CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
88. Kecerdikan Daniel


__ADS_3

“Terimakasih mah Niel dan Nay pamit.” Daniel membopong tubuh Naynia yang masih berbalut gaun pengantin ke luar ruangan


"Iya Niek hati-hati."


“Mas aku baik-baik saja, turunkan aku. Aku bisa berjalan sendiri. Malu akan dilihat banyak orang.” Naynia berbicara saat pintu ruangan Mariana tertutup


“Tak akan ada yang melihat kita, kita lewat pintu samping. Mobil juga sudah di depan sayang.”


Naynia jelas heran kapan Daniel menyiapkan mobil untuk mereka keluar dari Ballroom.


“Kita akan meninggalkan acara mas? Ini belum selesai. Aku baik-baik saja hanya sedikit lelah. Tak baik untukmu meninggalkan semua kolega bisnismu mas.”


“Yang terpenting bukan mereka tapi dirimu sayang.”


“Tapi aku baik-baik saja mas. Perutku tak begitu sakit.” Gumam Naynia dengan lirih menundukkan kepalanya masih dalam gendongan Daniel


“Aku tahu sayang apa yang terjadi. Untuk itu aku langsung segera menyusulmu. Apa tubuhmu baik-baik saja? Mamah menghempaskanmu dengan keras ke sofa.” Daniel memang sengaja membiarkan Mariana membawa Naynia ke kamar back stage untuk mengetahui kebenaran restunya


“Darimana mas tahu?” Naynia heran Daniel mengetahui apa yang Mariana lakukan


“Aku menyimpan CCTV di ruangan itu, dan salah satu anak buahku melaporkan hal yang terjadi padamu. Aku tahu sayang mamah belum merestui kita. Tak mungkin secepat kilat mamah merestui kita.


Aku tahu mamah sedang bersandiwara, aku ingin tahu sampai sejauh apa mamah akan berbuat. Tapi tak akan ku biarkan mamah menyentuh dan melukaimu serta kedua calon malaikat kita yang tak berdosa sama sekali.”


Daniel yang cerdik tak mudah dibohongi dengan kehadiran sang mamah secara tiba-tiba. Firasatnya tak mungkin Mariana merestui dirinya dengan Naynia secepat itu. Daniel jelas lebih tahu karakter sang wanita yang tinggal puluhan tahun bersamanya. Betapa besar keras kepala dan keinginannya untuk mencapai sesuatu.


Naynia sendiri terharu ternyata apa yang dilakukan Mariana tak luput dari pengawasan Daniel. Naynia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Daniel dan memeluk Daniel dengan air mata yang sudah tak bisa ditahannya.


"Terimakasih mas kamu melindungi kami dari mamahmu. Aku tak tahu mamah akan mengatakan hal menyakitkan apalagi jika kamu tak datang." Batin Naynia

__ADS_1


“Aku dan anak-anak kita tak kenapa-kenapa mas. Kami baik-baik saja. Hanya sedikit kaget jadi perutku agak menegang “


“Di bagian manakah sayang?” Daniel melepas pelukan Naynia khawatir menyentuh perut Naynia


“Hanya di bagian sini mas.” Naynia mengarahkan tangan Daniel ke bawah perutnya, gaun pengantin gelembung Naynia bisa disingkap dari pinggang dan dilepas pasang. Daniel melepaskan bagian gelembung gaun Naynia dan mengelus perut bawah Naynia


“Maafkan mas terlambat sayang. Mas pastikan saat mamah menemuimu kamu dan anak-anak kita aman. Kamu harus kuat dengan setiap ucapan menyakitkan mamah. Mas ingin tahu apa yang mau mamah lakukan dan sampai sejauh mana tindakan mamah. Mas juga baru tahu bahwa mamah tak menerima kehadiran anak kita."


“Mas apa yang kamu lakukan belum tentu berakhir baik mas. Aku takut hubunganmu dengan mamah kurang baik karenaku dan anak-anak kita.”


“Kamu tak usah memikirkan itu sayang. Dengan mas seolah tak tahu, mas bisa mencegah apa yang akan mamah lakukan sebelum jauh melangkah. Kamu, kedua anak kita, El dan mamah sama pentingnya bagiku. Aku mencintai kalian semua. Untuk itu mas tak ingin siapapun di antara kalian terluka. Mas akan melindungimu dan anak-anak kita."


