Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa
Ungkapan cinta Tommy


__ADS_3

"Nis, Austin sudah pulang ke Indonesia." ucap Tommy.


Nisa yang tadi tersenyum pada Tommy, kini ia langsung menyurutkan senyumnya. "Aku tidak peduli Tom, hubungan kami sudah lama berakhir."


"Bagaimana kalau dia mencarimu ?"


"Untuk apa, dia sudah menikah. Lagipula kami beda kota dan pulau."


"tapi kamu pernah bilangkan sama aku, kalau dunia itu sempit, buktinya kita sekarang bertemu." ujar Tommy


"Kami sudah lama berakhir Tom."


"tapi ada King diantara kalian."


"Dia tidak akan tahu, jika kamu tidak buka suara." ujar Nisa dengan nada mengancam.


"Aku akan melindungimu Nis."


"Terima kasih Tom, lebih baik kamu tidak ikut campur masalahku."


"tapi aku cinta sama kamu, Nis."


"Apa ?" Nisa terkejut.


"Aku mencintaimu Nis." Tommy menegaskan suaranya.


"Kamu lagi nembak aku Tom, tidak romantis banget sih." Nisa tertawa menggoda Tommy.


"Nis aku serius, aku cinta sama kamu." ucap Tommy, lalu ia menggenggam tangan Nisa yang sedang duduk di depannya itu.


"Maaf Tom, sekarang aku sudah bahagia hidup berdua dengan anakku, aku tidak mau menjalani hubungan yang rumit lagi." Nisa melepaskan tangannya dari genggaman Tommy.


"Aku akan tetap menunggumu Nis."


"Carilah wanita lain Tom, aku seorang gadis yang sudah beranak. Status ku akan membuat masalah di keluargamu." ujar Nisa tampak ada kesedihan di matanya.


Tommy tampak iba melihat wanita di depannya itu, kemudian dia menggenggam tangan Nisa lagi. "Apa aku masih bisa menjadi sahabatmu ?" Tommy memohon, ia takut setelah kejadian ini Nisa akan menjauhinya.


"Tentu saja." Nisa tersenyum manis.


"Apa kamu mau makan siang, gimana kalau ku traktir ?" ajak Tommy.


Meski cintanya di tolak, tapi paling tidak dia masih bisa dekat dengan Nisa meski cuma sebagai sahabat.


"Mie ayam lagi ?" Nisa tertawa menggoda Tommy.


"Kalau kamu mau." Tommy terkekeh.


"Biar aku yang traktir, kita makan di resto ku kebetulan aku ada urusan di sana." ajak Nisa.

__ADS_1


"Baiklah." sahut Tommy setuju.


Kemudian Nisa dan Tommy melajukan mobilnya masing-masing menuju King Resto & Bar. Sambil menyetir Nisa memikirkan perkataan Tommy di kantor tadi.


Nisa merasa takut bagaimana kalau Austin tahu keberadaannya dan anaknya, Ia takut Austin akan mengambil King darinya, tapi dia harus kuat, ia bukanlah wanita polos dan miskin seperti dulu yang bisa ditindas dengan seenaknya.


Tak berapa lama ia sudah sampai di tempat tujuan, ia dan Tommy segera memesan makan siangnya yang terlewatkan karena obrolan mereka di kantor tadi.


"Tom aku masih ada kerjaan di sini, kamu tidak apa kan aku tinggal ?" ujar Nisa ketika mereka sudah selesai makan.


"Santai saja Nis, aku juga mau kembali ke kantor." sahut Tommy.


Kemudian Nisa pergi meninggalkan Tommy menuju kantornya yang ada di lantai bawah restoran tersebut. Ketika Tommy akan berdiri dari duduknya, ia dikejutkan oleh Aldo yang sedang menghampirinya.


"Sendirian saja bro ?" tanya Aldo.


"iya." sahut Tommy sembari mengedarkan pandangannya, ia takut kalau Nisa masih ada di sana.


"Terus wanita tadi siapa ?" Aldo tampak curiga.


"Apa tadi Aldo melihat Nisa ?" batin Tommy.


"Oh tadi, temanku." Tommy berusaha menutupi kegugupannya.


"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatukan ?" selidik Aldo.


"Astaga bro, kamu kenal aku berapa lama ?"


