
Alhan sampai lokasi sekitar pukul 22.00 wib. Selesai memarkirkan mobilnya ia bergegas menuju meja resepsionis yang berada di pintu utama lobby hotel.
Rekannya yang bernama Iqbal sudah menunggunya di lobby. Banyak peserta yang baru saja datang dan akan melakukan chek-in di hotel tersebut dengan menulis data kehadiran peserta. Para peserta dibagi beberapa kelompok untuk menentukan villa yang akan mereka tempati. 1 villa ditempati sekitar 15 orang peserta jika dalam villa tersebut ada 3 kamar.
Di pintu utama resepsionis begitu riuh ketika para peserta bertemu seorang laki-laki yang tampan penuh pesona. Alhan hanya tersenyum begitu tahu di belakangnya banyak orang bergosip tentang dirinya. Senyuman Alhan menanggapi semua situasi yang terjadi sambil geleng-geleng kepala.
Selesai melakukan chek- in Ia membalikkan badannya namun Alhan tanpa sengaja menabrak seorang wanita berhijab. Wanita itu tidak memperhatikan orang yang sudah menabraknya karena ia pun harus segera chek-in agar secepatnya mendapatkan kamar. Begitu pun Alhan setelah meminta maaf ia segera menemui Iqbal di lobby.
"Sudah lama nunggu Pak Iqbal?" Mereka berjabat tangan.
"Lima belas menit yang lalu aku sampai, oiya untuk pemateri menginap di villa Flamboyan No. 23."
"Baik kita ke sana" Mereka bergegas menuju villa.
Villa Flamboyan menghadap garden, suasananya asri dan sangat terawat, semerbak pengharum ruangan dan dinginnya living room dapat menghilangkan rasa lelah dalam perjalanan.
Seluruh kamar tidur terletak di lantai 2 dengan 2 bathroom, salah satu bathroom terletak di kamar utama. Di lantai 1 terdapat living room yang sangat luas, kursi malas, sofa dan tv layar datar 43 inchi. Tersedia juga pantry dengan perlengkapan dapur cukup lengkap juga terdapat dispenser air dan kulkas.
Hotel ini memiliki pantai landai yang terbentang luas menyatu dengan beberapa hotel di kiri dan kanannya.
Tidak ada yang mereka bicarakan karena memang kondisinya sudah larut sementara esoknya akan mulai Pk. 07.00 Wib di aula workshop hotel tersebut.
-
-
Pagi harinya semua peserta dan panitia acara mendapatkan free breakfast di restoran hotel tersebut.
Alhan menyantap menu sarapan dengan memilih nasi goreng kesukaannya. Ditemani beberapa rekan yang memiliki tugas yang sama sebagai pemateri hari ini. Di sana pun sudah hadir perwakilan gubernur, dinas pendidikan kota dan kabupaten beserta jajarannya yang diundang untuk membuka acara workshop pendidikan tersebut.
Tanpa Alhan sadari sejak tadi sepasang bola mata sedang memperhatikannya sambil menyantap makanannya.
Ia tampak tenang melihat keadaan Alhan yang baik-baik saja sejak resign dari sekolahnya dulu.
"Oh rupanya dia juga mengikuti acara ini. Semoga saja aku bisa bertemu dalam satu ruangan. Setidaknya aku ingin tahu kabarnya setelah sekian lama berpisah" Gumamnya dalam hati. Rasanya keinginan untuk hidup bersamanya hinggap dalam hatinya. Namun ia ingat itu tidak mungkin dengan keadaannya sekarang ia justru malu untuk sekedar bertemu. Ia pun memalingkan mukanya. Ada rasa sesak di dada. Namun jiwanya begitu tenang melihat raga Alhan yang baik-baik saja.
__ADS_1
-
-
Selamat datang bapak
Selamat datang bapak
Selamat datang kami ucapkan
Selamat datang bapak
Selamat datang bapak
Selamat datang kami ucapkan
Salam.....salam.....
Terimalah salam dari kami yang ingin maju bersama-sama
Terimalah salam dari kami
Lagu penyambutan yang dinyanyikan para peserta terdengar riuh membahana memenuhi ruangan workshop pendidikan pagi ini.
Peserta yang berjumlah sekitar 250 orang menyambut kedatangan orang -orang penting yang akan membuka acara tersebut. Karena jumlah yang cukup banyak maka untuk kegiatan workshop dibagi dalam 2 ruangan yang pembagiannya sudah diketahui peserta saat mereka daftar ulang semalam.
