CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
40. Prediksi Daniel


__ADS_3

Saat El dibawa main Irene di halaman belakang kediaman orang tua Naynia yang ditumbuhi tanaman – tanaman kebutuhan dapur seperti cabai, tomat, jeruk peras dan adanya ayunan buatan sang ayah dari besi dan kayu. Tinggal Naynia, ibu dan Daniel di ruang tamu, Dirga masuk ke dalam.


“Permisi maaf mengganggu tuan. Ada yang harus saya bicarakan mengenai pekerjaan.”


Daniel melirik ke arah Naynia, Naynia mengangguk memberi persetujuan.


“Saya permisi sebentar bu, mas keluar dulu ya sayang..” Pamit Daniel kepada sang camer dan Naynia


“Apa? Kenapa bisa Ga?” Daniel yang terkejut membentak Dirga


“Orang kita masih menyelidikinya tuan.” Dirga memberi kabar kepada Daniel bahwa dari orang kepercayaannya proyek pembangunan resort di lombok dan Bali terhenti sejak dua bulan lalu, sang kepercayaan turun tangan karena tak ada laporan progress pembuatan resort dan ketika diselidiki sang kontraktor korupsi dalam jumlah yang tak sedikit


“Cari tahu dalam satu jam Ga siapa yang berada dibalik ini semua, berani sekali mengambil dana kedua proyek tersebut. Kita harus menyelesaikannya sebelum pernikahanku. Kamu tahu resort di Bali untuk siapa bukan?”


“Iya tuan saya tahu hadiah pernikahan untuk nona Naynia.” Dirga menjawab pertanyaan Daniel dengan lugas dan tegas. Daniel memang membuat resort di Bali untuk hadiah pernikahannya bersama Naynia dan akan dijadikan tempat honeymoon mereka.


“Orang kita meminta bertemu tuan untuk memperlihatkan beberapa bukti.”


“Di mana dia sekarang?”


“Di Bali tuan.”


“Kita akan pergi ke sana sore ini. Aku pamit dahulu.”


“Baik tuan."


Daniel masuk ke rumah Naynia kembali. Di ruang tamu tinggal Naynia. Ia menunggu Daniel yang sedang mengobrol dengan Dirga di dekat mobil. Karena merasa khawatir dan merasa tak sopan jika mendekati Naynia memilih menunggu di ruang tamu.


“Sayang..,”


“Iya mas, ada apa?”


“Ada masalah dengan proyek di lombok dan Bali. Mas harus ke Bali sore ini. Kamu mau di sini dahulu? Atau mau pulang bersama mas?”

__ADS_1


“Aku pulang saja mas, jika aku di sini siapa yang menyiapkan kebutuhanmu?”


“Ada kepala maid sayang. Tak apa jika kamu masih merindukan orang tuamu. Ayah juga belum pulang, tunggulah ayah."


“Enggak mas, aku pulang saja. Bisa lain kali lagi ke sini.”


“Baiklah ayo pamit ke ibu.”


Merekapun pamit untuk pulang, Daniel juga mengatakan alasannya pulang seperti kepada Naynia. Baby El digendong Daniel. Daniel membawa baby El dari pangkuan Naynia setelah berpamitan


“Mas kenapa El nya dibawa?”


“Jangan menggendong El dahulu sayang. Mas khawatir malaikat-malaikat kecil kita kesakitan karena tertekan El.” Bisik Daniel di telinga Naynia takut ibu dan irene mendengar ucapannya, mereka baru berjalan beberapa langkah dari temoat Ibi Anynia dan Irene berdiri.


“Mas mai deh.”


Daniel hanya tersenyum mengendikkan bahu


“Ga, pakai jet pribadi untuk ke sana agar aku bisa pulang pergi hari ini. Tidak memakan waktu terlalu lama di sana.”


“Baik tuan.”


“Mas memang ada masalah apa?”


“Proyek besar yang sedang mas lakukan dananya dikorupsi oleh oknum yang berhubungan langsung dengan proyek ini sayang.”


“Dikedua proyek berbeda mas?”


“Iya sayang.”


“Jika hal seurgent itu sebaiknya kamu selesaikan dengan tenang mas tak perlu terburu-buru pulang pergi. Walau memerlukan waktu sebentar tapi kamu akan kelelahan mas jika pulang sore dan malam langsung pulang.”


“Enggak sayang mas usahakan hari ini juga selesai. Apa kabarnya mas tanpamu sayang? Kamu tahu mas tak bisa tidur jika tak memelukmu.” Daniel menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


Daniel memang tak bisa tidur jika tak memeluk Naynia dalam dekapannya. Naynia ke kamar mandi tengah malam saja ia akan terjaga hingga Naynia kembali. Bisa tidur kembali jika Naynia ada dalam dekapannya lagi karena itu Daniel meminta Naynia untuk tidur bersama satu ranjang dengannya tiap hari.


“Mom..mom..,” El mengulurkan kdeua tangannya meminda digendong pindah kepangkuan Naynia. Naynia menerima uluran tangan El namun segera Daniel dudukan kembali di pangkuannya


“Sayang dengan daddy ok? Di perut mommy ada adik-adikmu jadi kamu bersama daddy ok boy? Kamu anak kuat dan tak manja jadi bersama daddy saja tak meminta mommy menggendongmu ok?”


Hal itu malah membuat El menangis


“Mas kamu ini masa katakan seperti itu kepada baby El jika memang ada adiknya di perutku nanti El merasa tersaingi dan tak bisa menerima adiknya. “ Naynia membawa El ke pangkuannya menepuk-nepuk pelan punggungnya


“Tapi mas tak ingin anak kita kenapa-kenapa sayang. El cukup berat untuk kamu gendong.”


“Masku sayang walau El terlihat berat namun tak akan membuat kandungan seseorang berbahaya. Aku juga belum tentu sudah isi mas. El masih membutukan pelukkanku sebagai ibu.”


“Baiklah, maafkan mas.” Daniel memeluk keduanya dari samping ikut menepuk pelan punggun El yang masih terisak


“Maafkan daddy ya sayang.”


El yang cerdas mengangguk memahami ucapan Daniel


Di kursi depan sana, Dirga hanya menggeleng mendengar ucapan bodoh dan konyolnya sang tuan. "Kenapa tuan jadi konyol dan sebodoh ini? harusnya ia memeriksakan nona Naynia untuk memastikkannya?" Tanya Dirga dalam hati ia tak seberani itu untuk mengatakannya pada Daniel


“Mas lihat sendirikan baby El baby yang cerdas mengerti apa yang mas ucapkan makannya ia menangis.”


“Ok daddy tak akan melarangmu di gendong mommy lagi, sayang. Kamu boleh digendong mommy.” Daniel mengecup pipi El dan mengambil kesempatan mencium Naynia juga


“Mas iih di depan anaknya loh.”


“Aacih pa..” Kata ke sekian yang bisa El ucapkan


“Cerdas sekali anak mommy, sudah bisa mengatakan kata terimakasih mas.” Naynia yang gemas mengecupi pipi gembul El


“Anak daddy memang cerdas.” Kali ini El tertawa menyembunyikan wajahnya di dada Naynia hal itu membuat Naynia dan Daniel tertawa bahagia

__ADS_1


__ADS_2