CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
30. Sisi Sweetnya Daniel


__ADS_3

Miss ingatkan ya misstizenku JANGAN SKIP LIKE, miss up banyak nih🥰🤗


TINGGALKAN LIKE, KOMEN, 🌹 nya kalau bisa di setiap episode


JIKA BELUM TERLIHAT EPISODE selanjutnya MASIH PROSES REVIEW 🙏🏻😊


Dengan kekuasaan Daniel, Daniel bisa menggunakan dapur Hotel untuk memasak makanan buatannya sendiri untuk sang wanita tercinta. Daniel memasak masakan pembuka, inti dan penutup empat sehat lima sempurna. Jangan dikira Daniel sang pengusaha sukses tak bisa memegang spatula di dapur. Daniel lebih lihai memaksa dibanding sang mantan istri pertamanya dahulu. Hidup mandiri di negeri orang saat menempuh jenjang perguruan tinggi membuat Daniel hidup mandiri dan bisa memasak. Mulai dari masakan western hingga masakan tradisional Indonesia.


Setelah semua siap, Daniel membawa makanan buatannya dibantu pelayan hotel. Pelayan hotel hanya diizinkan sampai depan pintu. Sisi posesif Daniel mulai muncul, ia tak ingin ada lelaki lain melihat tidur damai sang wanitanya.


“Sayang bangun.., ayo kita makan siang dahulu.” Naynia yang cukup kelelahan tak berkutik sama sekali. “Sayang.., sayang..,” Daniel mengelus lembut tangan Naynia karna tak ada respon pindah ke pipinya. Namun masih tak ada respon. Terpikir ide jahil Daniel.


Cup


Cup

__ADS_1


Cup


Daniel mengabsen seluruh bagian wajah Naynia dengan mengecupnya. Jelas hal itu mengganggu tidur nyenyak Naynia. “Mas hentikkan.” Ucap Naynia dengan mata masih terpejam


“Untuk itu bangun dahulu sayang, kita makan siang dahulu.”


Naynia mengerjapkan mata menyesuaikan dengan pencahayaan kamar hotel suite tersebut. Daniel membantu Naynia bersandar di kepala ranjang. “Wanginya enak sekali. Naynia mengendus bau masakan yang sudah tersedia di meja dekat sofa kamar suite tersebut. “Aku ke toilet dahulu ya mas.” Naynia menyingkap selimut, dan baru akan berdiri. Tapi Daniel menahan Naynia terduduk di sisi ranjang bersebelahan dnegan Daniel.


“Kenapa mas?” Daniel medekatkan wajah ke wajah Naynia, mencium kening Naynia dengan satu tangan menyentuh pipi Naynia


“Aku sangat mencintaimu sayang. Maaf untuk kejadian ini menyentuhmu sebelum pernikahan kita.” Ucap Daniel dengan tulus


“Iya sayang kamu memang tak perlu takut menghadapi apapun. Ada aku yang akan bersamamu.” Daniel menatap dalam ke manik mata Naynia hingga bibir mereka bersentuhan. Daniel mencium dalam hingga Naynia yang belum terbiasa kehabisan napas memukul dada Daniel.


“Mas kebiasaan, aku tak bisa bernapas.” Ucap Naynia terengah ulah ciuman rakus namun lembut Daniel

__ADS_1


“Maaf sayang. Bibirmu manis, candu untukku." Daniel menyatukan keningnya dnegan kening Naynia mengusap lembut pipi Naynia yang mudah memerah karena ulahnya.


Hal itu mamg membuat pipi Naynia memerah, karena malu Naynia beranjak dan sedikit berlali masuk ke kamar mandi. Daniel tertawa kecil di tempatnya. Ia juga ikut berdiri menghampiri pintu kamar mandi. “Jangan lama-lama sayang. Nggak usah malu-malu. Dua kali kita sudah melakukannya lebih dari itu.”. Ucap Daniel dari luar pintu dengan tertawa kecil menggoda Naynia


Naynia yang mendengar ucapan Daniel, di dalam kamar mandi jelas malu dengan pipi memerah seperti kepiting rebus ditambah deruan jantungnya yang berdetak. Merasa malu, bahagia dan tak menyangka bisa dicintai seoramg Daniel yang kejam di awal-awal kehidupan di mansion Daniel.


Ceklek


Bunyi pintu kamar mandi terbuka, Naynia sudah mengendalikan deruan di jantungnya dengan sesekali menarik napas dalam.


Ia melihat Daniel sudah duduk di sofa melihat layar TV di hadapannya.


“Sini sayang.” Daniel menepuk sebelahnya Naynia mengikuti titah sang kekasih


“Banyak sekali mas.”

__ADS_1


“Untukmu dan mungkin calon malaikat kecil kita yang akan segera tumbuh.” Bisik Daniel di telinga Naynia.


“Mas belum tentu ada.”


__ADS_2