CINCIN YANG TERTINGGAL

CINCIN YANG TERTINGGAL
BAB 28 Insiden Baju yang Ditinggal


__ADS_3

Rasya benar-benar kecewa terhadap sahabatnya yang tidak jujur tentang gadis yang akan ia lamar. Kekecewaan Rasya tidak diperlihatkan kepada semua orang lantaran ia tidak ingin merusak momen bahagia mereka walaupun ia menekan sakit hati yang luar biasa. Ia harus sabar.


Ia menuju taman belakang, ternyata rumah itu cukup luas dengan tanaman yang terlihat asri membuat hatinya menjadi adem.


Di sana sudah terlihat meja prasmanan yang di atasnya sudah tertata rapi berbagai macam makanan yang menggugah selera.


Ia mencoba mendekat ingin mencicipi salah satu makanan yang tersedia di meja tersebut, ia berdiri tepat di belakang seorang gadis namun,


Byur


Gadis itu tak sengaja menumpahkan semangkok sup ayam yang baru saja diambilnya dari prasmanan, saat ia membalikkan badannya tanpa diduga ada Rasya yang sedang berdiri di belakangnya alhasil sup tersebut mendarat di baju batik coklat yang Rasya kenakan. Walaupun berwarna gelap tetap saja terlihat kuyup dan aroma yang harum berubah drastis menjadi aroma sup yang menyengat.


"Maaf kak. Haduh bagaimana ini baju kakak jadi kotor begini" Ia mencoba membersihkannya dengan tisu. Rasya menepis tangan gadis itu.


"Eeeeh ga usah. Lagian gimana sih kamu sengaja ya, biar baju aku kotor?!" Rasya marah, ia risi dengan tangan gadis yang cekatan membersihkan bajunya dengan tisu.


Bagaimana tidak? Di tempat acara penting begini bajunya mendadak menjadi basah tertumpah sup, aromanya juga sangat kuat membuat malu saja. Langsung pulang juga tidak mungkin karena acaranya belum selesai. Akhirnya Rasya menuju kamar mandi untuk membersihkannya. Rasya bingung juga bagaimana membersihkan batiknya itu. Sedangkan di dalam kamar mandi tidak tersedia sabun cuci.


"Masya Allah cobaan apa lagi ini?" Gumam Rasya dalam hati. Ingin rasanya memaki gadis itu namun ia tidak ingin terjadi kekacauan.


Akhirnya Rasya pasrah, ia keluar dari kamar mandi dengan bajunya yang kotor bin bau. Begitu ia membuka pintu, ia terkejut dengan gadis yang ada di depannya.


"Masya Allah ngapain kamu di sini, mau bikin ulah lagi, ngga puas dengan ulah kamu yang tadi?"


"Sekali lagi maaf kak. Ga ada maksud untuk membuat kakak seperti ini. Oiya ini aku bawakan baju ganti. Ini baju batik yang baru kubeli Minggu lalu saat studi tour di Jogja. Tadinya baju itu untuk kakakku yang ulang tahun besok. Tapi kakak lebih membutuhkan. Pakailah!" Gadis itu menyodorkan batik coklat yang berbeda corak dengan batik yang Rasya kenakan.


"Terus bagaimana dengan ulang tahun kakak kamu?"


"Ya tidak apa-apa aku bisa membelinya di toko. Bukankah membeli batik Jogja tidak harus ke Jogja?" Gadis itu tersenyum.


Rasya menerima batik tersebut. Kemudian dia menutup kembali pintu kamar mandi untuk mengganti baju. Setelah selesai Rasya pun keluar dari kamar mandi namun ia pun dikagetkan dengan keberadaan gadis itu yang tidak beranjak sejak tadi.


"Hey....apa yang kamu lakukan di sini?Kamu tadi mengintipku ya?"


"Iiish kakak. Aku sengaja menunggumu. Aku mau ambil baju kotornya. Aku akan mencucinya"

__ADS_1


"Tidak perlu!" Rasya melewati gadis itu. Namun tidak lama kemudian langkahnya terhenti ketika gadis itu berseru.


"Aku mohon kak, berikan baju itu padaku agar aku mencucinya!" Rasya mendekat.


"Mengapa kamu melakukan ini?"


