
KENCENGIN LAGI LIKE, BUNGA, VOTE, dan ramaikan komennya
Couple DANIA MENUJU KLIMAKS NIH
BUAT MISS SEMANGAT NGETIKNYA DONG MISSTIZENKU 🤗
Naynia semakin memeluk erat lelakinya. Ada rasa tak biasa, ketidakrelaan harus ditinggalkan kembali, untuk sementara tak ada yang memberi pelukan saat tidur, tak ada yang akan mengelus perutnya dan tak bisa mencium aroma tubuh maskulin lelaki tercintanya.
Tetiba hatinya yang melow membuat dirinya menangis dipelukkan Daniel. Suara isakan dipelukkan membuat Daniel merenggakan pelukan
“Mengapa menangis?”
“Aku akan sangat merindukanmu mas." Ucap Naynia dengan isakan
“Aku juga akan sangat merindukanmu sayang. Tapi kita masih bisa saling vodeo call. Mas janji setiap hari akan mengabarimu.” Daniel menghapus air mata di pipi Naynia
“Iya mas. Maafkan aku yang tetiba cengeng seperti ini.”
“Tak apa sudah jangan menangis. Jika waktuku tak sesingkat ini ingin kumakan dirimu sayang.” Daniel mendekap erat kembali Naynia dan mencium ceruk lehernya. Menikmati aroma vanilla di tubuh Naynia. Kemudian memeluknya kembali. Dua bola di dada Naynia yang kenyal dan berisi membuat perkasanya tegak berdiri
__ADS_1
“Aku siapkan dahulu kebutuhan yang akan kamu bawa mas.” Naynia melepaskan pelukan namun pinggangnya di tahan Daniel, Daniel menatap manik mata Naynia
“Tak perlu menyiapkan apapun. Di sana Dirga bisa membeli kebutuhanku. Biarkan kita seperti ini sayang.” Daniel memeluk Naynia kembali dengan sengaja menyentuh titik sensitifnya
“Mas aah..,”
“Izinkan aku menyentuhmu dengan singkat sayang.”
“Kamu akan terlambat mas.”
"Tidak sayang, aku ajari menikmatinya degan singjat.” Daniel yang sudah berpengalaman jelas lebih tahu berbagai gaya berc*nta.
Membuka resleting midi dress Naynia menyentuh dua bola yang semakin berisi dan membesar. Satu tangan menyingkap bagian bawah midi dress, memberikan rangsangan.
Bibir mereka saling berpangutan. Dua insan yang kehausan akan sentuhan saling membalas pangutan. Menyentuh bagian-bagian sensitif yang bisa disentuh. Daniel yang tak tahan meraup dua bola yang terus menabrak dadanya yang sudah polos.
Memindahkan Naynia ke ranjang, menindihnya. Meny*s*p dua bola indah yang terus menggelinjang akan sentuhannya. Bagai bayi kehausan. Naynia yang tak tahan menekan kepala Daniel untuk lebih meny*s*pnya.
“Mas aah aku tak tahan,” Ucap Naynia dengan d*s*h*nnya
__ADS_1
“Katakan yang jelas sayang apa maumu?” Daniel menggoda Naynia membiarkan perkasanya yang sudah tegak hanya mengenai pangkal paha Naynia
“Mas aah Daniel...aah aku mohon..masukkan.” Daniel yang sempat mempermainkanpun, memasukkan perkasanya yang cukup besar ke sangkar Naynia
"Aah..," teriak Naynia merasa sedikit perih namun nikmat
Daniel hanya bermain di kedua titik sensitif Naynia, dua bola berisi dan sangkarnya, ia tak melepas celana jeansnya. Hanya membuka resleting dan kancingnya saja dan bertelanjang dada. Di rasa sudah cukup mencapai puncak keduanya berhenti.
“Terimakasih sayang. Istirahatlah aku akan membersihkan diri.” Daniel mengecup seluruh bagian mata Naynia dan terakhir bibirnya. Naynia merasa kelelahan saat ronde singkat namun tempo sangat cepat membuat dirinya kewalahan dengan tenaga Daniel. Sayup-sayup perkataan Daniel hanya mampu dijawab sebentar
“Bangunkan aku sebelum pergi mas. Aku mohon.” Naynia mencekal lemah tangan Daniel yang mau ke kamar mandi
“Iya sayang.” Daniel mengecup kening Naynia kembali
Hanya tiga puluh menit Daniel sudah bersiap ia melihat sang wanita tertidur, namun ia juga tak mau pergi tanpa pamit. Daniel tak tahu berapa hari ia ada di negeri sam. Terpaksa Daniel membangunkanya, setelah kepergiannya ia pikir Naynia bisa istirahat kembali.
“Sayang bangun..,” Namun panggilan dan sentuhannya tak membuat Naynia bangun dengan jahil Daniel memasukkan tangannya ke bawah selimut mer*mas satu gunukan bola berisi Naynia seperti squishy
“Aah mas hentikan..,” Daniel menyeringai
__ADS_1
“Bangun sayang, aku akan pergi. Bersitirahatlah setelah aku pergi.”