
Setelah meeting berlangsung Dirga memang terlihat gelisah namun masih bisa profesional.
“Cin, alu akan membawa oekerjaanku ke aparrement. Ada hal urgent yang harus aku lakukan.”
“Serius kamu Ga? Tumben sekali kamu mau membawa pekerjaan ke apartemenmu.” Cinthya merada heran karena selama ini Dirga belum pernah sekalipun membawa oekerjaan ke apartemennya
“Serius, ada hal yang harus saya urusi segera.”
“Baiklah, hati-hati. Jika kamu membutuhkan bantuan hubungi aku.”
“Iya Cint thanks.” Dirga membawa dokumen-dokumen penting ke mobilnya. Urusan urgent yang dimaksud urusan darurat hatinya yang merasa gusar dengan melihat sang istri dirangkul oleh teman sejawatnya.
Dirga mengendarai mobil mewahnya ke tempat yayasan Celia. Dirga masuk ke dalamnya bertanya mengenai Celia kepada reseptionist
“Sore mbak Celianya ada?’
“Mbak Celia masih mengajar anak-anak pa. Bapak siapa Celia?”
Gadis seusia Celia menatap penuh selidik Dirga dari atas hingga kepala.
“Kakak sepupu.” Bohong Dirga
“Oh kakak sepupu nya mbak Celia. Tunggu ya kak, mbak Celia bentar lagi juga selesai sekitar setengah jam lagi.”
“Baiklah terimakasih. Saya tunggu di mobil.” Dirga menunggu di mobil
Ketika di dalam mobil Dirga menghubungi anak buahnya.
“Kirimkan laporan selama mengikuti kegiatan istriku.”
“Baik tuan.” Anak buah Diega mengirim kegiatan Celia selama di luar apart Dirga
Dirga membuka surel dari ponselnya. Beberapa kegiatan Celia yang mengajari anak-anak usia anak-anak. Mengajari cara membaca dan berhitung. Dari identitas yang pernah ditelusuri Dirga, pendidikan terakhir Celia hanya Sekolah Menengah Atas. Setelah dua minggu kelulusannya kedua orang tua Celia kecelakaan hingga ia tak dapat melanjutkan pendidikannya.
Selama ini ia hidup bekerja serabutan mulai dari membantu warung kecil-kecilan, office girl, penfajar private matematika anak sd hingga jasa pengangkut barang di pasar. Celia lakukan terpaksa demi membantu sang paman tante dan kehidupannya. Untuk itu ia selalu memakai pakaian layaknya preman. Sebagai cara untuk melindungi dirinya sendiri.
Baru beberapa waktu Celia menjadi sukarelawan yang mau mengajari anak-anak di Yayasan panti asuhan terdekat di lingkungan rumahnya.
“Hidupmu sudah cukup berat tapi masih mau membantu anak-anak yatim dengan sukarelawan. Apakah kamu benar-benar wanita baik-baik yang belum tersentuh Cel?” Batin Dirga
Dari kejauhan Dirga melihat Celia keluar dari pintu yayasan baru keluar dari pintu Dirga menghentikkan langkahnya.
“Hati-hati ya dek, besok kita diskusikan lagi.” Lelaki seunuran Celia yang berbeda saat pagi hari mengelu puncak kepala Celia
Tangan Dorga mengepal melihat pemdandangan di hadapannya.
“Celia.” Panggil Dirga jaraknya dan Celia sangat dekat
“Mas..”
“Siapa dek?”
“Kakak sepupuku mas.” Celia menjawabnya dengan jelas. Celia pikir Dirga juga mengakui dirinya adik sepupu untuk itu ia mengatakan Dirga kakak sepupunya seduai kemauannya.
Dirga jelas semakin mengepalkan tangannya, “Berani sekali dia menerima elusan di kepalanya di depanku yang jelas-jelas suaminya.” Batin Dirga
“Ayo pulang Cel.”
