CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
87. Terus Bersandiwara


__ADS_3

Maaf episode sebelumnya ke up dua


Nih miss double up panjangan episode barunya


Jangan lupa, tong hilap, kudu harus dan wajib LIKE VOTE BUNGA nya zheyenx 🤗


Mas kita sudah terlalu lama di sini kita kembali lagi ke Ballroom. Pasti banyak kolega bisnismu yang mencarimu.”


“Baiklah,”


“Mas..”


“Iya sayang.”


“Aku..,“


“Mau ikut bersamaku menemui mereka?” Daniel peka terhadap kekhawatiran Naynia yang belum terbiasa berada di tengah-tengah kolega bisnisnya


Naynia mengangguk,


“Tapi jika kamu kelelahan katakan ya, jangan memaksakan. Aku tak ingin terjadi sesuatu kepadamu dan kedua anak kita.”


“Iya mas,”


“Daniel, selamat atas pernikahanmu.” Ucap Edgawan salah satu koleg bisnis Daniel yang bekerja sama sejak lama


“Terimakasih yah..”


“Istrimu sangat cantik, saya pikir kamu tak akan menikah lagi tuan. Ternyata sudah ada wanita cantik yang mengambil hati seorang Daniel. Puji Edgawan seorang pengusaha paruh baya yang ramah


“Karena Tuhan mempertemukan kami dengan cara tak disangka, saya memutuskan menikahinya sebelum ada yang mengambil wanita cantik yang menjadi istri saya saat ini.” Daniel merespon pujian sang kramah, Daniel bisa sekedat ini dengan Edgawan karena ia kolega terlama dan sudah dianggap seperti ayahnya


“Ayah doakan pernikahanmu kali ini langgeng hingga maut memisahkan, dan segera diberi momongan. Agar El memiliki teman bermain.”


“Aamiin terimakasih yah. Esok aku mamoir ke rumah ayah. Ada kabar bahagia lain yang ingin kusamoaikan.”


“Ok Niel, jangan lupa bawa istrimu dan El.


“Oya yah.”


“Ayah menyapa yang lain dahulu ya.”


“Iya tah.”


“Tuan Daniel congratulations, selamat atas pernikahannya. Tak pernah salah memilih wanita tuan. Jika dahulu bukan asli ibu pertiwi kini asli tanah ibu pertiwi yang ayu. Semoga pernikahan anda kali ini diberi keberkahan dan kebahagiaan tuan.”

__ADS_1


“Terimakasih tuan.”


Berbagai pujian dilontarkan kepada Naynia setiap kali Daniel menyapa koleg-kolega bisnisnya. Walau Naynia bermata sipit Naynia memiliki kecantikan ayu khas Indonesia. Siapapun yang melihatnya tak bosan. Apalagi dengan dandanannya kali ini, Naynia yang terbiasa tanpa make up, dengan polesan sedikit saja membuat semua orang terpana. Ditambah tubuh mungil berisinya.


Di tempat yang sama ada dua wanita yang merasa panas dengan pujian-pujian yang terlontar dari mulut-mulut kolega Daniel siapalagi jika bukan Mariana dan Fely.


Fely memang tak diundang tapi dengan nama kedua orang tuanya kini Fely sedang gencar mendekati pengusaha lainnya yang bernama Rifandi. Fely bisa datang ke pernikahan Daniel karena ajakan Rifandy.


“Niel, selamat ya atas prnikahanmu. Semoga kebahagiaan menyertaimu.” Ucap Rifandy yang baru datang. “Oh ya ini kenalkan calon istriku, Felycia.”


“Cih dia sekarang mencari mangsa,” umpat Daniel dalam hati dengan seringai kecil di bibirnya. Memang urusan pribadi Daniel tak ada yang tercium ke media apalagi itu hanya peorang kekasih.


“Ya aku mengenalnya, hallo Fely.”


“Hallo mas.”


“Wah ternyata kalian sudah kenal. Kenal dimana sayang?” Tanya Rifandy kepada Fely


Jelas hal itu membuat Fely bingung harus menjawab apa tak mungkin ia mengatakan mantan calon istri Daniel yang ditolak mentah-mentah apalagi dirinya menjebak Daniel. Fely juga memberanikan diri hadir karena tak ingin membuat Rifandy curiga.


“Dia anak teman mamahku Rifan.”


“Oh ternyata nyonya Bernandez mengenal mamahmu sayang.”


“ii..iya mas.” Jawab Fely dengan gugup


“Ok Rifan.” Jawab singjat Daniel yang sudah malas berurusan dnegan apapun tentang Fely . “Sebelum itu terjadi kamu akan tahu siapa Fely Rifan. Kamu pengusaha sukses yang bersih jangan sampai kelicikannya memanfaatkan kebaikanmu.” Batin Daniel yang telah memiliki rencana agar Rifandi tak terjebak rencana licik seorang Felycia


"Niel..," panggil Mariana yang menghampiri Daniel


"Iya mah,"


"Kolega papahmu di sana ingin bertemu denganmu."