Masing-masing pemateri sudah diperkenalkan oleh pembawa acara yang sudah handal di bidangnya.
begitu terkejutnya Nurmala ketika mengetahui Alhan sebagai pemateri bukan sebagai peserta. Sungguh luar biasa ternyata sepeninggal dirinya justru karir Alhan semakin menanjak. Nurmala menyesali apa yang sudah ia lakukan pada Alhan, demi lelaki lain ia tega memutuskan hubungannya dengan Alhan.
Setelah pembukaan acara pendidikan selesai materi pertama akan segera dimulai. Alhan dengan gagahnya memasuki ruangan yang pesertanya kira-kira 125 orang. Di ruangan yang sama, Nurmala tampak diam, dia masih terkejut bukan main dengan apa yang sudah terjadi.
-
-
__ADS_1
Di tengah jalannya materi pertama Nurmala izin ke toilet. Setelah ia membuang hajatnya ia keluar hendak memasuki ruangan workshop. Namun tanpa diduga ia berpapasan dengan Alhan yang berada di luar ruangan. Nurmala mengangguk ramah berharap Alhan tidak mengenalinya.
"Tunggu!" Nurmala bergeming tatkala Alhan menyeru. Alhan sudah berdiri di hadapannya.
"Kamu Nurmala,kan? Ya pasti kamu Nurmala Alhamdulillah kamu sudah berubah sekarang.
Mengapa tidak sejak dulu sih Nur kamu mengenakan hijab?"
"Maaf Pak Han kenapa bapak ada di luar bukankah bapak sedang mengisi materi pertama?" Nurmala tidak menjawab pertanyaan Alhan tetapi dia malah balik bertanya.
"Oh ya....saya hanya sebatas fasilitator saja selanjutnya praktikum pembuatan silabus, program tahunan, program semester, program mingguan dan RPPH. Oiya silakan kamu masuk ruangan cari kelompoknya sendiri saja ya! Saya mau ke ruang panitia dulu".
Bersyukur Alhan tidak menanyakan sesuatu yang membuat dia tak bisa berkutik. Nurmala menghembuskan nafasnya perlahan.
Dia mencari kelompoknya untuk mengerjakan tugas yang Alhan berikan.
-
-
Malam harinya selesai materi ketiga Nurmala sengaja mencari Alhan untuk sekedar melepas rindu. Ya Nurmala sangat merindukan sosok Alhan yang sederhana apalagi sekarang Alhan sangat berbeda. Dia menepis *********** yang sedang berbadan dua, toh tidak akan ketahuan kalau sebenarnya ia tengah hamil karena perutnya sudah dipasang Belly band. Ketika melihat Alhan di bibir pantai Nurmala pun mendekat.
"Han....!"
"Nurmala, ngapain kamu ke sini? Di luar sangat dingin tidak baik udara pantai malam - malam begini. Memang sudah selesai materinya?" Nurmala hanya tersenyum kedua tangannya memeluk tubuhnya.
"Sudah makanya aku ke sini ingin bertemu. Aku ingin bicara. Aku....aku kangen Han." Kata keramat itu lolos dari mulut Nurmala.
"Kangen?" Alhan tertawa sinis.
"Kamu kangen karena hanya ada aku, iya kan? Coba kalau ada dia juga kamu pasti akan memilihnya ketimbang aku, iya kan!"
"Han aku minta maaf....aku mohon maafkan aku. Aku akui aku salah. Ternyata kamu lebih baik dari dia. Aku bodoh Han saat itu aku dibutakan oleh cinta."
"Penyesalanmu sudah tidak berlaku. Kamu tahu bukan aku ini sudah beristri. Kenapa kamu kemarin tidak datang ke pestaku? Aku sengaja mengundangmu biar kamu tahu aku bisa melupakanmu. Ku bisa menikah dengan orang yang benar-benar tulus mencintaiku bukan karena hartaku atau karirku" Alhan lega sudah mengeluarkan sesuatu yang sesak di dalam hatinya.
__ADS_1
Nurmala menangis apa yang sudah diungkapkan Alhan benar adanya. Dia memang harus mundur karena di depannya kini sosok laki-laki yang sudah beristri. Tidak ada lagi harapan untuk mendekati Alhan kembali. Biarlah semuanya menjadi kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.