“Hallo mas kenalkan saya Axel, salah satu sukarelawan di sini juga.” Axel mengulurkan tangannya kepada Dirga
“Dirga,” jawab Dirga datar dan dingin menerima uluran tangan Axel. “Kami permisi dahulu.” Dirga menarik tangan Celia sedikit kasar
Axel mengernyitkan dahi merasa gelagat anatara adik dan kakak sepupu yang aneh. Namun ia berusaha berpikiran positif dan membiarkan Celia masuk ke mobil Dirga.
__ADS_1
“Masuk,” ucap Dirga setelah membuka pintu untuk Celia
Dirga yang menahan amarah, menahan diri untuk tak emosi di sepanjang jalan menuju apartemen. Celia juga hanya diam menatap jendela keluar. Sampai pintu apartemenpun masih tak ada yang bersua, namun Dirga yang membuka suara pertama kali.
“Bersihkan tubuhmu dahulu, setelahnya kita bicara di ruang kerjaku.”
“Baik tuan.”
“Lagi-lagi dia memanggilku tuan.” Kesal Dirga dalam hati
Bagaimana tak menjadi dilema untuk seorang Celia, Dirga yang memberinya kesempatan untuk membuatnya jatuh cinta tapi Dirga juga yang mematahkan dirinya dengan status dirinya di depan sekretaris di kantornya. Celia menjadi bingung apakah harus melanjutkan usahanya emmbuat Dirga jatuh cinta atau membiarkan waktu berlalu hingga tiga bulan, membiarkan Dirga tak jatuh cinta dan membuat kesepakatan?
Dirga yang lebih dahulu selesai dengan aktifitas membersihkan tubuhnya sudah menunggu Celia di ruang kerjanya.
Tak lama pintu ruang kerja Dirga diketuk.
“Masuk.” Suara Dirga dari dalam. “Duduklah.” Dirga dan Celia duduk berhadapan di sofa yang ada di ruang kerja tersebut.
“Terimakasih tuan.”
“Bukankah sudah sepakat tak memanggilku tuan.”
“Maaf tuan, sepertinya kedudukan saya memang seseorang yang harus selalu mematuhi anda sebagai tuan saya.”
Dirga mengernyitkan dahinya.
“Maksudnya?”
“Mungkin anda yang lebih paham apa status saya di mata anda dan orang-orang di luar.”
“Apa ini gadis tersinggung oleh ucapanku kepada Cinthya makanya tadi dia mengatakan aku kaka sepupunya?” Batin Dirga
“Ok saya perjelas status kita. Saya adalah suamimu dan kamu adalah istri saya. Bukan maksud saya tak ingin mengakuimu sebagai istri saya, tapi pekerjaan saya yang tidak bisa membuat saya mengakui segalanya dengan mudah sampai saya bisa membicarakan ini dengan tuan besar saya. Untuk itu status yang paling aman adalah adik sepupu, kamu atau saya tak akan menjadi bahan gunjingan karena hidup dalam satu atap.”
“Saya akan mengikuti baiknya anda tuan.”
“Saya lebih pantas disebut budak anda dibanding istri anda tuan.” Celia berbicara dengan lantang dan tak kalah berani
“Kamu tak mengerti alasan saya mengajuimu sebagai adik sepupu haah? Atau kamu juga memang tak ingin mengakui saya sebagai suami karena takut lelaki-lelaki yang memberi kehangatan di luar sana meninggalkanmu haah?”
“Maksud tuan apa? Saya tak serendah itu walau saya tahu diri anda telah membantu saya.”
“Cih, jangan so suci berapa lelaki yang dengan mudah menyentuh tubuhmu haah?”