"Baiklah, ayo sayang." Daniel mengenggam tangan Naynia


"Niel biarkan istrimu istrirahat sejenak dengan mamah di belakang stage. Apa kamu tak kasihan melihat istrimy berkeliling dari tadi." Akal bulus Mariana. "Kamu tak ingin Nay kelelahan kan Niel apalagi terjadi sesuatu kepada kedua anak kalian." Bisik Mariana di telinga Daniel meyakinkan Daniel untuk meninggalkan Naynia bersamanya


"Baiklah mah, sayang istirahatlah bersama mamah di belakang stage. Kamu pasti kelelahan." Daniel berbicara dua arah kepada Mariana dan Naynia


Naynia tak melepaskan genggamannya malah mengenggam semakin erat.


"Ayo Nay kasihan kedua calon cucu mamah jika sampai terjadi sesuatu." Mariana berucap selembut mungkin tak ada tatapan kebencian di matanya


"Iya mah, mas.."

__ADS_1


"Nanti aku menyusulmu ok." Daniel mengecup punggung tangan Naynia lalu berlalu ke kolega bisnis sang papah


"Jangan pernah katakan apapun pada Daniel tentang apa yang aku bicarakan. Jangan kamu pikir Daniel akan selalu mempercayai ucapanmu. Aku ibunya dia akan lebih mempercayaiku." Bisik Mariana di telinga Naynia yang sedang berjalan beriringan dengan mencengkram tangan Naynia


"Nay tak akan mengatakan apapun mah pada mas Daniel. Mohon lepas tangan mamah, tangan Nay sakit mah."


"Jangan harap jal*g." Mariana menghempaskan tubuh Naynia ke sofa di ruangan belakang panggung pengantin.


"Jangan menganggap dirimu memenangkan Daniel **** ***, karena tak menunggu lama Daniel akan membuangmu. Kamu dan anak-anakmu tak ada artinya di hidup Daniel. Ingat itu.


Mereka semua yang memujimu hanya bermuka dua di depan Daniel, bahkan jika mereka tahu kamus seorang pelayan merekapun tak sudi memujimu.


Kamu harus menyiapkan dirimu untuk segera pergi dari hidup Daniel dan jangan meminta belas kasihan karena dua anak haram dalam perutmu. Aku tahu trik licik wanita murahan sepertimu. Menjadikan anak untuk Daniel bertanggung jawab. Padahal belum tentu anak yang kamu kandung darah daging Daniel."


Naynia tak bisa melawan apalagi menyanggah setiap hinaan sang mertua. Ia hanya bisa menangis terisak atas semua hinaan Mariana.


"Hentikkan air mata palsumu j*lang dengar sampai kapanpun aku tak akan menerimamu menjadi istri Daniel dan menantuku."


Plok


Plok


Suara sepatu mendekat ruangan Mariana. Mariana yang sudah menghina Naynia dan membuatnya menangis tak merasa bersalah dan panik. Ia langsung mengambil posisi di samping Naynia.


Ceklek


"Sayang..," Daniel memanggil Naynia dengan melongokan kepala


"Mamah kan sudah bilang kamu istirahat saja, jadinya kan perutmu sakit." Mariana memainkan perannya dengan mengelus perut Naynia


"Ada apa dengan Nay mah?Apa yang sakit?" Daniel bertanya kepada Mariana dan Naynia sekaligus mengambil posisi di sisi lain Naynia


Naynia menggeleng. "Kurang ajar dia ingin mengacaukan sandiwaraku." Jerit Hati Mariana


"Kenapa sampai menangis seperti ini sayang? Daniel mengusap air mata di kedua pipi Naynia


. "Apa yang terjadi mah?" Daniel menatap sang mamah penuh selidik


"Mamah tak melakukan apapun Niel pada istrimu,. tadi istrimu mengeluh bawah perutnya sakit. Mungkin ia kelelahan."


"Niel akan membawa Nay pulang, memanggil dokter pribadi keluarga kita ke mansion. Bisakah Niel minta tolong mah?"


"Iya Niel kamu bawa Nay pulang takutnya terjadi sesuatu. Apa yang harus mamah lakukan untukmu Niel?"


"Niel mohon mamah dan papah temani kolega hingga wkatu berakhir. Sekitar setengah jam lagi pesta berakhir. Bisakah mah?"

__ADS_1


"Baiklah Niel . Pulanglah jaga menantu dan kedua calon cucu mamah." Bohongnya "Jika bukan karena Daniel tak sudi aku mengatakannya." Suara hati Mariana


__ADS_2