
Hari ini Daniel melakukan tugas utamanya di Perusahaan dengan cepat namun tepat dan jelu. Daniel ingin segera bertemu dengan Evelyn. Bukan karena merindukannya namun ingin segera menyelesaikan hubungannya dengan Evelyn agar bisa memberikan status yang jelas untuk Naynia.
Pukul tujuh malam Daniel baru selesai dengan setumpuk dokumen di mejanya. Dengan segera Daniel menuju rwstoran yang sudah direservasi oleh Dirga. Dirga mengendarai mobil yang membawa Daniel dengan kecepatan sedang.
Hanya dua puluh lima menit Daniel bisa sampai ke restoran yang dituju. Evelyn yang sangat antusias menantukkan kehadiran Daniel pun sudah sampai tiga puluh menit lalu. Tidak masalah menunggu Daniel karena baginya tiga puluh menit bukan hal yang lama dibandingkan dengan tujuannya datang ke Indonesia. Evelyn memiliki tujuan datang ke Indonesia. Evelyn ingin Daniel menikahinya dengan tujuan agar dia mendapatkan nafkah yang memenuhi kehidupan sosialitanya.
Namun berbeda dengan Daniel yang sudah mengetahui keburukan Evelyn tak ada sedikitpun niatan untuk dirinya menikahi Evelyn walau Evelyn mpernah berjasa atas keterpurukannya disaat dirinya menderita akan pengkhianatan dan perpisahan.
“Niel kamu sudah datang.” Evelyn menyambut Daniel dengan mata berbinar dan senyum lebarnya mendekat Daniel dan berniat memeluk Daniel
“Duduklah,” Titah Daniel yang menghindar akan pelukan Evelyn dan melewatinya duduk di kursi yang tersedia. Evelyn yang merasa heran dengan sikap Daniel yang dingin semenjak bertemu pun hanya tertegun di tempatnya berdiri dan mengikuti Daniel duduk di kursi yang berhadapan dengan Daniel
“Niel, apa ada yang salah? Mengapa kamu berubah? Apa aku melakukan kesalahan?”
“Pilihlah menu untuk makan malam sekarang, baru kita bahas apa kesalahanmu.”
__ADS_1
Deg
Evelyn yang memang merasa menyembunyikan banyak hal langsung gelisah, dia takut Daniel mengetahui semua kelakuan aslinya di Paris. Walau terkejut Evelyn berusaha mengendalikan kegugupannya dan memilih menu makan malam mereka. Hanya seouluh menit makanan yang dipesan keduanya bisa di santap. Mereka makan dalam keheningan hanya suara sendok dan garfu yang terdengar.
“Apa tujuanmu datang ke sini, Lyn?” Ucap Daniel dengan nada biasa namun dengan ekpresi datar dan dingin
“Mengapa kamu bertanya seperti itu Niel? Tanpa kamu tanya pasti kamu tahukan aku sangat merindukanmu Niel?”
“Aku tak memiliki banyak waktu untuk mendengar basa-basimu Evelyn.”
“Tak perlu dijelaskan kamu sendiri lebih tahu apa kesalahanmu.”
“Niel aku benar-benar tidak paham maksudmu. Ok aku akan perjelas tujuanku. Aku ingin kita segera menikah, saat ini aku sudah siap menjadi istrimu “
“Ciih, jangan harap kau menjadi istriku apalagi menjadi ibu sambung El.” Daniel melemparkan amplop besar coklat berisi dokumen bukti kelakuan Evelyn selama di Paris.
__ADS_1
Evelyn sungguh terkejut dengan apa yang diucapkan Daniel ditambah amplop besar yang dilemparkan di hadapannya. Dengan hati yang cukup kacau Evelyn membuka dokuemn yang berada di dalam amplop. Belum selesai keterkejutan ucapan Daniel, Evelyn sangat terkejut dengan isi dokumen amplop tersebut. Evelyn membelalakan mata dengan beberapa lembar dokumen dan foto-foto kebersamaannya bersama lelaki-lelaki berbeda.
“Niel aku bisa menjelaskan ini semua.” Evelyn memberanikan diri membela diri
Daniel yang menatap Evelyn dengan tajan sejak pembicaraan setelah makan, semakin menatap Evelyn dengan mengintimidasi dan tajam.
“Tidak ada yang harus kamu jelaskan ja*lan*g, semua bukti kelakuanmu sudah jelas. Aku tidak sudi menikahimu apalagi menjadikanmu ibu sambung untuk El. Walau aku mencintaimu, tapi aku tak sudi hidup bersama seorang j*l*ng yang telah tersentuh berbagai lelaki. Apa jadinya anak-anakku kelak. Tingginya ilmu yang kamu miliki tidak sepadan dengan sikap dan akhlakmu.”
“Niel maafkan aku, aku ter...,” belum juga Evelyn menyelesaikan ucapannya Daniel sudah memotong ucapannya.
“Pergi dari hadapanku, selagi aku memintamu dengan baik-baik. Jangan pernah muncul di depanku lagi, jika itu terjadi kamu tahu apa yang akan aku lakukan.” Evelyn cukup takut dengan tatapan tajam dan ucapan Daniel yang terdengar dingin. Evelyn tahu jika Daniel akan berbuat apapun untuk menghancurkan orang yang mekhianatinya, namun Daniel cukup berbaik hati agar Evelyn tidak muncul di hadapannya kembali.
Dengan berat hati dan kacau Evelyn meninggalkam restoran dan akan segera pergi dari Indonesi kembali ke Paris. Tapi bukan Evelyn namanya jika dia menerima perlakuan Daniel begitu saja. “Aku akan mencari cara membalaskan rasa sakitku Niel. Lihat dan tunggulah.” Evelyn dalam hati dengan berjalan menuju keluar restoran.
Miss baru up di sini moon maap ya misstizenku. REAL LIFE miss lagi hectic banget 🤭
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, ramaikan Komen, HADIAH 🌹 dan share ajak siapapun untuk baca novel miss 🥰🤗