CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
71. Tak Akan Meninggalkanmu


__ADS_3

Semangatin miss untuk Uo tiao bari dong misstizenku 🤗


LIKE, VOTE, dan BUNGANYA coba kencengin 🤗


Jangan lupa yaa follow instagram miss juga di @missnayla93


Setelah pertengkaran dengan sang mamah Daniel langsung masuk ke kamar utama yang bersebelahan dengan ruang kerjanya. Mencari wanita tercinta untuk menenangkan hatinya yang tersulut emosi.


Naynia sedang memilihkan baju kerja untuk Daniel. Di Walk in closet.


“Sayang..,” Daniel memeluk Naynia dari belakang menelusupkan wajahnya di ceruk leher Naynia menghirup aroma vanilla lavender kesukaan Naynia yang membuat Daniel tenang.


“Ayo sana siap-siap dulu mas. Sudah pukul setengah delapan. Kamu terlambat ke perusahaan nanti.”


“Aku bosnya mau datang kapan saja tak masalah.”


“Nggak bisa gitu dong mas. Walau kamu pemiliknya harus memberi contoh yang baik.”


“Biarkan seperti ini sayang. Anak kita menyusahkanmu kah?” Tangan Daniel mengelus perut menyembul Naynia


“Tidak sayang. Jangan pernah katakan seperti itu mereka akan sedih. Aku tak pernah merasa disusahkan oleh mereka mas. Apapun yang nanti aku rasakan seiring waktu mereka berkembang di rahimku aku akan menikmatinya.”


“Baiklah istriku. Aku ingn memejamkan mataku sebentar.”


“Ya sudah sana tidur dahulu. Nanti aku bangunkan.”


Daniel melepas pelukaannya, bukan nya berbalik ke kamar. Daniel malah menggendong Naynia ala bridal style

__ADS_1


“Eeh mas turunin mau apa? Bajumu belum siap loh .”


“Temani aku tidur sayang.”


“Mas masih pagi.”


“Hanya temani tidur disampingku sayang.” Daniel menurunkan tubuh Naynia perlahan di sisi ranjang kiri, ia mengecup kening Naynia lalu turun ke perut Naynia dan mengitari naik ke sisi ranjang sebelah kanan. Membawa tubuh Naynia dalam pelukannya


“Mas kamu istirahat sampai pukul berapa?”


“Jam sembilan saja. Aku ingin kamu menemaniku terlelap sayang.”


“Iya mas tidurlah.” Naynia mengelus punggung lebar Daniel yang memeluknya. Namun Daniel merenggangkan pelukan lalu mensejajarkan wajahnya dnegan wajah Naynia


Cup


Cup


Cup


“Mas sudah hentikkan, kapan kamu istirahat kalau gini “


“Hahaha suruh siapa istriku cantik dan semakin menggemaskan seperti ini." Terkahir Daniel mencium kening Naynia kembali lalu mendekapnya erat


“Makin hebat ya kamu mas menggombalnya.”


“Apa yang aku katakan sesuai dengan realitas sayang.”

__ADS_1


“Yayaya baiklah tuan gombal.”


“Sayang..,”


“Iya mas.”


“Jangan pernah berpikir untuk pergi apalagi meninggalkanku dan El.”


“Aku tak akan meninggalkanmu dan El mas. Kalian dua hal terpenting dan menjadi prioritas hidupku. Bagaimana aku akan meninggalkanmu mas disaat dua anak kita bergantung akan kehadiranmu mas.”


“Aku pegang janjimu sayang. Walau nanti banyak rintangan, bersabarlah di sampingku. Kamu tahu aku mudah emosi, penawar amarahku adalah dirimu. Jadi saat aku emosi kamu bagai air yang menyiram api yang membara. Jadi jangan biarkan aku membakar diriku sendiri.”


“Masku sayang, aku akan tetap di sisimu tapi ingat ada hal yang perlu kita biasakan mas. Jika dahulu emosimu sebesar bola basket, maka dengan perubahan status bertambahnya anakmu emosimu harus bisa kamu kecilkan sebesar bola pingpong.”


“Tak semudah itu sayang. Aku selalu mengkhawatirkan hilang kendali dan akan menyakitimu."


“Semua butuh proses mas. Asal ada kemauan yang besar. Tak perlu secepat kilat merubahnya tapi mulai sedikit demi sedikit menahan amarahmu. Mungkin aku akan memahamimu tapi orang lain belum tentu memahamimu mas.”


“Terimakasih sayang. Aku sangat mencintaimu dan anak-anak kita.”


“Aku juga mencintaimu mas. Meluknya jangan erat-erat aku nggak bisa bernapas mas.” Naynia mendorong sedikit dada bidan Daniel


“Jangan banyak bergerak sayang jika tak ingin perkasaku bangun dan menyerangmu.”


“Mas iih.,” Naynia yang malu menelusupkan wajah di dada Daniel


Daniel hanya tertawa dengan tingkah menggemaskan calon istrinya dan mendekap erat kembali Naynia

__ADS_1


__ADS_2