CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
98. Kesempatan Tiga Bulan


__ADS_3

Karena pekerjaan yang tak ada habisnya Dirga pulang sangat larut. Seluruh lampu ruangan telah dimatikan. Namun attentionnya teralihkan pada meja makan yang tertutup penutup makanan. Biasanya Bi Surti tak membuatkan makanan jika dirinya pulang larut.


Ketika Dirga membukanya sebuah note tertempel. “Tuan pasti lelah, jika tuan berkenan memakan masakanku tuan bisa menghabiskannya, semoga tuan suka.”


Dirga memang masih merasa lapar karena tadi ia tak bisa menikmati makan malamnya karena pekerjaan yang tak ada habisnya. Dirga pun memilih menggeser kursi makan dan mulai memasukkan nasi beserta lauknya ke piring di hadapannya.


“Mengapa masakannya bisa seenak buatan ibu?" Batin Dirga masih menikmati makanannya


Tanpa terasa semua menu yang dihidangkan habis tak tersisa. Dirga merasa kecanduan dengan citra rasa masakan Celia hingga menghabiskannya. Di balik pintu kamar tamu seorang gadis mengintip dengan membuka pintu sedikit mengembangkan senyuman di bibir mungilnya.


“Akhirnya tuan mau memakan masakanku,” gumam Celia


**


Beberapa hari ini Celia maupun Dirga tak bertemu karena Dirga yang pergi sebelum Celia bangun dan pulang setelah Celia tertidur.


Namun Celia masih selalu membuat makan malam untuk tuannya. Dan setiap pagi Celia selalu menemukan piring-piring masakannya sudah kosong. Jelas hal itu membuat dirinya bahagia.


“Bolehkah aku berharap Tuhan, setelah nikmatnya makananku masuk ke perut tuan Dirga bisa naik ke hatinya? Membuka sedikit celah untuk melihatku sebagai wanita dan istrinya?


Maafkan hambamu ini yang serakah setelah tuan Dirga membantuku aku ingin dicintainya seperti layaknya suami kepada istri.”


Tak terasa air mata turun begitu saja dari pipi mulus Celia. Celia sama seperti Chinthya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Dirga, namun dirinya tahu diri merasa tak pantas mencintai apalagi dicintai


Suara pintu apart terbuka, Celia segera menghapus air matanya. “Tuan anda sudah pulang?" Dirga yang membuka pintu, ia pulang lebih awal hari ini


“Hmm...," jawab Dirga sepeti biasa dengan deheman melewati Celia menuju meja makan, Celia berbalik berniat masuk ke kamarnya. Namun ucapan Dirga membuatnya urung masuk ke kamar.


“Temani aku makan malam Cel.”


“Baik tuan.” Celia menemani Dirga makan masakannya dengan lahap, menatap penuh damba lelaki tampan ciptaan Tuhan di hadapannya.


“Jangan menatapku dengan tatapan menggoda yang selalu kamu perlihatkan kepada lelaki – lelaki yang selalu kamu goda.” Lagi lagi Dirga mengatakan hal yang menyakiti Celia menganggap dirinya ja la ng

__ADS_1


Celia hanya menundukkan wajahnya.


“Mulai esok buatkan aku sarapan, makan siang dan malamku. Aku terima penawaran balas budimu dengan memasakan makanan untukku. Bukan sebagai istri yang melayani kebutuhannya.”


“Aku tahu tuan, aku tahu. Aku memang tak psntas menjadi istrimu. Aku tahu aku tak sebanding dirimu, anda selalu memperjelas kedudukanku.” Namun itu hanya jerit hati Celia. “Baik tuan,”


Dirga bisa melihat wajah Celia yang berubah sendu. Celia mengambil semua bekas makan Dirga ke wastafle dan mencucinya.


