
Nurmala tergesa menyusuri koridor sekolah. Dia memasuki ruang guru, menghampiri meja dan menyambar tas miliknya.
Alhan yang duduk sambil membuka sepatu dan kaos kaki kemudian menggantinya dengan memakai sendal. Sebelum ke mushola ia menghampiri Nurmala.
"Bu Nur tunggu saya ya! Setelah sholat kita makan di luar!" Ajaknya
"Waduh Pak Han maaf tapi saya ga bisa. Sudah terlanjur janji dengan mama, 'Lain kali aja oke!" Dengan raut kecewa Alhan langsung pergi untuk menunaikan sholat Dzuhur. Memang tidak hanya ini Nurmala menolak ajakannya.
Nurmala keluar sekolah dengan langkah cepat, Di luar sana sudah ada yang menunggu di dalam sebuah mobil Fortuner berwarna silver.
Seorang pria tampan berkacamata hitam membukakan pintu mobil untuk Nurmala. Semburat senyum terpancar dari wajahnya.
__ADS_1
"Terimakasih sayang." Senyuman itu menggentarkan hatinya. Herdi selalu meluangkan waktunya untuk sekedar makan di luar saat jam istirahat. Kebersamaannya dengan Nurmala sangat penting agar hubungannya tetap langgeng. Ternyata di seberang sana tanpa mereka sadari sepasang mata memperhatikan gerak-gerik Nurmala dan Herdi.
Sementara di ruang guru Bu Neni membagikan nasi rames yang ia beli di warteg sebagai konsumsi hari ini karena tadi ada kegiatan vaksinasi. Semua guru yang hadir akan mendapatkan konsumsi tersebut. Akhirnya Alhan pun makan bersama mereka karena perutnya pun sudah tidak bisa diajak kompromi.
" Tau ga sih ibu-ibu tadi saya lihat siapa di depan gerbang sekolah?" Bu Neni memulai aksi julidnya.
"Emmmh pasti mang Burhan pedagang cilok" Celetuk Bu Erna
"Bu Siti pedagang gorengan" celetuk yang lainnya
"Bukan juga"
__ADS_1
"Mang Sarja yang sedang nyebrangin anak-anak"
"ih bukan juga. Mau tau....mau tau?"
"Emang aku pikirin......" serempak Bapak-bapak yang tidak berminat info julid dari Bu Neni.
Bu Neni mendengus kesal. Memang di kantor selalu saja ada yang pro dan kontra terhadap gosip yang diperbincangkan oleh si tukang ghibah.
"Ini bagi yang mau dengar aja. Teman kita Bu Nurmala dijemput sama pacarnya yang pengusaha itu. Ya wajar aja sih dia pilih pengusaha. Punya mobil, duit banyak, mapan, punya segala-galanya. Laaah kalau dia pilih calonnya yang berprofesi model kita? sudah kebeli motor butut aja sudah syukur apalagi kebeli mobil itu luar biasa."
Seisi ruangan menjadi diam menjadi pendengar yang baik. Termasuk Alhan pun berusaha untuk tidak terpancing. Walaupun Alhan tau Bu Neni sudah menyudutkan dirinya.Karena yang ia tahu jika mereka bertemu selalu ada Bu Neni entah kebetulan atau tidak, Bu Neni bagaikan CCTV hidup selalu memantau gerak-gerik semua orang. Maka yang tahu Bu Neni pasti bersikap waspada terhadap perkataan maupun perbuatan. Para guru yang sudah tahu karakter Bu Neni banyak yang enggan untuk dekat dengannya karena khawatir suatu saat dirinya yang akan jadi bahan gosip murahan. Wah Bu Neni seperti wartawan saja yang bisa menyebarkan berita-berita paling update.
__ADS_1
Apa pun berita-berita yang disampaikan oleh Bu Neni tidak dapat ditelan mentah-mentah oleh Alhan. Intinya sebelum ada kebenaran dari mulut Nurmala sendiri bagi Alhan informasi tersebut belum tentu benar. Dan untuk mengungkap kebenaran tersebut Alhan ingin menyelidikinya sendiri karena ini menyangkut masa depan hidupnya dalam menentukan pilihan hidupnya. Kalau hubungan sudah dilandasi penghianatan maka dalam berumah tangga tidak akan ada keharmonisan dan kesetiaan.