Cerita Cinta Nisa

Cerita Cinta Nisa
Selingkuh ?


__ADS_3

Nisa terlihat sangat shock, ketika baru membuka pintu tersebut ia melihat suaminya sedang berciuman dengan seorang wanita.


Ia ingin sekali melangkahkan kakinya masuk untuk menjambak rambut wanita itu, tapi enggan ia lakukan. Ia takut menerima kenyataan, bagaimana kalau seandainya nanti Austin lebih memilih wanita seksi itu daripada dirinya yang terlihat gendut dengan perut yang membesar.


Kemudian ia menutup ruangan itu kembali dan menyerahkan berkas yang dia bawa tadi kepada sekretarisnya suaminya itu.


Dengan hati hancur ia melangkahkan kakinya meninggalkan kantor tersebut.


" Langsung pulang ya pak." Nisa masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan pintunya oleh pak Ahmad sopirnya.


Didalam mobil ia segera menumpahkan air matanya yang sedari tadi ia bendung. Ia terisak, hatinya begitu hancur melihat suaminya berciuman dengan wanita lain didepan matanya sendiri.


Pak Ahmad yang melihat nona mudanya dari balik kaca spion ia begitu iba, tapi ia tidak berani bertanya perihal apa yang membuat nona mudanya itu menangis.


Beberapa saat kemudian, Nisa tiba di rumahnya. Tampak nyonya Celine juga baru turun dari mobil lainnya.


" Darimana sayang ?" nyonya Celine memperhatikan wajah sembab menantunya itu.


" Jalan sebentar ma."


" Apa kamu baik - baik saja sayang ?" Ibu mertuanya itu terlihat khawatir.


" Tidak apa - apa ma, Nisa masuk kedalam dulu ya." sahut Nisa kemudian ia berlalu pergi meninggalkan mertuanya yang masih tampak penasaran.


" Pak Ahmad." Kali ini nyonya Celine memanggil sopirnya itu.


" Iya nyonya besar, ada yang bisa saya bantu ?" Pak Ahmad yang sudah beranjak pergi, ia langsung berjalan mendekat kearah nyonya besar itu.


" Tadi menantu saya dari mana ?"


" i - itu nyonya, beliau dari kantornya tuan muda."


" Apa mereka bertengkar ?"


" Saya kurang tahu nyonya, setelah keluar dari kantornya tuan muda beliau kelihatan sedih."


" Baiklah pak, kalau begitu saya masuk dulu." ujar nyonya Celine kemudian ia masuk kedalam rumahnya.


Nyonya Celine tampak khawatir dengan keadaan menantunya. Sejak Nisa tinggal di rumahnya, baru kali ini ia melihatnya sedih seperti itu.


Meskipun kadang Austin sering bersikap posesif terhadapnya, tapi menantunya itu tidak pernah mengeluh.


Karena merasa khawatir ia segera naik keatas untuk melihat keadaannya.


Didalam kamar, Nisa terlihat mengemasi pakaiannya kedalam koper. Ia sudah membuat keputusan akan meninggalkan rumah itu, selama ini ia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Ia juga selalu belajar memahami sikap suaminya yang posesif.


Ia berpikir apa selama ini suaminya itu melarang dirinya keluar rumah, karena takut perselingkuhannya dengan wanita lain akan ia ketahui. Nisa sungguh tidak menyangka dengan perbuatan Austin.


tokk


tokk


Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.

__ADS_1


" Sayang ini mama." teriak nyonya Celine.


Nisa tidak mengindahkan panggilan ibu mertuanya itu, ia masih sibuk mengemasi pakaiannya dengan isak tangis.


Tak lama kemudian pintu terbuka, nyonya Celine langsung berjalan kearah Nisa. Ia begitu terkesiap ketika melihat menantunya itu mengemasi semua pakaiannya kedalam koper.


" Sayang, kamu mau kemana ?"


" Nisa akan pulang ma."


" Pulang kemana, ini rumah kamu sayang."


" Nisa mau pulang ke Kalimantan ma." Kali ini Nisa menatap ibu mertuanya itu dengan sedih.


" Ayo cerita sama mama, sebenarnya ada apa ?" Nyonya Celine menarik tangan menantunya lalu mendudukkannya di tepi ranjang.


" Austin ma."


" Kenapa dengan Austin ?"


" Dia selingkuh." Nisa mulai terisak lagi, air matanya sudah mengalir dengan deras.


" Itu tidak mungkin sayang, Austin tidak mungkin seperti itu."


" Tapi Nisa melihat dengan mata Nisa sendiri ma."


" Maksudnya ?"


" Austin sudah berciuman dengan seorang wanita di kantornya."


