CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
36. Antara Restu dan Malaikat Kecil Kami


__ADS_3

LIKE nya lagi


KOMEN nya lagi


HADIAH nya lagi


TINGGALIN DONG 😍🤗🤭


“Bagaimana jika kamu mencobanya mas. Berusaha terlebih dahulu mendapatkan restunya?”


“Jika masih tak direstui apakah kamu mau kita tak menikah? Dan membiarkan benihku tumbuh tanpa ikatan?”


Naynia menggeleng, baik Daniel maupun Naynia menilih duduk bersandar di kepala ranjang.


“Aku mau menikah dnegannu mas menjadi ibu baby El dan anak-anak kita. Bisakah kamu berusaha mendapatkan restunya hanya tiga bulan saja. Jika dalam waktu itu kita masih belum mendapat restu, aku ikut keputusanmu.”


Daniel menghela napas berat. “Tiga bulan waktu yang lama sayang. Bagaimana jika sudah tumbuh janin di rahimmu?” Daniel merebahkan kepala di pangkuan Naynia mencium perut Naynia


“Geli mas.” Naynia mengelus surai Daniel


“Hello sayang mommy menyuruh daddy menikahinya tiga bulan lagi, bagaimana jika kamu sudah berkembang di perut mommy? Beri sinyal kepada mommymu kamu sudah ada di rahimnya ok.” Daniel berbicara pada perut rata Naynia dengan memberi kecupan


“Ya Tuhan mas, ini perutku isinya makanan yang tadi makan loh. Kamu ngomong sendiri.”


“Hey sayang lihat mommymu tak yakin ada kamu di sini. Buktikan jika kamu semakin tumbuh besar. Buktikkan padanya kamu ada di perutnya ok.”


“Mas kamu ini lucu sih mengadu pada yang belum ada.” Naynia teetawa melihat tingkah Daniel yang menggemaskan

__ADS_1


“Lihatlah sayang jika dalam waktu beberapa minggu malaikat kecil kita akan membuktikkan keberadaannya. “ Kali ini Daniel menangkup kedua pipi Naynia dan mengecupi seluruh wajah Naynia.


“Baiklah aku aamiinkan. Tapi bagaimana jika malaikat kecil kita memang ada dalam beberapa waktu ke depan.”


“Ya kita menikahlah.”


“Lalu restunya??”


“Aku yang memutuskan, jangan ngeyel sayang.” Daniel mecubit hidung Naynia


“Aauw sakit mas.”


Cup


Cup


Cup


“Sudah..,sudah.., mas aku ngantuk.”


Tanpa merespon Daniel membawa Naynia dalam dekapannya, mengelus surai legam panjang Naynia.


“Cukup satu bulan sayang, mas akan mencoba mendapat restu mamah. Mas tak ingin jika benih mas tumbuh di rahimmu semakin besar tanpa ikatan. Mas tak akan membiarkan malaikat kecil kita tumbuh tanpa status sakral kedua orang tuanya.”


“Baiklah mas satu bulan cukup untukmu berusaha mendapatkan restunya.”


“Terimakasih sayang. “ Daniel mencium kening Naynia dan medekapnya.

__ADS_1


Lalu Daniel melepas dekapannya lalu menurunkan kepala di perut Naynia kembali.


"Sayang sudah malah kita istirahat dahulu ya, daddy dan mommy kelelahan berusaha menghadirkanmu di rahim mommymu." Daniel menciumi perut rata Naynia kembali


"Mas ko ngomong gitu sih. Beneran ada anaknya kedengeran lagi."


"Gapapa sayang jadi anak kita tahu daddy dan mommynya mengharapkaan kehadirannya.


"Baiklah..,baiklah..,aku ngantuk mas."


"Uuh sayang, mommymu ngiri sayang mau daddy peluk dan ciumi." Daniel pun kembali ke posisi awal dan memeluk Naynia. Naynia memukul dada bidang Daniel pelan. Mereka pun tertidur saling berpelukkan.


**


Daniel terbangun meraba ranjang sebelahnya Naynia sudah tak ada di sisinya. Ia bangun mencuci muka terlebih dahulu, lalu turun mencari sang calon istri.


Harum masakan yang selalu dirindukannya menenuhi indera penciumannya. Daniel melangkah ke dapur tempat Naynia berada. Ia memeluk Naynia dari belakang.


"Wangi sekali sayang, mas sudah lapar."


"Mas tunggu dahulu saja ya? Sebentar lagi selesai.'


"Morning kiss, sayang." Rengek Daniel yang menyandarkan kepala di bahu Naynia


Naynia membalikkan tubuhnya, memberi kecupan di bibir tipis Daniel. Bukan Daniel namanya jika melepaskan Naynia begitu saja. Ia malah menekan tengkuk Naynia menyecap, menghisap dan mengabsen seluruh isi mulut Naynia.


"Itu baru namanya morning kiss sayang." Daniel mengusap bibir Naynia yang basah dengan ibu jarinya . Di dapur hanya ada dirinya dan Naynia. Naynia meminta para maid beristirahat saja. Ia terbiasa melakukannya sendiri dan memberi waktu para maid rehat. Sebelum melakukan pekerjaan lainnya

__ADS_1


Naynia hanya memukul dada bidang Daniel dan mendorongnya memaksa Daniel duduk di kursi makan.


__ADS_2