Namun hal yan tak Celia duga, Dirga memeluk dirinya dari belakang. “Maaf..,”ucap Dirga menyesal atas apa yang diucapkannya memang keterlaluan


“Eeh apa ini?” Batin Celia


“Saya belum terbiasa akan kehadiran orang asing di hidup saya. Saya beri kamu kesempatan.


Jika kamu bisa membuat saya mencintaimu selama tiga bulan, saya tak akan pernah membuat kesepakatan apapun atas pernikahan ini.


Kamu layak menjadi istriku sepenuhnya dan selamanya."


Ucapan Dirga bagai air yang mengguyur padang pasir yang gersang.


Celia membalikkan tubuhnya dan menatap manik mata bulat tajam Dirga. “Benarkah tuan?”


“Iya.” Jawab singkat Dirga namun matanya tak henti memandang mata lugu yang selalu menarik perhatiannya bahkan disela - sela kesibukannya wajah ceria Celia selalu menghantuinya.


“Terimakasih tuan.” Tanpa Celia Freya memeluk tubuh atletis Dirga, Dirga hanya diam tak membalas pelukkan Celia. Dirga tercengang namun tak menolak pelukan yang terasa hangat dan nyaman


Kedua jantung Celia dan Dirga terasa tak beraturan. Ya mereka sama-sama merasakan detak jantung tak karuan. Keduanya yang belum pernah menjalin kasih merasakan perasaan aneh.


“Maaf tuan.” Celia melepas kedua tangan yang memeluk Dirga. Namun satu tangan Dirga menahan pinggang Celia. Dirga menarik tubuh Celia kembali masuk ke dekapannya.


“Tuan..,”


“Biarkan seperti ini sebentar saja.” Kelelahan yang Dirga rasa meluruh semua saat Celia memeluknya, untuk itu ia masih membutuhkan pelukan menenangkan hatinya

__ADS_1


“Dia istriku, bukankah dia hakku? Tak apa jika aku memeluknya sebentar seperti ini. Ternyata pelukan mampu meluruhkan seluruh kelelahanku, menenangkan hatiku.” Batin Dirga masih dengan posisi memeluk Celia menikmati hangatnya pelukan dan aroma rambut Celia


“Walau tuan belum menganggapku istrinya, tapi sikap yang mulai menghangat seperti ini akan aku anggap bahwa dirinya telah membuka hatinya untukku. Aku akan memanfaatkan kesempatan untuk membuktikkan bahwa aku mampu membuatnya jatuh cinta dan bisa mengakuiku sebagai istrinya.” Batin Celia


“Terimakasih, beristirahatlah. Jangan bangun kesiangan siapkan sarapanku sebelum jam enam pagi. Aku harus pergi ke Perusahaan pagi sekali.” Dirga melepas pelukannya kembali berbicara dingin dan datar


“Baik tuan.”


“Satu lagi, jangan panggil aku tuan. Aku bukan tuanmu. Secara hukum kita suami istri. Panggil aku dengan sebutan yang membuatmu nyaman.”


“Baik tu..eeh kak.”


“Aku tak suka di panggil kakak, aku bukan kakakmu.”


“Iih tadi katanya sebutan yang membuatku nyaman tapi ka dalah.” Dumel Celia dalam hati


“Lalu aku garus memanggil apa? Suami, mas atau sayang?” Celia dengan berani mengajak Dirga bercanda


“Sayang? Kita tak sedekat itu panggil saya mas saja.”


“Baiklah mas. Aku istirahat dahulu.”


“Hmm..,”


Nih yang kangen Cerita Dirga Celia miss up lagi


Kasih datu chapter lagi sebelum chapter Daniel Naynia mau ga???


Mau ga?


Mau apa enggak?


Kalau mau kencengin LIKE, VOTE, BUNGA / KOPI nya atuhlah kali kali miss pengen dapet rangking 🤭

__ADS_1


Tapi kalau readersnya silent gini maah jauh banget yaa buat dapet rangking 😢


__ADS_2