CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
38. Dua Calon Malaikat Kecil


__ADS_3

Coba tebak bener ga sih keyakinan Daniel akan adanya malaikat kecil yang sudah tumbuh di rahim Naynia???


Komen dong


Jangan lupa tinggalkan LIKE, VOTE, 🌹 hari senin nih Voucher baca nya pakai dong misstizenku 🤭🤗


Di saat pergulatan, sang lelaki mengatakan hanya satu kali saja sampai menuju puncak. Namun kenikmatan yang membuatnya merasakan indah duniawi membuatnya lagi dan lagi menggagahi sang wanita. Pergulatan tak terasa berlangsung hingga hitungan jam, Jam menunjukkan pukul dua dini hari.


Berjam-jam tak habisnya Daniel menggempur Naynia. Walau masih menginginkan Naynia. Daniel tak sampai hati melihat Naynia yang sudah kelelahan dengan bibir yang sudah membengkak karena ulahnya dan tanda kepemilikkan memenuhi beberapa bagian tubuh Naynia


Setelah puncak ke sekian kalinya Daniel mencium kening dan memeluk Naynia dalam dekapnnya. Keringat membasahi keduanya. “Terimakasih sayang, jika kamu ingin berubah pikiran untuk waktu mendapat restu mamah. Minggu depan aku ingin menikahimu.”


“Tidak mas, aku masih ingin mendapat restunya “ Lirih Naynia yang mengantuk dan kelelahan


“Baiklah sayang. Istirahatlah. Daniel mengelus-elus surai Naynia. Tak lama keduanya tertidur.


**


Hari demi hari terlewati sudah masuk minggu ketiga Daniel terus berusaha mendapatkan restu snag mamah. Namun sang mamah yang tahu maksud Daniel selalu menghinar.


Selama tiga minggu ini juga Daniel membuat Naynia repot. Selalu ingin dekat dengan Naynia. Akan pulang saat istirahat hanya untuk makan bersama dan melihat Naynianya bahkan akan telat ke Perusahaan hanya untuk bermanja-manja dengan Naynia hingga ia terlelap satu jam di kamar utama dengan memeluk Naynia.


Daniel merebut waktu baby El, kadang baby El menangis tak ingin di ninabobokan maid untuk tidur siang jika Daniel datang. Tapi bayi besar selalu memiliki cara ahar Naynia memilih dirinya dan membuat baby El teralihkan. Naynia seperti memiliki dua bayi. Satu bayi kecil dan satu bayi besar yang selalu meminta diklonin.


Bahkan beberapa waktu Naynia dibawa ke Perusahaannya hanya untuk menemaninya kerja saat tak ada jadwal meeting. Naynia hanya terdiam di ruangan Daniel melihat Daniel menandatangani tumpukan dokumen di mejanya.


Sesekali Daniel meminta Naynia mendekatinya, duduk dipangkuannya, menandatangai dokumen dengan memangku Naynia. Daniel juga meminta kepala Naynia bersandar di bahunya dengan wajah yang disembunyikkan di ceruk lehernya.

__ADS_1


Saat Daniel sibuk dengan jadwal meeting di luar, dan pulang ke mansion orang yang pertama ia cari Naynia nya. Menubruk tubuh Naynia, mengangkat Naynia ala bridal tanpa basa-basi hanya untuk melakukan kebiasaannya akhir-akhir ini mengecupi seluruh wajah sang wanita dan mengecupi perut serta berkomunikasi dengan perut rata Naynia sambil kepala Daniel direbahkan dipangkuan Naynia.


“Sayang...sayang..., Di mana?”


“Nona muda di dapur tuan.” Tanpa merespon ucapan salah satu maid. Daniel berlari ke dapur melihat Naynia yang sedang mengupas buah-buahan. Daniel yang sangat merindukkan Naynianya langsung memeluk Naynia dari belakang, mengecupi pipinya dari samping.


“Mas malu.., banyak maid.”


“Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan?” Ucap Daniel kepada maid-maid yang berada di dapur. Mereka pun menunduk dengan titah Daniel


“Hentikkan sayang," Daniel melepaskan pisau di tangan Naynia. "Lanjutkan pekerjaan istriku.” Titah Daniel kepada maid yang berada di dapur


Kebiasaan lain Daniel selalu menyebut Naynia dengan kata istriku kepada orang-orang di mansion dan orang terdekat lainnya. Padahal jela mereka belum menikah hanya hidup dalam satu atap yang sama.


“Mas..”


“Mas turunkan aku..,”


“Nggak sayang waktumu sudah cukup bersama El dan mengurusi urusan dapur sekarang waktunya untukku."


“Naynia mengalungkan tangannya di leher Daniel mengikuti titah sang kekasih. Mereka naik ke atas lift menuju kamar utama. Damiel menurunkan Naynia perlahan di atas ranjang. Lalu ia merebahkan kepala di pamgkuan Naynia


“Hallo anak-anak daddy. Apa kalian baik-baik saja di perut mommymu?” Daniel mengelus dan mengecupinya. Kali ini Daniel selalu menyingkap midi dress Naynia menutupi paha Naynia dengan selimut. Telihat perut putih mulus Naynia


“Ko anak-anak mas?”


“Mas bermimpi sayang mereka ada dua. Ada dua anak kecil memanggil mas dengan sebutan daddy."

__ADS_1


“Mas maafkan aku tapi aku tak merasakan keanehan di tubuhku. Bagaimana jika harapanmu semu?"


“Aku yakin mereka tumbuh sayang, jika tak adapun apa yang aku lakukan dan ucapkan adalah sebuah do’a yang kuucapkan berulang.”


Nayla menghela napas, antara bahagia dan khawatir. Khawatir akan mengecewakan harapan Daniel.


“Tak perlu menjadi beban untukmu sayang. Minggu deoan minggu terakhir usahaku meyakinkan mamah. Jika mamah masih menghindariku, aku akan mempersiapkan pernikahan kita.”


“Apakah tak ada sedikitpun harapan mas?”


“Tidak sayang, mas sudah bersuaha. Tapi mas akan tetap melakukan janji mas hingga minggu depan.*


“Baiklah aku akan menerima keputusanmu nanti.”


“Anak-anak daddy bersabar ok, mommymu sudah mau daddy nikahi. Jika kalian belum bertumbuh setelah menikah daddy dan mommymu akan rajin berusaha menumbuhkan kaian.” Daniel sudah tak menyentuh Naynia dua minggu semua atas komitmen berdua. Mereka tak ingin mereka sering melakukannya sebelum ikrar terucap. Walau Daniel harus tersiksa mengurung sang perkasanya di dalam sarang tanpa memasuki kandangnya


“Mas...”


“Hahaha.., kenapa merah gitu pipinya.” Goda Daniel menekan-nekan pipi Naynia yang agak chubby dari pangkuan Naynia


“Ketawa saja yang puas.” Naynia memutar bola malasnya


“Hahaha ampun..ampuun sayangnya mas." Daniel bangun dari pangkuan Naynia mencium bibir Naynia. Mereka hanya sebatas itu saja. Jangan tanyakan perubahan bibir bawah Naynia yang semakin berisi tebal dan seksi karena ulah Daniel yang tak pernah bosan mengabsen bibir ranumnya.


“Mas bolehkah besok aku ke rumah ibu dan ayah?”


“Bolehlah sayang. Besok mas tak bisa antar. Nggak apa-apa dengan supr saja?”

__ADS_1


"Nggak apa apa mas."


__ADS_2