiplinan, Dirga?”


“Tuan Daniel meminta anda untuk membuat tuan muda El tertidur. Tuan muda El menangis terus sepertinya ia merindukan anda.”


“Ok, Dirga saya akan menuju sana sekarang.” Naynia menuju mansion Daniel dengan sepeda motornya, ia memerlukan waktu 45 menit untuk sampai ke mansion Daniel. Jarak dari tempat kurir pengiriman yang dekat dengan rumah jahit cukup jauh ke mansion Daniel.


Saat Naynia sampai di depan gerbang sang satpam langsung membukakan pintu. Naynia sudah ditunggu oleh kepala pelayan di depan pintu rumah.


“Akhirnya anda datang nona, tuan muda El masih tidak berhenti menangis, silahkan nona.” Kepala pelayan bernapas lega saat melihat Naynia sampai ke mansion, kepala pelayan mempersilahkan Naynia menuju kamar pribadi baby El


"Lama sekali kamu datang, heuuh?" Bentak Daniel saat melihat Naynia yang baru masuk ke kamar baby El


“Maaf tuan,” baby El yang melihat Naynia mengulurkan tangannya dengan terisak “mom..my...,” panggil baby El kepada Naynia yang membuat semua orang terkejut dengan kata pertama yang mereka dengar terutama Daniel.


Naynia menggendong baby El dan mengayun ambingkan, tak berselang lama tangisan baby El surut dan mulai mengantuk, tak terasa matanya terpejam tetidur digendongan Naynia.


Daniel semakin terkesima dengan kemampuan Naynia yang bisa meredakan tangisan dan membuat tidur secepat itu.


“Jika El benar-benar sudah tertidur datanglah ke ruang kerja saya.” Titah Daniel pada Naynia yang masih menggendong baby El yang baru saja terlelap.


"Saya tak pernah menyangka satu hari tanpa gadis kecil ini membuat saya dan El kacau, apalagi satu minggu ke depan." Dalam hati Daniel yang berjalan menuju pintu keluar kamar El


Miss up disini 🤭


Miss menerima masukkan misstizen nih ya tidak menyebutkan agama, ataupun fisik yang bisa membuat siapapun berpandangan rasis apalagi mengatai miss tidak menghargai diri dan seorang wanita berhi**b


Sekali lagi miss mohon maaf jika ada yang tersinggung, cerita miss hanya fiktip belaka banyak hal baik yang bisa kamu ambil salah satunya kesabaran Naynia yang sedikit demi sekiti mulai meluluhkan hati keras sang tuan yang kejam mulai menunjukkan sisi kemanuasiannya.


Jika suka cerita miss boleh tetap stay jangan lupa dukungan Like, Vote dan ramaikan komennya. Tapi jika tidak menyukainya nggak apa-apa miss nggak memaksa siapapun. Itu hal wajar suka atau tidak suka 😊


Miss cinta banget kedamaian peace, love n peyuk online dari miss untuk miss-misstizenku 🤗

__ADS_1


__ADS_2