CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
76. Perkara Ayam Rica


__ADS_3

“Karena hanya aku yang boleh melihatnya, jas ini hanya akan dikenakan menuju mobil. Naynia boleh menggunakan dress ini hanya selama di hadapanku tan.”


“Ya Tuhan Niel dasar tuan bucin bin posesif.”


“Kami pamit tan terimakasih.” Daniel tak merespon sebutan sang tante kepada dirinya


“Terimakasih banyak tante mau kami repotkan.” Pamit Naynia mencium pipi kiri kanan Adelia


“Tidaklah sayang tante tak merasa direpotkan. Jaga kesehatanmu, jangan selalu memberinya jatah anak-anakmu masih sangat kecil dan rentan.” Bisik Adelia dengan mengelus-ngelus perut menyembul Naynia


“Iya tante terimakasih.” Naynia hanya tersenyum menanggapi ucapan tante Adelia


“Ayo sayang, “ Daniel menggenggam tangan mungil Naynia menuju mobil mereka yang sudah siap di depan butik


“Mas dress ini terlalu pendek untukku, perutku juga terlihat jelas.”


“Tak apa sayang, mulai saat ini kamu gunakan ini di mansion. Saat ke kantor menemaniku ada dress khusus yang akan menggunakan outfit blazer. “ Daniel menyiapkan beberapa outfit untuk Naynia saat menemani dirinya ke perusahaan.


“Tapi saat hanya bersamaku berdua di ruangan kamu harus melepas blazernya sayang. Hanya aku yang boleh melihatmu mengenakan dress seperti ini.” Bisik Daniel ke telinga Naynia


Naynia selalu hanya bisa dibuat tersipu oleh Daniel yang membuat dirinya bagai wanita terberuntung dicintai dan diperlakukan baik oleh seorang Daniel yang terkenal dingin dan kejam.


Daniel selalu menunjukkan sisi hangat kepadanya. Dan Naynia menyukai itu apalagi keposesifan Daniel terhadap dirinya.


Mungkin banyak wanita yang tak menyukai lelaki posesif tapi bagi Naynia ke posesifan pasangan merupakan hal yang membuatnya bahagia. Ia merasa sangat dicintai.


"Aku ikut maumu saja mas."


"Istri penurutku. Kita makan siang dahulu, pasti anak-anak kita sudah lapar. Iya kan anak-anak daddy?" Daniel mengecup perut Naynia yang tertutup pakaian

__ADS_1


"Iya daddy." Ucap Naynia menirukan suara anak kecil mengelus surai rambut Daniel


**


Daniel membawa Naynia ke restoran yang menyediakan makanan western dan makanan nusantara.


"Kamu mau makan apa sayang."


"Aku ingin ayam rica pedas sekali mas, tanpa nasi."


"Tidak boleh pedas sayang, kamu sedang mengandung. Mereka akan kepedasan jika kamu makan pedas."


"Mas mereka tak akan kepedasan, aku sedang ingin rica-rica pedas mas. Mereka juga yang mau."


"Tidak boleh itu maumu bukan mau mereka sayang. Aku tahu itu."


"Sayang kenapa sampai menangis?"


"Aku sangat menginginkannya mas, kamu tega melarangnya." Naynia terisak hanya karena Daniel melarang memakan makanan pedas


Daniel menghela napas. "Baiklah, satu ayam rica pedas tanpa nasi dengan satu mangkuk soup." Ucap Daniel kepada pelayan. "Ricanya pedas tapi jangan terlalu pedas."


"Mas tapi aku ingin yang pedas sekali." Naynia terisak kembali


"Baiklah, ikuti kemauan istriku." Terpaksa Daniel mengiyakan kemauan Naynia


"Terimakasih mas." Mata seketika Naynia berbinar dengan izin Daniel


"Apa ini yang disebut ngidam? Dahulu saat dia mengandung El aku benar tak merasakan bagaimana dia mengidam hingga aku tak tahu jika ini yang dimaksud mengidam. Bisa secepat kilat berubah mood seperti ini. Sabar Niel demi kedua anakmu." Batin Daniel yang menahan kekesalannya karena Naynia tak menurutinya

__ADS_1


Pesanan tak lama datang, Naynia langsung memakan ayam rica yang sudah terbayang dibenaknya.


"Aku ingin mencobanya," Daniel menusuk satu potong kecil daging ayam di piring Naynia ke mulutnya, ia ingin merasakan sepedas apa makanan yang lahap dimakan calon istrinya.


Naynia pun membiarkan Daniel memakan ayam di piringnya


"Astaga sayang ini bukan ayang yang diberi pedas, tapi pedas diayami. Hentikkan..,hentikkan..,mengapa kamu tak kepedasan sama sekali." Daniel meminum minuman miliknya hingga tandas tak bersisa


"Ini memang tidak pedas mas, ini nikmat sekali mas."


"Sayang aku mohon berhenti memakannya, perutmu akan sakit jika dilanjutkan memakannya."


"Mas tapi aku mash ingin memakannya," Mata Naynia sudah bekaca-kaca


Kali ini Daniel mengusap wajahnya dengan kasar keringat menetes di dahinya karena rasa pedas membakar mulutnya.


"Terserah makan saja jika masih menginginkannya." Ucap Daniel dengan dingin


Naynia yang sensitif melihat ekpresi dingin dan ucapan datar Daniel menjadi tak bernafsu memakannya kembali.


"Aku sudah tak ingin mas. Aku kenyang."


Daniel mengernyitkan dahi semakin heran dengan tingkah sang calon istrinya


"Benar-benar menguji kesabaranku," batin Daniel


Like nya zheyenx jangan di skip di like setiap episode yang miss Up 🙏🏻


Jangan lupa VOTE, BUNGA dan ramaikan komennya 🤗

__ADS_1


__ADS_2