Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa
Kita putus


__ADS_3

Sejak semalam Nisa tidak bisa memejamkan matanya, ia terus memikirkan percakapan Austin dan Felicya di telepon yang terdengar mesra. Dia menyesal kenapa tidak langsung menanyakannya sehingga dia tidak di liputi rasa penasaran seperti sekarang.


Nisa yakin kalau Felicya tidak hanya menganggap Austin seorang sahabat tapi lebih dari itu. Karena setiap mereka bertemu Felicya selalu bergelayut manja pada Austin.


Hingga menjelang pagi Nisa baru bisa menutup matanya, begitu juga dengan Austin dari semalam dia juga memikirkan gadisnya itu. Dia masih berfikir entah kesalahan apa yang sudah dia perbuat, sehingga gadisnya itu biasanya ceria tiba-tiba tampak muram.


Jarum jam menunjukkan pukul tujuh pagi, Austin sudah berdiri di depan pintu kamar Nisa. Ia mencoba mengetuk beberapa kali tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar tersebut.


Kemudian Austin turun ke lantai bawah, ia mencari pelayan untuk meminta kunci cadangan. Setelah mendapatkannya ia langsung membuka kamar tersebut.


ceklekk


Bunyi suara pintu terbuka, di lihatnya Nisa masih terlelap tidur. Austin langsung merebahkan badannya di sampingnya. Memandangi wajah gadisnya itu dengan seksama, dia merasa begitu mencintai gadis itu, tapi seketika raut wajahnya berubah menjadi muram ketika mengingat beberapa hari yang lalu orang tuanya berniat menjodohkannya dengan Felicya dan menyuruhnya segera bertunangan.


Flashback on


Malam itu Austin makan malam bersama kedua orang tuanya di salah satu restoran chinese food favorit mereka.


"Sayang bagaimana hubungan kamu dengan Felicya ?" tanya nyonya Celine.


"Baik Ma." Jawab Austin singkat.


"Mama dan papa sudah membicarakan ini pada orang tua Feli, kami sepakat menjodohkan kalian."


"tapi Ma, Austin cuma anggap Feli seorang adik tidak lebih dari itu."


"Mama dan Papa dulu juga di jodohkan, tapi lambat laut cinta itu tumbuh seiringnya kami bersama, ya kan Pa ?" nyonya Celine melihat ke arah suaminya.


"tapi kalau kamu sudah punya pacar kenalkan pada kami segera, tapi ingat wanita itu harus sepadan dengan kita. Papa tidak mau keturunan Gunawan lahir dari perempuan dengan status sosial rendahan." ujar tuan Michael tegas.


"Papa akan beri waktu dua bulan untuk mencari wanita yang sepadan dengan kita, kalau kamu tidak mendapatkannya. Kamu harus tunangan dengan Felicya dan segera menikahinya. Setelah itu Papa akan serahkan posisi CEO pada kamu." ucapnya lagi masih dengan suara tegasnya.


"Baik Pa." sahut Austin singkat. Karena selama ini dia memang tidak pernah sedikitpun membantah perkataan orang tuanya.


Flashback off


Pukul sebelas siang Nisa baru membuka matanya, ia merasa tubuhnya terasa berat. Di lihatnya Austin tidur terlelap dengan memeluknya.


"Austin sejak kapan kamu disini ?" gumam Nisa.


Austin yang merasa ada pergerakan di sampingnya, ia segera membuka matanya. "Pagi sayang." ucapnya.

__ADS_1


"Ini udah siang Austin." sahut Nisa, ia memperhatikan jam di atas nakas.


"Kenapa kamu bisa disini, bukannya pintunya aku kunci ?" ucapnya lagi.


"Pake pintu Doraemon."


"Nggak lucu." Nisa mencebikkan bibirnya.


cup


Austin mengecup bibir Nisa. "Austin sudah deh aku lagi marah sama kamu." ujar Nisa.


"Aku ada salah ?"


"Tentu saja, kemarin kamu terdengar mesra waktu berbicara di telepon."


"Jadi gara-gara itu kamu semalam marah, itu Feli sayang dia sudah seperti adikku sendiri."


"Dia sepertinya suka sama kamu."


"Aku tidak perduli sayang, karena kamu sudah meragukanku maka aku akan menghukum mu." ujar Austin, ia menggelitik pinggang Nisa.