"Tom kenapa loe sembunyikan keberadaan Nisa dari Austin, apa yang sebenarnya terjadi. Aku harus cari tahu." batin Aldo


Flash back on


Siang itu Aldo sedang mengendarai mobilnya menuju kantor Austin, tapi di tengah perjalanan dia melihat mobil mercedes benz hitam yang beberapa waktu lalu pernah ia lihat. Lalu dia berinisiatif mengikuti kendaraan itu, karena penasaran apa benar mobil itu punya wanita yang mirip dengan Nisa.


Beberapa saat kemudian mobil tersebut berhenti di sebuah restoran, Aldo juga menghentikan mobilnya tapi agak jauh jaraknya.


Aldo masih mengawasi dari dalam kendaraannya. ketika Nisa keluar dari mobilnya, Aldo begitu terkejut


"Nisa, benarkah itu Nisa." Aldo masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Lalu dia keluar dari mobilnya, melangkahkan kakinya mengikuti Nisa masuk ke dalam restoran tersebut. Sampai di dalam restoran betapa terkejutnya Aldo ketika melihat Nisa dan Tommy duduk bersama.


Lalu Aldo mencari tempat duduk yang agak jauh dari mereka untuk mengawasinya. Dilihatnya Tommy dan Nisa makan bersama dan sesekali mereka tertawa.


"Sejak kapan mereka sedekat itu, apa Tommy mencoba main belakang dengan Austin. Aku harus cari tahu, aku tidak mau persahabatan kita dari kecil hancur karena seorang wanita." gerutu Aldo.


Beberapa saat kemudian terlihat Nisa pergi meninggalkan Tommy sendirian, setelah Nisa pergi Aldo langsung menghampiri Tommy yang juga mau beranjak dari tempat duduknya.


Flash back off

__ADS_1


☆☆☆


Beberapa hari kemudian tuan Michael dan istrinya sudah kembali ke kediamannya di kota Surabaya.


tokk


tokk


Terdengar suara pintu diketuk, tak lama kemudian Wira masuk ke dalam dan menyapanya. "Selamat siang tuan besar."


"Duduklah Wir !!" perintah tuan Michael.


"Baik tuan." Wira duduk di kursi depan meja kerjanya tuan Michael.


Kemudian beliau menyerahkan ponsel miliknya pada Wira. "ini apa tuan ?" Wira mengambil ponsel tersebut.


"Lihatlah foto itu !!"


Wira tampak terkejut ketika melihat Foto nyonya Celine bersama Nisa dan anaknya sewaktu di Malaysia.


"Itu berarti nona Anisa sudah mengetahui kalau anda adalah..." Wira belum selesai bicara tapi tuan Michael sudah menyela perkataannya.


"Tidak, dia mengenal istriku tanpa sengaja sewaktu mereka liburan di Malaysia."


"Apa tuan Austin mengetahui ini ?" tanya Wira.


"Tidak, biarlah dia tahu dengan sendirinya."


"Sebenarnya apa rencana anda tuan." batin Wira


"Wanita itu mempunyai sebuah restoran dan perusahaan bernama Kingfood di pulau K, kamu cari tahu siapa yang menyokong dia selama ini." perintah tuan Michael.


"Di pulau K, itu berarti nona Anisa berada satu kota dengan tuan Austin ?" tanya Wira.


"Itu tugasmu untuk mencari tahu, dan cari tahu juga siapa suaminya ?"


"Nona Anisa sudah menikah tuan ?"


"Katanya cucuku, maksudku anak dari wanita itu, mengatakan kalau ayahnya sedang berada diluar negeri."


"Cucu anda sangat mirip dengan ayahnya tuan." ujar Wira, ia memperhatikan foto yang ada di ponsel tuan besarnya itu.


"Wanita itu membesarkannya dengan sangat baik."


"Tuan Austin pasti akan sangat senang ternyata anaknya masih hidup."


"tapi dia tidak boleh tahu, kalau tidak dia akan mengacaukan rencanaku." ujar Tuan Michael dengan tegas.


"Baik tuan."

__ADS_1


Setelah Wira pergi tuan Michael masih berada di ruangannya, beliau menatap foto King di layar ponselnya.


"Opa merindukanmu Nak, kamu adalah satu-satunya pewaris kerajaan bisnisku. Cepat atau lambat Kamu pasti akan kembali di mana kamu seharusnya berada dengan atau tanpa ibumu." batin tuan Michael dalam hati.


__ADS_2