Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa
Lego land


__ADS_3

"Terima kasih ya Nak, sudah mau menemani saya jalan-jalan." ujar nyonya Celine.


"Sama-sama tante, saya dan King juga senang ada yang menemani menghabiskan waktu liburan di sini." sahut Nisa.


Semenjak dari pesta kemarin nyonya Celine dan Nisa sepakat akan menghabiskan liburan bersama, selain karena merasa satu negara beliau juga merasa aman jika bersama Nisa.


Begitu juga dengan Nisa, dia merasa senang ada yang menemaninya liburan. Karena Fachri dan istrinya sama-sama sibuk dengan pekerjaannya, jadi dia tidak mau mengganggunya.


Seharian mereka habiskan untuk jalan-jalan, shopping dan menemani King bermain di Lego land salah satu tempat bermain anak di negara tersebut.



"Kamu senang Nak ?" tanya nyonya Celine pada King, saat ini mereka berada di food court.


"ya oma." sahut King sambil mengunyah makanannya.


"Nak Mami ke toilet dulu ya, kamu di sini dulu sama oma." Nisa pamit ke toilet karena dari tadi sudah menahan untuk buang air kecil.


"Sayang kenapa Papa kamu tidak ikut liburan ?" tanya nyonya Celine menyelidik.


"Papa sibuk kerja di luar negeri oma."


"Papa pasti tampan ya seperti King."


"Kata Mami, King tampan karena mirip Papa."


Nyonya Celine diam sejenak, beliau berusaha mencerna kata-kata yang King ucapkan. "Apa King tidak pernah bertemu dengan Papa ?" tanya nyonya Celine dengan lembut.


King menggelengkan kepalanya sambil tersenyum imut, lalu dia melanjutkan makannya. Melihat wajah polos King, nyonya Celine tiba-tiba merasa iba padanya dan mengelus pucuk kepalanya.


"Apa mungkin Anisa sudah bercerai dari suaminya, atau jangan-jangan dia hamil tanpa suami." batin nyonya Celine penasaran.


Tak lama kemudian Nisa datang dan bergabung dengan mereka. "Sayang apa kamu mau menginap di Apartemen tante, kebetulan tante di sini sendirian. Suami dan anak satu-satunya tante sibuk bekerja, sedangkan menantunya tante juga sibuk dengan pekerjaannya." pinta nyonya Celine dengan wajah mengiba.


Nisa yang merasa kasihan, akhirnya menyetujui ajakan nyonya Celine. Setelah sampai di Apartemen, dia segera membersihkan badannya dan begitu juga dengan King, setelah itu dia menidurkan anaknya.


"Tante belum tidur ?" tanya Nisa ketika melihat nyonya Celine sedang duduk di sofa ruang tamu.

__ADS_1


Apartemen tersebut terlihat sangat mewah, dengan beberapa furniture yang terlihat mahal. Apartemen dengan dua kamar tidur itu terletak di kawasan elit tengah kota.


"Belum sayang." jawab nyonya Celine.


"Apa tante sering ke sini ?"


"Sering banget sayang, hampir setiap bulan."


"Apa tante selalu sendirian seperti ini ?" tanya Nisa ketika dia baru mendudukkan dirinya di sebelah nyonya Celine.


"ya begitulah lebih sering sendirian." sahut nyonya Celine nampak gurat kesedihan di wajahnya.


"Tante cuma punya anak tunggal, dia dan istrinya selalu sibuk sendiri. Tante seperti tidak punya anak, bahkan cucu yang selama ini tante harapkan belum juga ada." ucapnya lagi.


Nisa yang mendengar cerita nyonya Celine, nampak terharu. "Apa boleh saya memeluk tante ?" ujar Nisa.


"Tentu saja sayang." Nyonya Celine langsung memeluk Nisa dengan erat, ia merasakan ketulusan dari gadis itu.


"Kenapa kamu menangis Nak ?" tanya nyonya Celine, ia melepaskan pelukannya dan melihat wajah Nisa yang sudah berurai air mata.


"Kamu bisa kok menganggap tante seperti ibu kamu sendiri." ucap nyonya Celine.


