
“Bagaimana dok? “ Tanya Daniel dengan antusias
“Bisa tuan lihat di layar janinnya masih cukup kecil usia kedua bayi tuan lima minggu. Alhamdulillah sehat.”
“Dua??” Tanya Daniel menatap sang dokter dan Naynia bergantian dengan mata yang berkaca-kaca.
“Iya tuan apakah anda tidak tahu bayinya kembar?”
Daniel menggelang. “Kejutan mas. Aku ingin kamu mengetahuinya sendiri). Daniel memeluk erat Naynia yang sudah terduduk di ranjang.
“Terimakasih Tuhan telah menumbuhkan benihku di rahim wanita yang ku cintai secepat ini dan telah menumbuhkan dua malaikat kecil anugerahMu.” Batinnya
“Terimakasih sayang.” Tanpa rasa malu Daniel mencium pucuk kepala dan seluruh wajah Naynia
“Mas.” Naynia juga terharu dengan respon bahagia Daniel, Naynia memeluk erat tubuh sang suaminya
“Saya resepkan vitamin, susu hamil dan obat mualnya ya nyonya.
“Baik dok terimakasih.” Naynia hanya mengucapkan.
hal itu saja
“Dok apakah kami masih bisa berhubungan?" Tanya Daniel tanpa malu menanyakan hal itu
Blush pipi Naynia langsung merah karena pertanyaan Daniel yang to the poin. Naynia hanya menunduk malu
“Boleh tuan tapi hanya satu atau dua kali dalam satu minggu, karena ini masih trisemester pertama. Kandungan nyonya masih rentan jadi lakukan dengan lembut.”
“Baik, dok."
"Nyonya juga harus selalu bahagia, jangan stress atau kelelahan karena itu bisa berakibat fatal untuk janin yang nyonya kandung.
“Baik dok, terimakasih.”
Saat keluar pintu dokter Daniel langsung membopong Naynia ala bridal
“Mas turunkan aku malu “ Naynia yang digendong Daniel menjadi pusat perhatian
“Menurutlah, aku tak ingin kamu kelelahan berjalan.” Naynia yang takut jatuhpun akhirnya menurut dengan mengalungkan dua tangan ke leher Daniel dan menelusupkan wajahnya di dada Daniel.
__ADS_1
Daniel menurunkn Naynia secara perlahan dengan hati-hati Ke kursi penumpang. Ia duduk di sebelah Naynia.
“Ga, beli semua sisu hamil terbaik berbagai rasa.”
“Mas nggak semua tapi secukupnya saja.”
“Nggak sayang, kita harus memberi nutrisi terbaik untuk kedua anak kita.”
Naynia hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan Daniel.
“Perketat keamanan di mansion, jangan biarkan mamah masuk ke mansion selama aku bekerja. Mamah hanya bisa masuk saat aku ada di mansion.”
“Mas kenapa seperti itu?”
“Dengar sayang aku tak ingin kejadian minggu lalu terjadi. Kedua anak kita sudah ada di rahimmu sejak lima minggu lalu. Artinya saat mamah melukaimu dia juga melukai kedua anak kita. Syukurnya kandunganmu kuat.
Jika terjadi hal sama bahkan lebih parah, kita tak tahu apa yang terjadi padamu dan anak kita. Karena aku tak mungkin memarahi mamah sebagai tanda hormatku satu satunya cara tak memberinya kesempatan untuk melukaimu dan kedua anak kita.” Sejak duduk di sebelah Naynia Daniel merangkul bahu Naynia lalu menurunkan satu tangan di bahu melingkar di perutnya. Mengelus perut menyembul Naynia akan menjadi kebiasaannya saat ini.
“Baiklah mas aku ikut maunya kamu mas.”
“Istri penurut.” Daniel mengecup sekilas bibir seksi candu Naynia
“Mas kenapa ke kamar? Baby El pasti mencariku.”
“Istirahatlah dahulu, tak perlu mengkhawatirkan El. Saat waktunya kamu beristirahat banny telah jubtugaskan menjadi sepertimu.
“Maksudnya bagaimana mas?”
“Esok kamu. Akan tahu sayang.” Daniel m3rebahkan kepala di paha Naynia yang bersandar keranjsng kingsnya. Ia menyingkap dress selutut Naynia, mengangkat kepalanyacsedikit menutupi paha Naynia dengan selimut. Hanya telihat perut mulus menyembul Naynia
Naynia hanya tersenyum melihat tingkah Daniel.
“Hallo anak-anak daddy kalian benar-benar hadir di rahim mommymu. Daddy sungguh bahagia, ini alasannya perut mommy kalian sudah terlihat jelas krena kalian tumbuh berdua. Ingat jangan membuat mommy kalian kesusahan bahkan kesakitan saat daddy bekerja ok?” Ucap Daniel dengan tegas
“Mas jangan galak-galak sama anak-anaknya. Aku akan menikmati setiap waktu yan dilewati akan kehadiran mereka mas.”
“No mommy daddy hanya tak ingin kami membuat mommy terlalu kesusahan.” Daniel menggesek gesekkan hidung di perut Naynia menirukan suara anak kecil
Cup cup cup
__ADS_1
Berulang kali mengecup perut Naynia, Naynia pun membiarkan Daniel dengan ajtifitasnya. Naynia mengelus surai hitam milik Daniel
“Sayang apa kamu menginginkan sesuatu?” Tanya Daniel. Ia ingin menjadi suami dan ayah yang siaga
“Aku mau..,”Naynia malahbl tersipu malu dengan pipi merona ia cukup malu mengatakannya
“Mau apa sayang? Katakan?”
“Ingin tidur dipelukmu mas.” Permintaan sederhana namun mampu menenangkan hatinya
Daniel dengan sigap merubah posisi membawa Naynia dalam dekapannya dengan posisi rebahan untuk tidur.
“Tak perlu kamu mintapun aku akan selalu memelukmu sayang.” Daniel mengelus punggung Naynia yang tertutup dress
“Terimakasih mas, aroma tubuhmu menenangkan anak kita.”
“Bener hanya anak kita? Mommynya enggak? “Hal itu membuat Naynia tertawa kecil.
“Yaya aku jauh lebih merasa tenang menghirup aroma suamiku tersayang ini.”
"Haha jelas kamu tak bisa jauh dariku satang. Akan ku buat kau ketergantungan akan hadirku.” Daniel mukai melakukan aksinya menciumi wajah Naynia hingga ******* bibir seksi Naynia
“Mas hentikkan jangan kebablasan kita sudah melakukannya malam dan pagi tadi.”
“Baik-baikkah aku akan bersabar sampai ikrar terucap pekan ini.”
“Maksudmu?
“Kita akan menikah minggu ini sayang.”
“Tapi mas bagaimana menutupi perutku?”
“Kamu tak usah khawatir sayang, gaun pernikahan yang akan kamu gunakan akan menutupinya. Model gaun pernikahanmu telahku pilihkan. Kusa kira akan fitting ok.”
“Iya mas, lalu restu mamah “
“Kamu tak perlu mengkhawatirkannya lagi, kamu sudah berjanji kan untuk menerima keputusanku untuk menikah tanpa restu mamah.”
“Iya mas aku akan meneeima keputusanmu.”
__ADS_1