Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa
Malam pertama


__ADS_3

" Wir, tolong loe awasi tuan Ronald Hudson jangan biarkan dia mendekati istriku." Perintah Austin pada Wira ketika mereka berada diruang kerjanya.


" Baik tuan." sahut Wira.


" Siapkan juga beberapa pengawal untuk anak dan istriku, gue mau mereka merasa aman saat tidak ada disamping gue." Perintahnya lagi.


" Baik tuan, tapi sepertinya nona Anisa sangat pandai menjaga diri."


" Gue tahu bagaimana sepak terjang pria itu di Jerman."


" Baik tuan, akan saya persiapkan pengawal tanpa sepengetahuan nona Anisa."


Setelah itu Austin masuk kedalam kamarnya yang bersebelahan dengan ruang kerjanya. Sebenarnya setelah acara resepsi tadi, Austin ingin menghabiskan malam di hotel. Tetapi Istrinya menolak dan minta pulang ke rumah orangtuanya yaitu di kediaman keluarga Gunawan.


" Austin kamu darimana saja." tanya Nisa kawatir, karena sejak sampai rumah ia ditinggalkan sendirian di kamarnya.


" Ada kerjaan sebentar."


" Kamu marah ?"


" Tidak."


" Tapi kenapa cuekin aku sepanjang acara tadi."


Austin melepas jasnya dan melempar ke sembarangan arah, lalu ia mendekati istrinya yang duduk di tepi ranjang. Ia berjongkok dan memegang kedua tangan istrinya.


" Aku tidak suka kamu tersenyum seperti tadi." ujar Austin menatap manik istrinya.


" Kita kan sedang menerima tamu masa harus ketus."


" Tapi kamu tersenyum sangat manis pada pria itu."


" Ron ?"


" Jangan sebut namanya didepan ku."


" Kita sudah menikah, untuk apa kamu cemburu."


" Benarkah kita sudah menikah ?" goda Austin dengan senyum jahil.


" Astaga, kamu itu." Nisa langsung berdiri lalu beranjak ke kamar mandi, meninggalkan Austin yang masih terduduk di lantai.


Tiga puluh menit kemudian


" Sayang, kamu mandi apa tidur di dalam ? seru Austin.


tokk


tokk


Karena tidak mendengar jawaban, Austin mulai panik takut terjadi sesuatu pada istrinya. Ia langsung mengambil kunci cadangan dan membukanya.


klek


Pintu terbuka lebar. " Sayang kamu kenapa ?" tanya Austin ketika melihat istrinya masih berdiri di depan wastafel lengkap dengan gaun pengantinnya.


" Tidak bisa buka gaunnya."ucap Nisa nyengir.


" Astaga kenapa tidak panggil suami mu ini, sini aku bantu !"


Austin membantu membuka gaun tersebut hingga istrinya itu hanya memakai dalaman saja, itu membuat Austin menelan salivanya.


" Kamu mau ngapain ?" tanya Nisa ketika melihat suaminya itu melepaskan pakaiannya juga.

__ADS_1


" Tentu saja mandi sayang, mandi berdua sepertinya lebih hemat air."


" Kamu itu orang kaya tapi sangat perhitungan." cebik Nisa.


Tanpa rasa malu Austin melucuti semua pakaian yang ia pakai hingga tampak polos.


" Akhhhhhh." Nisa teriak histeris melihat suaminya tanpa busana, lalu ia berbalik badan memunggunginya.


" Sayang kenapa malu. Sebelumnya kamu juga pernah melihatnya, bahkan merasakannya juga." goda Austin jahil. Tampak wajah Nisa merah merona karena malu.


Setelah itu mereka melakukan ritual mandi bersama untuk pertama kalinya meski penuh dengan drama kejahilan Austin. Setelah beberapa saat, Austin keluar dari kamar mandi. Ia terlihat sangat bahagia karena sudah berhasil mengerjai istrinya itu.


Nisa yang masih di dalam kamar mandi, tampak berdiri mematung memperhatikan pantulan dirinya sendiri melalui kaca wastafel.


" Astaga itu suami ga ada akhlak kenapa badanku jadi seperti macan tutul begini." gerutu Nisa ketika melihat seluruh tubuhnya penuh tanda merah.


Tak lama kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono yang melekat di badannya. Tapi baru membuka pintu kamar mandi, Austin sudah membopongnya dan membawanya ke ranjang.


