
Saat ini Daniel dan Naynia sudah berada di salah satu ruang VVIP sebuah restoran mewah. Tak lama pintu terbuka masuklah sang klient Dion Pt Erva Grup dengan asistennya.
“Selamat siang tuan Daniel maaf menunggu.” Dion menjabat tangan Daniel namun matanya sekilas memperhatikkan Naynia yang berada di samping Daniel
“Siang tuan Dion, tidak masalah. Sebelum kita memulai meetingnya, mari kita nikmati makan siang terlebih dahulu.” Ucap Daniel dengan wibawanya
“Baik tuan, terimakasih untuk makan siangnya.” Ucap Dion yang menatap Daniel lalu selalu beralih pandangan ke arah Naynia. Naynia memang wanita cantik khas Indonesia apalagi dengan postur tubuh proposional. Tinggi yang cukup, tubuh yang cukup berisi dibagian tertentu dengan lekuk tubuh sempurna untuk gadis sesusianya. Ditambah wajah mungil, hidung mancung mungil dan bibir yang cukup berisi dan seksi. Apalagi jika sedikit diubah fashion dan tampilannya membuat Naynia mencolok dan menjadi pusat perhatian.
Meeting pun berlangsung, sang asisten Dion lah yang mempresentasikan kerja sama milik PT Erva Grup di hadapan Daniel. Sejak awal masuk hingga meeting berlangsung Daniel memperhatikkan gerak gerik Dion yang terus mencuri pandang kepada Naynia. Daniel merutuki keputusannya yang membawa serta Naynia karena Naynia menjadi santapan pandangan lelaki brengsek seperti Dion. Ada rasa marah dan kesal membara di hati Daniel tiap kali tatapan Dion kepada Naynia. Seperti menemukan mangsanya. Saat kerja sama terjalinpun dengan lancang Dion mencari kesempatan.
“Terimakasih atas kesempatannya tuan Daniel, semoga kerja sama kita bisa membuahkan hasil yang saling menguntungkan.” Dion menjabat tangan Daniel
“Ok, Dion.” Daniel yang menahan kesalnya tidak memanggil Dion dengan tuan lagi dan membalas jabat tangan dengan ekpresi dingin dan datar tak seramah di awal.
“Bolehkah saya juga menjabat tangan asisten anda sebagai rasa terimakasih karena menemani anda melakukan meeting ini.”
Naynia tertegun dengan ucapan Dion. Naynia merasa heran dengan permintaan aneh dari klient.
“Sorry, Dion ini bukan asisten saya. Dia calon istri saya.” Daniel melingkarkan tangan kanan di pinggang Nayla dan menarik Nayla lebih dekat.
Dion yang mendengar itu cukup terkejut. Sebelah tangannya terkepal.
“Maaf tuan Daniel atas kelancangan saya. Terimakasih atas kesempatan kerja dama dan saya pamit.” Dengan perasaan dongkol Dion keluar dari ruangan tersebut diikuti asistennya.
Dan Nayla yang mendengar penuturan Daniel sangat terkejut. “Apa maksud tuan Daniel mengatakan tersebut di depan klientnya. Jika nyonya besar tahu matilah aku” Nayla membatin. Belum cukup keterkejutan Naynia. Daniel malah merengkuh Naynia dalam dekapannya membuat Naynia membelalakan mata.
“Tuan..,”Naynia mencoba memundurkan tubuh namun tangan Daniel telah melingkar dipinggangnya sehingga Naynia tak bisa melepaskan diri.
“Tak bisakah sekali tak memberontak gadis kecil. Saya hanya ingin memeluk tubuh kecilmu. Kenapa kamu pendek sih? Sejak kapan rambutmu harum?” Daniel berbicara sembarang menikmati diri memeluk gadis kecil semasa kecilnya. Naynia adalah wanita kecil yang menolongnya saat mereka kanak-kanak. Namun Naynia tiba-tiba menghilang dan tak pernah bertemu kembali di taman komplek dahulu.
“Astaga apa-apaan beruang kutub ini meluk seenaknya, ngaku-ngaku calon suami, ngomong ngawur kesana kemari lagi. Jangan-jangan kesamber setan bisa aneh gini. Eeh tapi nyaman dipeluk tuan Daniel. Astaga nggak boleh nanti kalau nyonya dan nenek lampir tahu matilah riwayatku.” Nayla dalam hati. Nyonya yang dimaksud Feli dan nenek yang dimaksud mamah Daniel.
Daniel memang sejak pagi ingin memeluk gadis kecilnya. Namun baru terwujud saat ini. Tapi karena rasa gengsinya. Daniel langsung mendorong tubuh Naynia dari pelukannya.
“Keenakan kamu saya peluk. Ikut saya.” Ucap Daniel tanpa dosa berlalu meninggalkan Naynia yang melongo dengan sikapnya yang aneh. “Ngapain masih melongo, kamu tidak dengar? Ikut saya.” Titah Daniel yang sudah berada dekat pintu namun tak merasa ada yang mengikuti. Naynia masih melongo di tempatnya.
__ADS_1
“Ba..aaik tuan.” Jawab Naynia dengan gugup mengikuti Daniel ke luar ruangan.
Di dalam mobil sunyi sepi tak ada kata ataupun kalimat yang keluar dari kedua insan yang sama – sama merasa canggung. Namun akhirnya Naynia memberanikan diri bertanya.
“Sekarang mau kemana tuan?”
“Tidak usah banyak bertanya, ikuti saja.”
“Baik tuan.”
Mobil yang ditumpangi Daniel dan Naynia berhenti di sebuah butik besar.