Tadakah seorang suami yang menganggap istrinya seperti ini. Anda memang memiliki harta, tampan dan berpendidikan tinggi. Tapi ucapan anda tak mencerminkan seseorang yang berpendidikan.” Dengan Berani Celia mengatakan isi hatinya, ealau lulusan Sekolah Menangah Atas Celia didik menkadi gadis yang berakhlak bik oleh orang tuanya
“Seorang kamu mengatakan soal pendidikan tahu apa kamu haah? Memang kenyataan kamu tak menolak siapapun menyentuhmu, lalu mengapa saya sebagai suamimu tak boleh menyentuhmu haah?” Dirha tersulut emosi
“Karena anda tak pantas menyentuh saya.”
Dirga yang tersulut emosi melepas kaosnya dan berpuutar arah melewati meja diantara mereka ke sofa yang diduduki Celia dan mm engukung tubuh Delia
“Oh ya darimananya saya tak pantas menyentuhmu.” Delia yang tak bermaksud menantang mencoba menguatkan hati emnatap tajam Dirga
“Anda lelaki ku rang a jar yang tak bisa menghargai wanita.”
Tanpa permisi “Dirga mencium rakus bibir Celia, menekan tengkuk lehernya dengan kedua tangannya. Celia memberontak dengan kedua tangannya memukul dada bidang Dirga. Namun tenaganya tak sebanding dengan tenaga Dirga bahkan kedua tangan Celia dicekal satu tangan Dirga dan dinaikkan ke atas.
Ciuman kasar Dirga membuat air mata Celia lurih begitu saja. Air mata Celia jatuh membasahi pipi Dirga, Dirga pun menghentikkan ciuman kasar yang menerobos masuk membelit lidah Celia.
Memundurkan wajahnya, melepas kedua tangan Celia kesempatan itu diambil Celia
Plaakk
__ADS_1
Tamparan mendarat sempurna di pipi Dirga. Bahkan Celia mendorong Dirga hingga terduduk di meja yang berhadapan dengan sofa duduknya, tanpa berkata apapun Celia keluar berlari dari ruang kerja Dirga keluar apartemen.
Dirga hanya mematung ditempatnya, ketika ia tersadar. “Shiit kenapa aku jadi cemburu buta? Mengambil ciumannya dengan kasar.” Dirga mengusap kasar wajahnya, mencoba mengejar Celia keluar ruangan namun pintu apartemen sudah tertutup. Dirga kembali ke ruangbkerja untuk menggunakan kaosnya kembali dan mengambil mobil di meja kerjanya, namun dering telepon menghentikkan langkahnya untuk menyusul Celia.
“Hallo Cin ada apa?”
“Apa??”
“Ok tolong siapkan semuanya, dalam tiga puluh menit saya ada di bandara.”
“Shiit.., ini yang paling saya benci ketika memiliki pasangan. Hal urgent berhubungan dengan Perusahaan tak bisa saya tinggalkan apalagi amanah tuan Daniel.” Hal ini salah satu alasan Dirga tak ingin menikah atau memiliki pasangan dahulu karena ia tahu kepentingan tuannua masih prioritas utamanya. Dirga belum mau menghadapi hal rumit menghadapi kerumitan wanita seperti saat ini. Harus mengejar seorang wanita yang marah dan membujuknya.
Tapi bagaimanapun kini Celia sudah menjadi istri resminya di mata agama dan hukum, ia juga mengerti kewajiban dan tanggung jawab sebagi seorang pemimpin rumah tangga. Apalagi ditambah perasaannya yang tak karuan kepada Celia. Dirga memang tak paham apa yang terjadi padanya akhir-akhir ini. Namun perasaan marah semakin jelas saat Celianya disenruh lelaki atau berbicara dengan lelaki lain.
Dirga mencoba menghubungi ponsel Celia namun tak ada jawaban hingga berulang kali.
“Akan ku beri waktu untuk menenangkan diri, maafkan aku Cell. Aku akan menyelesaikan setelah urusanku di Lombok.” Dirga yang harus menyelesaikan permasalahan pembangunan resort di Lombok malam ini juga segera membereskan keperluannya untuk langsung menuju bandara.