" Austin kamu mau ngapain ?" teriak Nisa ketika Austin sudah berada diatas badannya.


" Tentu saja melanjutkan yang di kamar mandi tadi sayang, tadi itu baru pemanasan."


Austin langsung melahap bibir mungil itu dengan rakus dan tangannya sudah bergerilya masuk kedalam kimono istrinya. Ketika ia akan melepaskan pakaiannya, terdengar suara pintu di ketuk.


tokk


tokk


" Mami." Teriak King dari luar.


" itu anak kita Austin." ucap Nisa kemudian ia bangun dan merapikan kimononya yang berantakan karena ulah suaminya.


Austin tampak menghela napas frustasi, sepertinya ia harus menahan hasratnya lagi malam ini.


klek


" King tidak bisa tidur mi, apa boleh tidur sama mami ?"


" Tentu saja sayang."


Nisa mengajak anaknya naik keatas ranjang dan menyelimutinya.


" Anak papa kenapa ?"


" King tidak bisa tidur ingin peluk mami."


" Sayang apa dia sering seperti itu ?" tanya Austin pada istrinya yang sudah memeluk King dengan erat.


" biasa kalau mimpi buruk, mungkin dia belum terbiasa dengan tempat baru."


" Baiklah anak papa sini papa peluk juga." ujar Austin seraya memeluk anaknya itu.


☆☆


Keesokan harinya


" Sayang sepertinya kita harus bulan madu." seru Austin ketika mereka bersantai di sofa kamarnya.


" Tidak perlu Austin, banyak kerjaan kantor yang terbengkalai setelah aku tinggal."


" Jadi setelah jadi nyonya Austin Gunawan kamu masih mau bekerja ?"


" Kenapa tidak."

__ADS_1


" Sayang, hartaku tidak akan habis tujuh turunan bahkan tujuh tanjakan sekalipun buat apa kamu kerja."


" Terus kantorku siapa yang ngurus."


" Tentu saja adik kamu itu."


" Dia masih kecil, aku belum bisa percaya."


" Astaga dia bukan anak kecil lagi sayang, bahkan dia juga sudah bisa buat anak kecil."


" Austin...."


" Iya baiklah, sementara suruh asisten kamu yang handle, lagi pula kamu masih bisa pantau dari sini."


" Apa kita tidak bisa tinggal di pulau K ?"


" Perusahaan disini lebih membutuhkan ku sayang."


" Baiklah."


" Jadi kita akan bulan madu kemana. Jepang, Korea atau Paris ?"


" Bagaimana kalau ke pulau K saja."


" Sayang, kita mau bulan madu bukan beternak orang hutan."


" Astaga Austin, kamu belum tahu saja tempat yang indah disana. Kalau sudah tahu kamu pasti akan jatuh cinta."


" Jatuh cinta, sama orang hutan ?"


" Aku suka pantai, aku ingin menyelam disana. Kamu tahu ada sebuah pulau kecil disana kita bisa snorkling sepuasnya." ujar Nisa dengan antusias ia tampak membayangkannya.


" Baiklah nanti sore kita berangkat, aku akan suruh Wira mengurus segalanya."


" secepat itu ?"


" Tentu saja, atau kamu mau tahun depan baru berangkat."


" Tidak." sela Nisa ia langsung memeluk suaminya itu.


" Apa kamu mau menggoda ku ?" Austin mendekatkan wajahnya dan melahap bibir merah istrinya itu. Mereka saling memanggut mencari kenikmatan disana.


Beberapa saat kemudian Austin melepaskan ciumannya." tidak sekarang sayang, simpan energi mu untuk nanti malam." ujar Austin penuh maksud. Nisa yang ada dalam dekapannya tampak malu, wajahnya terlihat merah merona.


" Sayang." ujar Austin sambil membelai rambut istrinya.


" Hmm."


" Apa Adi sudah punya pacar ?"


" Tidak ada."


" Benarkah ?" sahut Austin ia tampak memikirkan sesuatu.


" Dulu pernah dekat dengan cewek bule tapi sudah aku suruh jauhi."


" Baguslah sepertinya wanita itu kurang baik buat Adi."


" Darimana kamu tahu ?"


" Kan tadi kamu yang suruh jauhi sayang."


" Ah iya." sahut Nisa nyengir.

__ADS_1


Kemudian Austin tampak termenung sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu.


__ADS_2