“Turun,” titah Daniel kepada Naynia
Tanpa menjawab Naynia turun dari mobil mengikuti Daniel dari belakang.
“Niel...,” sapa seorang wanita paruh baya sekitar umur 48 tahun yang bernama Adelia. Merentangkan kedua tangan kepada Daniel untuk dipeluknya
“Hallo tante,” Daniel memeluk tubuh wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tersebut.
Daniel menggeser tubuhnya membiarkan Adelia sang tante adik dari papahnya melihat Naynia.
“Siapa wanita cantik nan manis ini, Niel? Dia kekasihmu?”
Daniel mengangkat bahu. “Niel ingin dia menggunakan pakaian seperti yang digunakannya saat ini. Sesuaikan untuk kebutuhan saat kami di kantor, di luar untuk meeting bersama klient dan saat dia berada di rumah.”
“Oh My Good Niel jadi dia, akhirnya kamu memilih wanita yang benar dan tepat Niel. Kapan kamu meresmikan dia menjadi ibu El Niel?”
“Entahlah, do’akan saja.”
“Hay manis siapa namamu?”
“Nama saya Naynia nyonya.” Jawab Naynia dengan senyum kikuk. Naynia sempat tertegun dengan percakapan kedua tante ponakan di hadapannya hanya menggeleng karena percakapan mereka dianggap percakapan ngawur seperti yang dikatakan Daniel kepada klientnya sebelum ke sini. Naynia menganggap ucapan Daniel hanya ucapan ngawur dan sembarang. Tanpa tahu bahwa Daniel serius dengan yang diucapkannya.
“Hey manis panggil saya tante, bukan nyonya. Kamu juga calon ponakan iparku. Ayo ikut.”
__ADS_1
“Iya nyo eeh tante.” Naynia mengikuti kemauan sang tante dihadapannya dan mengikuti masuk ke ruang penuh pakaian cantik dan elegant
“Ayo kamu pilih yang membuatmu nyaman sayang." Adelia meminta Naynia memilih pakaiannya.
Naynia pun mencoba memilih – milih. Namun sungguh terkejut dengan bandrol harga yang menempel dipakaian tersebut. Satu mini dress yang Naynia sentuh saja harganya lima juta. Apalagi yang lainnya. Naynia memundurkan diri.
“Tante, terimakasih untuk kesempatan saya untuk memilihnya. Tapi saya lebih nyaman menggunakan pakaian yang biasa saya gunakan.” Naynia menolak dengan halus.
'Astaga kamu ya, sini pakai ini sayang. Ini Daniel yang meninta sayang, bukan keinginamu. Jadi terima dan nikmati saja sebagai rezekimu.”
Adelia memberikan beberapa helai mini dress ke tangan Naynia mendorong Naynia ke ruang ganti.
“Niel masuklah tunggu gadis manismu di sini. Tante bawakan model lagi yang cocok untuk gadismu ke atas sebentar.”
“Ok tan.” Daniel pun menunggu Naynia, tak menunggu lama Naynia keluar dan dikejutkan dengan Daniel yang berada di hadapannya. Daniel gagal fokus bukan pakaian Naynia yang menjadi sorotan tapi bibir tebal merah cerry Naynia karena langsung berhadapan dengannya. Daniel yang tidak bisa mengendaikan diri saat melihat Naynia mendorong Naynia masuk ke ruang ganti. Menempelkan bibirnya ke bibir Naynia tanpa permisi. Naynia yang tak siap tak bisa memberontak karena Daniel mendorong dirinya ke dinding dengan tangan yang ditahan kedua tangan Daniel. Daniel mencium bibir Naynia dengan lembut, memaksa memasuki mulut Naynia. Naynia berontakpun tak bisa. Hingga Naynia memejamkan mata menikmati cumbuan Daniel tanpa membalas. Karena Naynia yang tak pernah berciuman tak tahu seperti apa balasan cumbuan Daniel yang membuat jantungnya berdebar tak karuan. Naynia pun merasakan getaran jantung Daniel yang sama cepat dengan dirinya.
Saat Daniel rasa Naynia tenang menerima cumbuannya Daniel melepas kedua tangan yang mencekal Naynia dan menekan tengkuk Naynia untuk memperdalam cumbuannya. Dirasa Naynia kehabisan napas, Daniel melepaskan cumbuannya. Menatap mata Naynia penuh damba. Mengusap bibir Naynia yang basah akan cumbuannya.
“Jaga setiap inci tubuhmu hanya untukku. Waktu itu kamu bertanya apa yang bisa kamu lakukan untuk menebus kesalahanmu terhadap El?” Daniel menempelkan keningnya ke kening Naynia dengan memejamkan mata namun berucap lembut
Naynia yang terhipnotis dengan perlakuan Daniel hanya bisa terdiam, menikmati perlakuan Daniel dan mengangguk atas pertanyaan Daniel.
“Hal yang harus kamu lakukan adalah menjadi ibu El dan istriku.” Dengan refleks Naynia mendorong Daniel sekuat tenaga karena terkejut dengan pernyataan Daniel.
...Miss up di sini ayooo ngumpul kesini juga...
...Tadinya miss ga akan lanjutin Novel ini tapi miss seneng ada lumayan misstizen yang merespon novel ini dnegan baik...
...Jadi miss putuskan akan Up lagi. Karrna novel pertama miss menuju Tamat jadi miss bisa up sedikit demi sedikit di novel ini...
...Pada suka ga tokoh Daniel dan Naynia?...
...Masukkannya dong misstizenku 🤭...
...Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMEN & HADIAH 🌹🤭
__ADS_1
...