“Maafkan aku mas membuat posisimu serba salah. Kehadiranku yang membuat posismu seperti ini.


“Mengapa kamu berkata seperti itu? Apakah kamu menyesal bertemu denganku?” Daniel berkata dengan tegas tak seperti nada bicara sebelumnya tak mengerti maksud sang istri


“Tak perlu memikirkan itu. Aku yang memintamu masuk ke dalam hidupku dan El. Memang selalu ada konsekuensi disetiap pilihan. Tapi kamu bukanlah pilihan yang membuat konsekuensi itu ada.


Aku dan kamu dipertemukan dalam ketidak sengajaan dan takdirNyalah yang mempersatukan kita. Mamah hanya satu dari ujian yang harus kita hadapi. Kamu cukup pegang tanganku dan bersandar padaku. Aku akan melakukan yang terbaik untuk keluarga kita sayang.”


“Terimakasih mas aku tak tahu harus berterimakasih dengan cara apa membalas semua kasih sayang dan cinta tulusmu.”


“Cukup selalu ada di sampingku, bertahan apapun yang terjadi sayang. Jika aku sudah memintamu ada dalam hidupku artinya aku akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untukmu dan anak-anak kita kelak. Aku hanya meminta kesabaranmu jika nanti aku tak sengaja melukaimu.”


“Selama itu bukan kekerasan dan pengkhianatan aku akan bertahan di sisimu mas.”


“Untuk sebuah kesetiaan kamu tak perlu meragukanku, aku tahu rasanya dikhianati jadi aku tak akan pernah mengkhianatimu. Tapi untuk sikapku yang masih tempramental aku mohon bersabarlah menghadapiku yang masih sering terbawa emosi. Aku tak akan melakukan kekerasan sayang. Jadilah penenang dalam hidupku sayang.”


“Iya mas aku pun akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu. Jika aku melakukan kesalahan aku mohon jangan sekalipun melakukan kekerasan. Aku takut saat melihatmu penuh emosi, aku akan bersabar dengan sikapmu. Akupun mau kamu bersabar menghadapi kesalahanku jika aku salah.”

__ADS_1


“Iya sayang kita saling belajar mengendalikan diri untuk kebaikan rumah tangga kita. Kamu wanita terakhir yang akan selalu ada di sampingku mengarungi rumah tangga hingga kelak kita dipertemukan kembali di syurgaNya.”


“Aamiin..terimakasi mas.” Naynia memeluk erat tubuh atletis Daniel yang langsung dibalas Daniel


"Anda sangat beruntung nyonya muda mendapatkan cinta tulus tuan Daniel. Ia tak akan pernah menyia-nyiakan anda. Selama anda tak mengkhianatinya.


Tak satupun wanita yang membuat tuan Daniel berbicara sehangat saat ini sekalipun mantan istrinya. Kelembutan anda mengubah dirinya nyonya. Bahkan ia mau mengikuti sandiwara nyonya besar untuk melindungi anda dan kedua bayi di kandungan anda." Suara hati Dirga yang mendengar pembicaraan kedua tuan dan nyonyanya.


"Kita ke Rumah Sakit P, Ga." Titah Daniel yang masih memeluk Naynia


"Baik tuan."


"Mas untuk apa ke sana? Perutku baik-baik saja."


"Aku ingin melihat mereka sayang." Kilah Daniel karena yang sebenarnya Daniel ingin memastikkan kandungan Naynia baik-baik saja. Daniel tahu jika ia tak berkata seperti itu Naynia tak ingin ke Rumah Sakit


"Kita baru melihatnya sebelum menikah mas."


"Tak apa aku merindukan melihat mereka secara langsung sayang."


"Tapi mereka masih kecil mas, wajah merekapun belum terlihat."


"Menurutlah sayang." Kali ini Daniel tak bisa berkata apapun karena memang usia kandungan Naynia masih sangat muda dan belum terbentuk sempurna


"Baiklah mas." Naynia pun menurut saja apa yang Daniel mau


Karena kesibukan miss di real life miss akan up satu hari satu episode tapi lumayan panjang ya


Biar miss semangat nyempetin up di tiga novel sekaligus boleh dong VOTE, LIKE,. KOPI nya sekali kali miss pengen rasain KOPI dari misstizen dong 🤭

__ADS_1


__ADS_2