"Terima kasih tante." ucap Nisa, kemudian ia memeluk nyonya Celine lagi.


Sejak malam itu hubungan Nisa dan nyonya Celine semakin dekat layaknya ibu dan anak, setiap hari mereka habiskan waktu bersama, hingga tak terasa sudah enam hari Nisa berada di Malaysia dan besok dia harus kembali ke tanah air untuk memulai aktivitasnya kembali.


Siang ini Nisa sibuk mengemasi barang-barangnya, karena besok dia akan pulang. Drtt.....Drtt... ponselnya berdering. "Hallo." sapa Nisa.


"Sayang kamu sedang sibuk ya ?" tanya nyonya Celine dari ujung telepon.


"Baru selesai packing barang tante, oh ya tante terima kasih ya sudah memberikan banyak mainan untuk King." ucap Nisa.


"Nggak apa-apa sayang King sudah saya anggap cucu sendiri, oh ya kamu sama King nanti malam bisa ya makan malam bersama tante. Kebetulan suami tante baru datang, nanti tante kenalin."


"Bisa tante kebetulan Nisa masak banyak hari ini, nanti Nisa bawa untuk makan malam di Apartemen tante." Ujar Nisa, setelah itu ia mematikan panggilannya.


☆☆☆

__ADS_1


Di kediamannya nyonya Celine sedang duduk santai di sofa, dia tampak asyik dengan ponselnya.Sesekali dia tersenyum senang dan itu tidak luput dari pengawasan suaminya, karena tak biasa istrinya terlihat begitu bahagia.


"Lagi nonton apa Ma, kelihatannya seru ?" tanya tuan Michael, dia menggeser duduknya dekat istrinya.


"Ini loh Pa, gadis yang Mama cerita kan kemarin, yang menolong Mama waktu Mama mau dirampok, merdukan suaranya ?" Nyonya Celine menujukkan video ketika Nisa sedang bernyanyi di pestanya Fachri beberapa hari yang lalu.


"Wanita itu." batin tuan Michael.


"Papa tahu tidak ternyata dia itu adik angkatnya tuan Fachri, cantik kan. Dia seperti gadis remaja, tapi siapa sangka dia sudah mempunyai seorang anak berumur lima tahun." ucap nyonya Celine dengan antusias.


"Apa ?" tuan Michael terkejut.


"Papa tidak menyangka juga kan, Mama awalnya juga begitu Pa. dan lebih hebatnya lagi dia seorang pengusaha sukses di pulau K, ini coba Papa lihat foto-foto kami saat liburan." nyonya Celine memberikan ponselnya pada suaminya.


Tuan Michael melihat foto-foto yang ada di ponsel istrinya, nampak istrinya begitu dekat dengan Nisa. Kemudian dia tampak terpaku ketika matanya tertuju pada foto seorang anak laki-laki kecil yang sedang tertawa, begitu mirip dengan Austin menurutnya.


"Itu namanya King Pa, anaknya Anisa. Tampan ya mirip anak kita waktu masih kecil." ujar Nyonya Celine menujukkan beberapa foto King di galeri ponselnya.


"Sekarang di mana dia ?" tanya tuan Michael.


"Maksud Papa ?"


"Maksud Papa, sekarang mereka di mana ?" tuan Michael memperjelas ucapannya.


"Anisa dan anaknya ?" tanya nyonya Celine balik.


"i-iya." jawab tuan Michael sedikit gugup.


"Di rumah tuan Fachri Pa, besok mereka akan kembali ke pulau K, tapi Papa tenang saja sebentar lagi mereka juga ke sini, Mama sudah mengundangnya untuk makan malam." ujar nyonya Celine.


"Ke-kesini ?" Tuan Michael terkejut.


"ya ke sini Pa, nanti Mama kenalkan. Nisa anaknya sangat baik Pa. Coba saja kalau Austin belum menikah Mama akan menjodohkan dengan dia." ucap nyonya Celine.


Tak lama kemudian terdengar bel berbunyi. "Sebentar ya Pa, sepertinya mereka sudah datang." ujar nyonya Celine.


Kemudian beliau beranjak dari duduknya, lalu melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.

__ADS_1


__ADS_2