CINCIN YANG TERTINGGAL

CINCIN YANG TERTINGGAL
BAB 37 Pernikahan AW


__ADS_3

Sebelum acara pernikahan dilangsungkan Alhan melewati beberapa proses administrasi yang harus dilengkapi sebagai bahan persyaratan untuk menikah.


Surat izin numpang nikah yang diajukan, pelatihan pra nikah, izin tempat untuk prosesi akad nikah dalam hal ini tempatnya di dalam masjid, menyewa gedung untuk resepsi pernikahan, membuat surat undangan, semuanya itu dilakukan dengan sistem kebut-kebutan.


Surat undangan harus sudah disebar seminggu sebelum hari pernikahan. Beberapa panitia pun sudah dibentuk agar acara pernikahan dapat berjalan dengan lancar. Dua hari sebelum pelaksanaan Rasya datang untuk memberi dukungan mental dan tenaga dalam pernikahan sahabatnya itu dengan cuti dari pekerjaannya sehingga ia fokus mengurus dan membantu sahabatnya dalam mempersiapkan segala sesuatunya.


"Kak Rasya!" Rasya menoleh ke sumber suara. Saat itu Rasya menemani Alhan memantau panitia pelaksanaan resepsi pernikahan di gedung.


"Kamu..." Rasya memicingkan matanya mengingat sesuatu. Sebenarnya ia mengingat sosok gadis cantik yang berada di depannya itu, namun ia mencoba untuk berakting di depan gadis yang berpakaian kaos lengan panjang berwarna navy dengan bawahan celana panjang dan hijab warna senada.


"iiish baru sebulan sudah lupa."


"Oh ya aku ingat kamu yang sebulan lalu ke klinik periksa kehamilan kan?"


Resa melotot bisa-bisanya Rasya ngomong begitu kalau kedengaran banyak orang kan akan timbul fitnah.


"Enak aja, Kakak jangan nuduh sembarangan ya! Aku ini masih ori belum pernah tersentuh oleh siapa pun, bisa-bisanya kakak bilang begitu. Jangan fitnah! Datang ke klinik juga nggak apalagi ke rumah sakit. Jangan ngarang kamu!" Berondong Resa sambil memukul lengan Rasya dengan tasnya. Ia marah ga terima.


"Iya...iya maaf. Bercanda kali" Rasya ngakak sambil mengusap lengannya yang lumayan sakit, karena Resa memukulnya dengan tenaga ekstra. Resa berlalu begitu saja dengan wajah juteknya. Kesal.


" Han tuh calon sepupumu marah. Lucu juga ya kalau lagi marah"


"Kamu sih keterlaluan. Sudah sana kejar jangan sampe dia marah lama. Ntar nyesel lo!"


"Ih sebagai apa? Ogah aku ngejar-ngejar gadis ceroboh kayak dia"


"Ceroboh tapi bertanggung jawab loh. Jarang ada gadis seperti dia." Alhan mengingatkan kejadian saat acara lamaran yang mengharuskan Rasya meninggalkan baju batiknya untuk dibersihkan oleh Resa. Rasya menggelengkan kepalanya, tak setuju.


-

__ADS_1


Resa tidak terima omongan yang seenaknya keluar dari mulut laki-laki yang sempat membuat hatinya ketar-ketir dengan tragedi batik sebulan yang lalu.


Ia mengambil minuman jus jeruk yang masih utuh dari salah satu meja yang tidak hanya berisi berbagai jenis minuman namun beberapa jenis kue yang sudah tertata di sana.


Ia kemudian beranjak dari sana kemudian berdiri tepat di belakang Rasya.


"Kak Rasya" Resa memanggilnya pelan. Rasya langsung membalikkan badannya lalu


Byuuur....


Gelas yang berisi jus jeruk yang dibawa Resa tumpah mengenai baju kaos yang dikenakan Rasya. Alhasil kaos Rasya basah kuyup walaupun hanya di bagian tertentu saja.


"Ressaaaaaa....." Rasya memekik menahan marah. Ini yang kedua kalinya Resa menumpahkan sesuatu pada bajunya.


"Apa-apaan sih kamu. Kamu sengaja bikin aku marah dan malu?"