Nisa yang sudah tidak tahan di gelitik, ia langsung lari ke kamar mandi. Austin tertawa girang, sepertinya menggoda gadisnya itu adalah hal yang paling menyenangkan baginya.


Setelah dua hari menghabiskan liburan di villa, Nisa kembali bekerja di cafe seperti biasa. Sore itu terlihat seorang wanita cantik dan anggun bak seorang model masuk ke dalam Cafe.


"Apa kamu pelayan yang bernama Nisa ?" tunjuk Felicya dengan angkuh sesampainya ia di meja kasir.


"Felicya ?" batin Nisa.


"i - iya aku Nisa."


"Hei dengar cewek kampung , jauhi Austin jangan harap kamu bisa menjadi nyonya Gunawan. Austin tunanganku sebentar lagi kita akan menikah." Ancam Felicya kemudian dia berlalu pergi meninggalkan Cafe.


Nisa masih tampak tidak mengerti dengan perkataan Felicya barusan, pertunangan, pernikahan, nyonya Gunawan kata-kata itu begitu terngiang-ngiang di kepalanya. Mita yang ada di sebelahnya langsung membuyarkan lamunannya.


"Nis, kamu kenal perempuan tadi. Kenapa dia menyebut nama tuan Austin, tuan Austin Gunawan kan pelanggan Cafe kita, yang dulu pernah ngerjain kamu ?"


"Nggak, aku tidak kenal." ujar Nisa.


Selama ini Nisa selalu tertutup tentang hubungannya dengan Austin, meskipun Mita adalah teman dekatnya di Cafe.

__ADS_1


"Kamu tahu, tuan Austin Gunawan itu orang terkaya di kota ini. Dia pewaris tunggal perusahaan GG Corps."


Mendengar Perkataan Mita, Nisa langsung terduduk lemas. Bagaimana bisa seseorang yang dia pacari beberapa bulan ini tega membohonginya.


Setelah pulang kerja Nisa mencoba mencari kebenaran tentang Austin, satu-satunya tempat yang dia tahu adalah apartemennya. Sesampainya di lobby Apartemen, Nisa menghampiri pos security.


"Selamat sore pak ?"


"Loh Nona temannya tuan Austin yang dulu pernah kesini kan ?"


"iya pak."


"Nona pasti kekasihnya tuan Austin ya, karena setahu saya beliau tidak pernah membawa perempuan ke Apartemennya."


"I-iya pak."


"Beruntung sekali anda nona, tuan Austin adalah orang terkaya di kota ini bahkan Apartemen ini juga milik beliau."


Nisa sangat shock mendengar perkataan security tersebut, ia terlihat pucat.


"Nona, itu tuan Austin dan asistennya tuan Wira." Security itu menunjuk pintu lift yang baru saja terbuka, kebetulan Austin juga sedang melihat ke arahnya.


Nisa yang melihat Austin berjalan menghampirinya, ia langsung berlari pergi meninggalkan tempat itu, tapi sebelum ia berlari terlalu jauh Austin sudah meraih tangannya.


"Sayang, kamu kenapa ?"


Nisa memandang wajah Austin penuh dengan kemarahan. "Austin tolong jawab, apa benar kamu Austin Gunawan pemilik GG Corp."


"Sayang kamu bicara apa, aku tidak mengerti."


"Jawab iya atau tidak."


Austin tampak terkejut, kebenaran yang selama ini ia sembunyikan akhirnya terungkap.


"Diam mu itu sudah menjelaskan semuanya, mulai sekarang kita putus." ujar Nisa dengar air mata yang sudah membasahi pipinya.


"Aku tidak mau putus sayang, aku akan jelasin semuanya."


Terlihat Nisa masih menangis, ia sangat kecewa. "Kamu tahukan selama ini aku tidak suka di bohongi, aku selalu percaya sama kamu. Entah motif apa yang membuatmu membohongiku, tapi memang kita sudah tidak bisa bersama lagi. Dunia kita berbeda. Kamu tahu, sampai kapanpun minyak dan air tidak akan pernah bisa bersatu."


"Sayang aku minta maaf, tolong dengerin penjelasanku dulu !!"

__ADS_1


"Maaf tuan Austin Gunawan mulai sekarang anggap kita tidak pernah kenal." ujar Nisa kemudian ia berlari dan menyetop taksi lalu pergi meninggalkan Austin sendirian.


__ADS_2