"Orang tuaku mengajarkanku untuk bertanggung jawab terhadap kesalahan yang sudah diperbuat. Dengan mencucinya itu merupakan bentuk tanggung jawabku terhadap perbuatan yang sudah aku lakukan pada kakak. Please kak biarkan aku mencucinya!" Rasya melihat ada ketulusan yang tersimpan di raut wajahnya yang ayu.


"Siapa namamu?"


"Aku Resa kak. Kalau kakak?"


"Panggil aku dr.Rasya"


"Hah dokter?"


"Ga usah kaget seperti itu. Kalau baju ini kamu cuci lalu bagaimana kamu akan mengembalikannya?"


"Kakak tinggal kasih alamatnya ke aku. Aku pasti akan mengantarkannya"


"iiish kakak jauh atau dekat rumah kakak itu masih di bumi Allah bukan? Kecuali kalau tinggal di alam kubur jelas aku sulit menjangkaunya" Ujarnya asal.


" He sembarangan kalau ngomong! Oke ini bajunya dan ini kartu namaku" Rasya memberikan bajunya yang kotor dan memberikan sebuah kartu nama. Resa tersenyum setelah membaca kartu nama tersebut.


"Baik kak, kalau sudah selesai dicuci dan disetrika aku akan kirim bajunya ke alamat ini!" Rasya hanya geleng-geleng kepala melihat Resa yang begitu antusias mempertanggungjawabkan perbuatannya.


-


-


Selesai melakukan kesepakatan dalam sebuah lamaran, Alhan mencari Rasya yang begitu lama meninggalkan dirinya saat acara berlangsung. Ia justru khawatir dengan sahabatnya itu.


Mata Alhan menyapu bersih ruangan yang ada di dalam rumah itu. Karena tidak ada, Alhan pun menuju taman belakang yang ramai menyerbu prasmanan.


"Kamu mencariku?" Alhan menoleh setelah bahunya ditepuk seseorang.

__ADS_1


"Sya kamu ke mana saja?" Alhan menatap tajam sahabatnya itu. Ia memperhatikan seperti ada yang berbeda dengan penampilan sahabatnya. Ia membolak-balikkan badan Rasya.


"Hey apa yang kamu lakukan?"


"Katakan apa yang sudah terjadi padamu sehingga kamu berubah jadi RX?" Alhan mengumpamakan tokoh ksatria baja hitam yang sempat populer di masyarakat.


"Aku ga apa-apa kok" Tepisnya.


"Jangan bohong!"


"Kamu yang bohong. Kenapa kamu tidak pernah mau mengatakan kalau perempuan yang akan kamu lamar itu Wafa, hah!" Berondong Rasya namun tetap dengan suara rendah karena khawatir banyak orang yang akan mendengar perdebatan mereka.


Rasya mendengus kesal. Ia lantas meninggalkan Alhan yang masih bergeming. Namun tak berapa lama ia menyusul Rasya yang antri di prasmanan.


"Sya bukan maksud aku seperti itu." tepat berdiri di belakangnya masih dengan suara rendah.


"Sudah diam. Aku lapar jadi jangan ganggu!" Ketusnya. Alhan hanya menghela nafas. Jadi memang benar ya kalau perut sudah meronta bawaannya emosi terus.


-


-


Wafa selalu tersenyum sambil mempersilahkan tamunya untuk makan siang. Netranya mencari seseorang yang sejak awal acara pergi begitu saja. Ia mencoba mencarinya di lantai atas. Dan benar saja ia ada di sana. Wafa kemudian mendekati seorang gadis cantik yang keluar dari kamar mandi sambil menenteng ember kecil menuju balkon.


Terlihat ia menjemur sebuah baju batik yang membuat kening Wafa mengkerut.


"Dek...apa yang sedang kamu lakukan?" Resa nyengir kuda.


"Eh kak Wafa. Lagi jemur kak" ujar Resa mendadak kikuk.


"Hayu ke bawah, kakak mau kenalkan kamu pada seseorang!" Resa tersenyum.


"Siap kakak nanti Resa menyusul"


"Kamu dari mana tadi?"

__ADS_1


"Dari taman. Perutku lapar kak. Jadi aku cari makan, eeeh ga tahunya aku tidak sengaja menyiram tubuh orang dengan sup. Jadi gini deh di luar rencana aku harus mencuci baju ini " Ujar Resa dengan wajah lesu karena sejak pagi belum makan.


__ADS_2