Rasya tersentak ternyata Resa bisa marah juga. Terus terang Rasya hanya bercanda tidak bermaksud untuk menyebarkan fitnah. Karena Rasya bukan tipe seperti itu. Ia sebenarnya seorang yang penyayang terhadap wanita, ia akan melindungi wanita itu karena ia juga termasuk tipe cowok yang setia. Makanya dari awal mengenal Wafa, tidak ada satu pun wanita lain yang mampir di hatinya sampai datang seorang Resa yang sempat mampir dalam kehidupannya walaupun dengan cara yang tidak diinginkan. Itu pun sejak Rasya dan Wafa berpisah. Berpisah? Pada kenyataannya Rasya hanya mencintai sendirian, cintanya tidak terbalas. Sekarang yang ada dalam pikiran Rasya, ia bisa meninggalkan masa lalunya dengan kenangan manis yang harus terkubur dengan rasa kekecewaan yang mendalam.


Seorang ibu-ibu datang menengahi.


"Resa ada apa? Eh ada pak dokter Rasya. Apa kabar dok?"


Rasya tidak menjawab ia hanya tersenyum sambil mengibaskan baju yang terkena noda jus jeruk tadi. Lumayan kotor. Ibunya Resa melihat ke arah baju Rasya yang terlihat kotor oleh tumpahan jus jeruk.


"Aduh apa yang sudah kamu lakukan Resa? Kamu tuh kalau bawa gelas hati-hati biar tidak mengenai orang lain. Cepat sana kamu cari baju pengganti buat pak dokter. Kalau perlu belikan yang baru!" Sungguh ibunya merasa tidak enak hati terhadap tamunya Alhan. Resa hanya bisa mengerucutkan bibirnya yang mungil.


"Tidak apa-apa ibu. Ngga usah beli saya ada baju ganti kok di dalam mobil."


"Resa secepatnya kamu minta maaf pada pak dokter. Setelah itu cuci bajunya sampai bersih. Ibu harap kamu bisa tanggung jawab"

__ADS_1


"Nyuci? Ibu yang benar saja, aku ke sini tuh bukan buat mencuci bajunya. Yang bulan kemarin saja bajunya belum dibalikin, hufht" Kalau saja Rasya tidak membuat sakit hati siang itu tentu ia dengan senang hati mau mencuci baju dokter muda yang ganteng itu.


"Makanya kamu jangan buat ulah. Bertanggung jawablah atas perbuatan yang sudah kamu lakukan!"


"Iya....iya mama nanti Resa cuci." Rasya menahan senyum, melihat Resa mengerucutkan bibirnya. Rasya menuju mobilnya untuk mengambil baju ganti. Setelah menggantikan bajunya Rasya menghampiri Resa dengan membawa baju kotornya.


"Nih gadis manis cuci yang bersih. Ga usah pake ngambek nanti bajunya jadi ga bersih. Jangan lupa kalau sudah bersih anterin ke Bandung. Oiya sekalian dengan batik yang masih kau simpan. Kecuali kalau kamu enggan mengembalikan gegara kamu sering kangen sama aku. Bisa jadi obat penawar rindu kalau lihat baju-bajuku" Rasya kembali ngakak. Yang membuat Resa semakin kesal.


-


Dalam waktu sebulan Alhamdulillah dimudahkan dan dilancarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan proses pra nikah yang terbilang sangat singkat, karena sebulan itu termasuk waktu yang sebentar untuk menyiapkan segala sesuatunya sampai acara akad nikah tiba pada waktunya.


Acara akad nikah pun dapat dilangsungkan dengan hikmat.


"Sah!"


"Sahhhhh" Serempak keluarga dan para tamu mengesahkan ijab kobul yang Alhan ikrarkan.


Sebuah cincin disematkan di jari manis Wafa Zahira yang sekarang statusnya sudah berubah menjadi istri Alhanan Farabi. Wafa mencium tangan suaminya dengan takzim.


Setelah acara akad nikah selesai dilanjut acara resepsi pernikahan. Banyak tamu undangan yang hadir termasuk pihak sekolah tempat Alhan mengajar dahulu.


Namun saat itu tidak terlihat mantan kekasihnya, walaupun di hati kecil ingin sekali bertemu terakhir kali agar Nurmala tahu Alhan pun bisa melupakan orang yang dicintainya dan sudah menikah dengan orang yang jauh lebih baik dari Nurmala.


"Yang lain pada kemana pak Sugeng?" Karena melihat tidak hanya Nurmala saja yang tidak datang saat itu namun ada beberapa orang guru yang tidak bisa datang karena ada halangan.


"Yang lain masih pada tugas pak Han, di sekolah ada ujian praktek. Kemungkinan mereka akan menyusul. Selamat Pak Han semoga samawa"


"Terima kasih" Pak Sugeng dan para tamu undangan yang lain menuju meja prasmanan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan.

__ADS_1


__ADS_2