CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
31. Berharap Malaikat Kecil Tumbuh Di Rahimmu


__ADS_3

"Ucapan adalah sebuah do’a maka kukatakan untuk sebuah harapan dan do’a untuk keluarga kecil kita sayang. Maka katakan aamiin untuk ucapanku." Lagi-lagi Daniel membuat pipi Naynia terasa panas karena ucapan dan perlakuannya yang mencoum punggung tangan Naynia


“Aamiin.., memang mas ingin El memiliki teman bermain? Bukankah El sudah cukup untuk kita.” Daniel menyentil kening Naynia pelan


“El akan menjadi abang terbesar yang menjadi kakak dari adik-adiknya dan jelas itu akan terlahir dari rahimmu sayang. Mari kita membuat kesebelasan sepak bola.”


“Haah kesebelasan sepak bola??? Mas enak aku lemas.”


“Hahahaha kamu lemas aku yang akan bertanggung jawab memulihkan energimu sayang.” Daniel tertawa dengan celoteh polos Naynia dengan menangkup kedua pipi Naynia menatap mata sang wanita tercinta


“Nggak lucu loh mas, aku serius. Malah tertawa.” Jelas Naynia mencebikkan bibir dan disambut ciuman dalam Daniel kembali, lalu mengusap bibir ranum Naynia dengan ibu jarinya


“Mas nggak bercanda sayang. Mas ingin memiliki anak yang banyak dari rahimmu. Mari kita rencanakan dengan baik. Jika kita menikah tahun ini, tahun depan akan ada satu malaikat kecil. Setelah usianya enam bulan mari kita membuatnya kembali. Tahun berikut dan berikutnya pun.” Daniel menatap langit-langit menyandarkan kepala ke ranjang sofa mengenadah ke atas membayangkan ramainya keluarga yang ia bangun dengan Naynia


“Mengapa ingin memiliki anak yang banyak mas?”


“Karena mas tak ingn El ataupun anak-anak kita merasa kesepian karena anak tunggal atau hanya berdua saja. Mas merasakan itu sayang. Betapa kesepiannya mas saat kedua orang tua mas sibuk dengan urusannya. Tak mudah menemukan teman atau sahabat yang kita percayai. Untuk itu mas tak mau El atau anak yang terlah'r dari rahimmu merasakan hal yang sama. Kita juga akan menua bersama. Jika hanya satu atau dua mereka akan cepat meninggalkan kita sayang.”


Naynia pun bersandar di bahu Daniel. “Baiklah aku mau ikutnya mas, semoga do’amu terkabul dan Tuhan memberikan kita izin memiliki anak yang cukup. Tapi tiak sampai kesebelasan juga mas. “ Naynia terkekeh dengan kalimat teeakhirnya

__ADS_1


“Lalu mau satu tim apa?”


“Satu tim Voly saja tanpa cadangan.”


“Baiklah itu tak terlalu buruk. Ayo kita makan. Kali ini biar mas yang melayanimu.” Daniel memasukkan beberapa menu ke piring Naynia.


“Mas ko banyak banget.”


“Berdua lebih baik sayang.” Daniel memasukkan menu yang cukup banyak dalam satu piring, ia menyuapi Naynia dan dirinya.


“Sini biar aku saja mas.”


“Baiklah tuan besar.”


“Aku bukan tuanmu sayang.”


“Lalu?”


“Kamu ratuku dan aku rajamu.” Daniel jelas melihat wajah tersipu malu Naynia yang menggemaskan. “Pipimu merah sekali sayang.” Daniel sengaja menggoda Naynia

__ADS_1


“Mas..,” Naynia memukul lengan kekar Daniel. Keduanya tertawa bersama.


“Bersiaplah, hari ini harinya kita.”


“Mau kemana mas?”


"Rahasia."


"Mulai rahasia-rahasiaan."


"Kalau tidak dirahasiakan namanya bukan surprise sayang."


"Baiklah masku. Tapi aku tak membawa pakaian."


"Lihatlah di samping kirimu." Tunjuk Daniel ke meja samping Naynia. Satu paper bag berisi midi drees lengan pendek deep blue yang sangat cocok dengan kulit kuning langsat Naynia. Daniel sudah meminta Dirga menyiapkan pakaian baru untuk dirinya dan Naynia


"Terimakasih mas. Aku ganti pakaian dahulu."


"Iya sayang." Naynia masuk ke kamar mandi

__ADS_1


__ADS_2