
Keesokkan harinya Naynia ke rumah sang orang tua bersama baby El. Naynia bersama El dengan mobil yang dikemudikan sang supir sampai di rumah orangtuanya jam 11.30 Naynia.
Namun saat masuk Naynia dikejutkan dengan lelaki yang kemarin bilang tak bisa menemaninya, siapa lagi bukan Daniel.
"Mas ko ada di sini?”
“Nak ko bilang gitu sama calon suamimu, memang tak boleh mengunjungi calon mertuanya?”
“Enggak bu, saya memang memberi kejutan untuk Nay juga. Ada meeting yang di cancel jadi saya ke sini lebih dahulu, tanpa memberi tahunya “
“Oh begitu. Irene buatkan mbak dan masmu minum.” Panggil ibu kepada Irene adik Naynia
“Biar Nay saja bu,”
“Iya nak. Aduh cucu nenek, sini sama nenek. Makin tampan saja kamu nak.” Ibu Naynia mengambil alih baby El dari gendongan Naynia.
“Aku ke dalam dahulu ya mas.”
__ADS_1
“Iya sayang."
“Sini mbak yang buat dek.”
“Mbak kayaknya ada yang beda deh dengan mbak?”
“Beda apanya dek? Mba masih mbak ko nggak berubah jadi power ranger apalagi sailormoon.”
Obrolan terdengar oleh Daniel dan ibu Naynia. Dpaur dan ruang tamu hanya tersekat lemari pajang. Daniel hanya teesenyum mendengar percakapan kakak beradik tersebut Ia juga memperhatikkan sekeliling.
“Kamu ini ada-ada saja. Sudah mbak bawa minum ke depan dahulu.” Naynia pun membawa nampan berisi empat minuman untuk dirinya, Daniel, ibunya dan Irene. Diikuti Irene yang tak merespon ucapan Naynia namun masih memperhatikkan Naynia dari belakang
“Oh iya ternyata aku tahu mbak apa yang beda darimu?” Ucap Irene mengagetkan orang yang berada di ruang tamu ia baru saja mendudukan pant*atnya di sebelah ibu Naynia
“Memang apa yang beda dari mbakmu sih nak? Dari tadi ribut-ribut mulu di belakang malu tuh sama masmu.”
“Bibir mbak makin seksi dan berisi tuh.”
__ADS_1
Uhuk..uhuk..
Daniel yang sedang menyesap teh di cangkirnya tersedak. Bagaimana tak tersedak perubahan bibir seksi Naynia yang semakin berisi ulah dirinya setiap waktu jika ada kesempatan ia mencumbunya hingga membengkak.
“Kenapa nak? Pelan-pelan minumnya.” Ucap Ibu kepada Daniel
“Nggak apa-apa bu.” Daniel berusaha menetralkan keterkejutannya. Naynia pun sama dengan Daniel terkejut, bedanya pipi Naynia memanas dan memerah merona
“Mbak filler bibir ya? Biar seksi?”
“Apaan sih kamu dek nggak ada filler-filleran.”
“Mbak juga tambah berisi mon*tok loh.” Ucap Irene dengan kepolosannya mengungkapkan apa yang ingin dikatakannya begitu saja.
Naynia tak menggubris ucapan Irene. "Kamu ada-ada aja dek." Naynia memilih ke belakang membawa tisu untuk baby El yang sedang memakan cemilannya
Daniel baru sadar akan perubahan tubuh Naynia. “Apakah malaikat-malaikat kecil itu memang sudah tumbuh di rahim Naynia? Benar kata Irene perubahan tubuh Naynia lebih terlihat apalagi dibagian bokong dan payudara. Terakhir ku sentuh sudah masuk ke kepala tanganku. Sedangkan di awal.., yaa aku yakin. Anak-anak dalam mimpiku telah tumbuh di rahimnya." Batin Daniel menatap Naynia yang beranjak membawa tisu ke belakang . Memperhatikkan dari atas hingga bawah. Lekuk tubuh Naynia dengan bo*ong yang semakin berisi. Daniel juga mengingat saat menyentuh terakhir kalinya payudara Naynia ukurannya lebih besar dari awal pertama ia menyentuh, membesar sebesar kepalan tangannya.. Begitu banyak memori terulang yang mengingatkan dirinya akan perubahan pada tubuh Naynia
__ADS_1