CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka

CEO Kejam Penoreh Dan Penyembuh Luka
41. Pertama Kali Berpisah


__ADS_3

Mereka sudah sampai di mansion megah Daniel


Naynia menidurkan baby El yang tertidur di mobil. Lalu menyusul Daniel ke kamar utama.


“Mas biar aku yang siapkan, istirahatlah dahulu.” Daniel malah menuntun Naynia ke sofa ia duduk di sofa melingkarkan tangan ke pinggang Naynia yang berdiri di hadapannya


“Aku akan merindukanmu sayang, jika bisa mengajakmu aku ingin kamu ikut sayang.”


“Kasihan El mas jika aku ikut.”


"Bukan hanya El tapi baby-baby kita mereka sepertinya masih sangat kecil, cukup beresiko jika kamu ikut bersamaku dengan memakai pesawat."


“Tapi mas maafkan aku, di rahimku belum tentu sudah tumbuh janin dari benihmu. Aku juga merasakan ada tanda-tanda aku akan datang bulan mas." Naynia tak tega mengatakan bahwa dirinya datang bulan tiga hari lalu, walau hanya flek itu pun hanya satu hari. Tapi lebih baik ia tak memberi harapan besar kepada Daniel


“Apa?”


“Iya mas,” terlihat jelas kekecewaan di wajah Daniel. “Maafkan aku mas.”


“Tak perlu meminta maaf sayang. Kita belum dipercayai mungkin Tuhan memang ingin kita menikah dahulu.”


“Iya mas. Kamu hati-hati di sana ya?”


Daniel hanya mengangguk memeluk Naynia dengan kepala bersandar diperut rata Naynia, Naynia mengelus surai hitam Daniel.


“Mengapa daddy sangat yakin kalian ada di rahim mommymu sayang? Mimpi, detakan setiap aku mengelus perut mommy kalian di malam hari , seperti ada desiran aneh dihati daddy sama saat El ada dikandungan mamahnya.” Batin Daniel yang cukup kecewa dengan harapan yang dibuatnya sendiri


Setelah semua siap Daniel pun satu jam lagi ia harus sudah di bandara Soekarno-Hatta.


“Mas pergi ya, “ Daniel memeluk Nayla dalam dekapannya di depan pintu keluar


“Iya mas, ini kapan perginya kalau terus memelukku?” Daniel berkata pergi namun masih memeluk Naynia

__ADS_1


"Jika bisa mas yang tak turun tangan mas tak ingin pergi meninggalkanmu sayang.”


“Mas kita masih bisa ketemu malamkan?”


“Baiklah mas pergi,” Daniel melepas dekapannya mencium seluruh bagian wajah Naynia dan terakhir mencium dalam bibir Naynia. “Mas akan merindukkan bibir manismu yang seksi dan berisi seperti filler ini sayang." Daniel tertawa mengingat ucapan polos sang adik Naynia


“Ya ampun mas..” Merekapun tertawa bersama.


"Adikmu tak tahu saja bibirmu rajin difiller manual oleh masmu ini.” Daniel malah membuat lelucon menghibur dirinya sendiri yang melow akan meninggalkan sang pujaan hati untuk pertama kalinya


“Mas iih..,” Naynia malah malu dengan penuturan Daniel


“Hahaha.., iya mas pergi nih.” Kali ini Daniel mencium lama kening Naynia


"Iya kabari aku jika sudah sampai di sana."


**


"Malam tuan." Sapa Ragil kepada Daniel


"Malam, bisa kamu jelaskan bagaimana bisa terjadi?"


Ragil menjelaskan bersama bukti yang dia dapatkan mengapa bisa dana proyek itu dikorupsi. Kontraktor yang bekerja sama dengan Daniel memiliki beberapa usaha di Paris dan Amerika.


Ada hal ganjal yang Daniel rasa, tak mungkin seorang pengusaha biasa bisa mengalihkan dana sebanyak itu dalam waktu singkat.


"Dirga siapkan hotel terdekat dari sini, kita akan menginap." Daniel memutuskan tak akan pulang malam ini, ada hal ganjil yang terjadi dalam korupsi secara besar-besaran ini


"Baik tuan." Dirga dengan cepat membooking hotel berbintang yang tak jauh dari pembangunan resort


Daniel dan Dirga baru sampai di hotel pukul sebelas malam.

__ADS_1


"Istirahatlah Ga,”


“Baik tuan.” Daniel dan Dirga pun masuk ke kamar hotel masing-masing.


Daniel bisa bernapas lega setidaknya ia bisa beristirahat. Daniel juga hingga malam belum mengabari sang wanitanya.


Daniel memilih membersihkan tubuh dahulu, lalu merebahkan tubuh di ranjang suite hotel tersebut. Walau malam sudah larut Daniel yang sangat merindukan wanitanya mencoba menghubungi Naynia dengan video call.


Panggilan Video Daniel baru diangkat panggilan ketiga. Wajah bare face Naynia yang terbangun terpampang jelas di layar gawai Daniel.


“Sayang sudah tidur ya? Maaf mas membangunkanmu.”


“Iya mas nggak apa-apa. Kamu sampai pukul berapa?”


“Pukul enam sore. Masa baru selesai meeting. Maaf mas nggak bisa pulang hari ini.”


“Iya mas tak apa, beristirahatlah pasti mas lelah.”


“Tapi mas sangat merindukanmu sayang. Mas tidak bisa tidur.”


“Aku temani mas sampai tidur ya.”


“Nanti kamu kelelahan sayang,”


Naynia menggeleng, “Nggak akan mas, jika lelah aku bisa beristirahat.”


“Baiklah, apa El rewel?”


“Tidak mas.”


“Syukurlah, kamu jangan terlalu kelelahan minta bantuanlah kepada maid untuk mengurus El, aku tak mau kamu sakit.” Ucap Daniel dengan khawatir. “Aku khawatir padamu dan malaikat-malaikat kecil kita sayang” Tapi hanya dalam hati Daniel

__ADS_1


“Iya mas aku akan meminta bantuan maid jika lelah.”


__ADS_2