Tiga puluh menit Dirga sudah di bandara dan Cinthya sudah menunggunya. Mereka memasuki pesawat menuju Lombok.
“Kenapa bisa terjadi Cin?”
“Dari orang lapangan bilang ada keganjalan dengan kecelakaan yang terjadi Ga. Apa ada hubungannya dengan kasus korupsi kemarin? Ini hanya pradugaku apa masih ada pengkhianat di dalam proyek yang ingin mengacaukan pembangunan resort?”
“Entahlah Cin, kita harus pastikan dahulu di sana. Kamu jangan dahulu memberi tahu tuan Daniel.”
“Bukannya harusnya Daniel sudah pulang?”
“Tuan Daniel meminta waktu tiga minggu ke depan aku yang mengurus segalanya. Ia ingin mengajak nyonya Naynia honeymoon ke beberapa negara.”
“Apa?? Astaga Niel minta dihajar sekali dia. Jelas istrinya sudah mengandung masih belum puas.” Cinthya menggelengkan kepala memiliki pemikira yang sama
“Cinthya saja berpikiran yang sama demganku,” batin Dirga
“Lalu kamu terima begitu saja Ga?”
“Ya aku harus bagaimana lagi. Tapi tak apa, biar nyonya Naynia dan anaknya sehat karena tuan Daniel memberikan kebahagiaan.”
“Cih sudah banyak tekanan di pekerjaan yang harusnya Daniel pegang masih ikut berbahagia.” Dengus Cinthya
“Jika saya bilang tak kesal saya bohong. Tapi melihat nyonya Naynia dan tuan Daniel bahagia itu lebih membuat saya tenang. Mereka bisa hidup tanpa gangguan nyonya Mariana atau Fely lagi. Sudah cukup nyonya Naynia mendapat perlakuan tak baik dari nyonya Mariana dan Fely.”
“Beruntung sekali Naynia dicintai Daniel dan didukung oleh asistennya seperti kamu Ga.”
“Mungkin nyonya Naynia banyak melakukan kebaikkan di kehidupannya. Tuan Daniel adalah orang yang tepat memberikan kebahagiaan untuk kesabaran nyonya Naynia. Saya hanya berdoa kehidupan keluarga mereka selalu dilimpahi kebahagiaan dan dilindungi Tuhan. Dijauhi dari mereka yang bermakud berniat tak baik.”
“Harusnya kamu juga sudah memiliki istri, Ga. Biar ada yang mengurusmu.”
Dirga yang sedang minum tersedak.
“Yaelah kayak anak kecil aja kamu, Ga. Sampe tersedak gitu.” Cinthya yang memang dianggap sahabat dibiarkan menepuk-nepuk dadanya
“Soal itu belakangan. Aku harus memastikkan kelahiran baby twins tuan dan nyonya baik-baik saja.”
“Jadi kamu berniat akan menikah setelah kelahiran anak Daniel?”
Dirga hanya mengangkat bahunya “ Entahlah, bagaimana garis Takdir menuntunku.” Dirga dengan datar. “Menuntunku untuk tetap bersama Celia atau tidak, aku tak mengerti dengan perasaanku saat ini padanya. Perasaanku seolah dipermainkannya. Bahagia, kesal, marah, bahkan cemburu.” Suara hati Dirga
Nih miss up yang harusnya dua episode jadi satu mayan panjang ingin up CRAZY
tapi kerjaa lagi CRAZY nih zheyenx tapi miss usahain sampai akhir bulan crazy up makannya DUKUNG biar miss semangat nih
KOPI KOPI MANA KOPI miss pengen NGOPI bosen dikasih BUNGA mulu 🤭🤣
__ADS_1
Tapi ga nolak kalau dikasih apalagi sampe dilamar 🤣🤣😅
Maaf juga kalau banya typo ya ntar miss revisi kalau udh nyantai 🤭