Nyonya Celine tampak shock, ia tidak percaya anaknya melakukan hal itu. " Sayang apa kamu melihat Austin sendiri yang menciumnya atau wanita itu yang mencium Austin duluan."


" Nisa tidak tahu ma, setelah melihat mereka. Nisa langsung pergi meninggalkan kantor itu."


" Sayang, mama yakin Austin tidak akan melakukan hal itu."


" Tapi ma..."


" Nak, Austin itu selain tampan ia juga seorang CEO. Meskipun ia sudah beristri, akan banyak wanita di luaran sana yang akan menggoda dan mengejarnya."


Nisa tampak terdiam mendengar perkataan ibu mertuanya itu.


" Apa dengan pergi meninggalkannya seperti ini akan menyelesaikan masalah, justru itu menandakan kamu sudah kalah dari wanita penggoda itu."


" Tapi ma..."


" Apa kamu rela suami kamu direbut oleh mereka ?"


Nisa menggelengkan kepalanya, bagaimanapun juga ia sangat mencintai suaminya.


" Maka dari itu kamu harus kuat. Dengarkan penjelasan suamimu dulu dan jangan pernah mengambil keputusan ketika kamu sedang emosi, ingat ada kedua anak kamu yang masih membutuhkan ayahnya."


" Baik, ma."

__ADS_1


" Sekarang kamu istirahat dulu, kasian bayi yang ada dalam kandunganmu. Ia juga akan stres jika ibunya merasa stres, nanti mama akan bicara dengan Austin." beliau menepuk bahu Nisa yang sudah terlihat lebih tenang kemudian berlalu pergi.


☆☆


Hari ini Austin pergi ke kantornya ketika matahari sudah naik diatas kepala, karena kegiatan panasnya bersama istrinya tadi pagi jadi menyita waktunya hingga siang.


Karena terlalu asyik mengerjai istrinya, ia lupa kalau siang ini ada rapat penting dengan dewan direksi di kantornya. Hingga membuatnya terburu - buru ke kantor dan meninggalkan berkas penting yang ia taruh di meja ruang tamu.


" Wir, jam berapa meeting dimulai ?" Austin menatap Wira yang sedang duduk didepan meja kerjanya.


Wira segera melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. " Dua jam lagi tuan."


tokk


tokk


Terdengar suara ketukan dari luar, Wira segera membukanya.


" Maaf tuan ada tamu yang mencari tuan." ujar sekretarisnya Austin yang bernama Santy itu.


" Siapa ?" Wira terlihat penasaran karena hari ini bossnya itu tidak ada janji dengan siapapun.


Tanpa permisi wanita itu langsung nyelonong masuk kedalam. " Kak Austin." Tampak seorang wanita cantik dan seksi berjalan mendekati Austin. Wanita itu adalah Rosy, adik dari Ronald Hudson.


" Rosy." gumam Austin.


" Kak, aku merindukanmu." Rosy ingin memeluk Austin tapi Wira dengan sigap sudah menarik tangannya.


" Lepaskan aku." Rosy menghempaskan tangan Wira dengan kasar.


" Mau apa kamu kesini ?" Austin tampak tidak suka.


" Tentu saja merindukanmu, apa kamu sudah melupakan hubungan kita di Jerman waktu itu."


" Kita tidak pernah mempunya hubungan apa - apa."


" Kak Austin kamu jangan kejam seperti itu, aku sangat mencintaimu."


" Pergilah dari sini Rosy, aku masih menghormatimu karena kakakmu adalah rekan bisnisku.


" Aku sangat mencintaimu kak." Rosy berjalan mendekati Austin dan langsung ******* bibirnya.


Seketika Austin mendorong tubuh Rosy, hingga wanita itu oleng dan hampir terjatuh.


" Berani sekali kamu menyentuhku." Austin berteriak penuh amarah, ia mengelap bibirnya beberapa kali menggunakan tisu.


" Kamu sudah lupa kak, dulu di Jerman kita pernah melakukannya bahkan lebih dari itu."


" Kamu dulu sudah menjebakku."


" Sekarang pergilah sebelum Wira berbuat kasar padamu." Austin berteriak dengan penuh ancaman.


" Nona Rosy silahkan anda keluar dari sini." Wira menarik tangan wanita itu dengan kasar dan menyeretnya keluar dari ruangan Austin.

__ADS_1


Karena diperlakukan dengan kasar rosy merasa sangat kecewa. " Lepaskan, saya bisa jalan sendiri." sentak Rosy.


" Liat saja Austin, aku punya bukti keintiman kita berdua. Aku akan menghancurkanmu." gumam Rosy.


__ADS_2