
Dania menunjukkan bagian belakang tubuhnya. Dan benar saja, resleting itu belum seutuhnya turun. Punggung mulus Dania sedikit mengintip. Membuat Pram meneguk salivanya.
Glek...
Dania kembali membalikkan tubuhnya. Dania menatap Pram. Lalu kembali menundukkan wajahnya.
" Masuk ke kamar mandi."
Dania pun masuk, tanpa mengunci pintu kamar mandi. Sedangkan Pram tengah meredakan detak jantungnya yang berdegup kencang. Serta sesuatu di bawah sana yang tiba-tiba saja bangun.
" Ah...gila...gila..masa cuma liat punggung gitu aja, si Anaconda langsung bangun sih. Please, anaconda, belum saatnya masuk sarang. Sekarang masih waktunya kamu tidur anaconda."
Pram bergumam sendiri. Kalau cuma melihat punggung, paha serta sedikit belahan dada, itu sudah sering dan anaconda nya tidak tertarik sama sekali. Tapi hanya melihat punggung Dania yang sedikit saja, anaconda nya sudah menuntut untuk menuju sarang nya.
Pram menggaruk kepalanya, frustasi rasanya. Ingin memanggil Mbok Sri atau Mbak Ratih, sudah pasti akan menimbulkan kecurigaan bagi seisi rumah. Tinggal memanggil pasti akan menyiksa dirinya. Akhirnya Pram masuk ke kamar mandi, setelah mencoba menahan perasaan nya.
" Mas..mana Mbok Sri?"
" Balik..."
Dania membulatkan matanya.
" Balik aku bilang."
" Ttaaapi...bbiaar Mbok.."
Belum selesai Dania berkata, Pram dengan cepat membalik tubuh Dania, lalu menarik resleting yang macet itu. Dania hanya memejamkan matanya, saat tangan Pram mencoba membuka resleting bajunya.
Sedangkan Pram, terpaku melihat punggung Dania. Dan tangannya yang tanpa sengaja menyentuh punggung Dania terasa bergetar. Seakan enggan untuk lepas dari punggung mulus itu. Pram masih berusaha melepas resleting itu. Dengan menahan gejolak di hati dan celananya. Dengan sekali hentakan akhirnya resleting gaun itu, terlepas dan terpampang lah punggung Dania di hadapan Pram.
Pram meneguk saliva nya dengan susah payah. Punggung mulus Dania berhasil membuat anaconda itu berontak. Tangan Pram dengan pun bergerak untuk membelai punggung itu. Sedangkan Dania meremang merasa tangan Pram membelai punggungnya. Pram merapatkan tubuhnya ke tubuh Dania. Membuat Dania hanya mampu melipat bibir dan juga menahan suaranya.
Pram masih membelai punggung Dania. Tapi kini, wajahnya sudah berada di ceruk leher Dania. Bahkan kini tangan Pram sudah membuka pengait di bagian punggung Dania. Dania semakin membulatkan matanya. Lalu segera membalik tubuhnya. Tapi tenaganya kalah. Saat Dania membalik tubuhnya, Pram pun segera merapatkan kembali, hingga kini mereka saling berhadapan.
Pram memandang wajah Dania,lalu membelai pipinya. Merayap ke arah bibir merah Dania. Pram menyatukan bibirnya dan bibir Dania, membuat Dania memejamkan matanya. Pram memulai permainan bibirnya, hingga Dania mulai terbuai. Tangan Pram menahan tengkuk Dania, sehingga membuat gadis itu semakin mendekat padanya.Sedangkan tangan sebelahnya menurunkan tali gaun milik Dania. Hingga kini tali gaun itu berada di lengan Dania.
Pram terus menjalarkan ciuman nya menuju leher,dan merapatkan tubuh Dania ke dinding kamar mandi. hingga kini gadis itu bersandar di dinding kamar mandi. Ciuman yang di berikan Pram terus menjalar ke lehernya, bahkan meninggalkan jejak kepemilikan disana. Membuat Dania meremas rambut Pram. Sedangkan Pram yang mendapat perlakuan seperti itu semakin meningkatkan kegiatannya.
Dania menahan lenguhan yang akan keluar dari bibirnya. Pram yang menyadari itu, semakin menggila. Kini Pram tengah mengulum cuping telinga Dania, membuat gadis itu semakin mengeratkan kepalannya di rambut Pram. Dania masih berusaha menahan suaranya.
"Keluarkan, jangan di tahan... panggil namaku..."
__ADS_1
Kini kedua tangan Pram menggenggam tangan kedua tangan Dania. Tangan mereka menyatu diantara sela-sela jari itu. Dania mengeratkan genggaman nya, setiap kali Pram berhasil menemukan titik rasa untuknya.
" Hmmmaaaassshhh..."
Dania mulai menyebutkan nama Pram diantara kegiatan yang di lakukan Pram. Setelah puas dengan cuping Dania, kini lidah Pram menjalar di leher gadis itu. Membuat Dania kembali menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Pram terus saja memberikan ciuman bahkan sedikit hisapan di leher gadis itu. Kini dengan bibirnya, Pram kembali menurunkan tali gaun yang di pakai Dania, hingga gaun itu merosot di bagian dadanya.
Kini Pram tengah bermain-main di dada Dania. Sapuan lidahnya membuat Dania meremang. Dania semakin mengeratkan genggamannya.
Tok..
Tok...
Tok...
Suara ketukan pintu terdengar, membuat Dania membuka matanya, sedangkan Pram masih asik dengan kegiatannya di dada Dania.
Tok...
Tok...
Tok...
Pram membuka pintu kamar, dan melihat Mbok Sri berdiri sambil menggendong Cilla.
" Cilla..."
Cilla langsung merentangkan tangannya minta di gendong oleh Pram.
" Maaf,.Pak. Non Cilla merengek minta dianterin ke kamar Bapak. Jadi Mbok kesini."
Jawab Mbok Sri takut, dirinya sangat segan saat harus menggangu istirahat majikannya.
" Cilla mau bobo sama Papa dan Bunda."
Mendengar jawaban Cilla, membuat kepala Pram berdenyut. Padahal tadi Dania sudah bisa menikmati permainan nya. Belum sempat Pram menjawab, Dania pun keluar dari kamar mandi. Dan melihat Cilla di gendongan Pram.
" Cilla.."
Pram dan Cilla pun melihat ke arah Dania. Pram melihat ada tanda merah di sisi leher Dania. Tapi sepertinya Dania tak menyadarinya. Karena kalau Dania menyadarinya, tak mungkin Dania mencepol rambutnya. Pram mengulum senyum. Mbok Sri ya g melihat tanda di leher Dania pun terperangah. Dan Pram memberikan isyarat dengan gelengan kecil, hingga membuat mbok Sri mengulum senyum.
"Cilla mau bobo sama Bunda dan Papa. Boleh?"
__ADS_1
" Tapi, Cilla kan udah punya kamar sendiri. Kasin dong, boneka Cilla bobo sendiri."
Pram mencoba membujuk Cilla agar mau tidur di kamarnya kembali.Kini Dania yang mengambil Cilla dari gendongan Pram. Cilla mengeratkan gendongannya dengan melingkarkan tangannya di leher Dania.
"Ya udah Mbok. Cilla biar bobo sama kita. Mbok istirahat aja lagi ya."
" Tapi, Dan.."
" Mas, besok Cilla dan mami akan ke Singapura. Jadi biarkan Cilla tidur sama kita ya?"
" Nanti jadi kebiasaan, Dania."
"Mas...Cilla ini masih anak-anak. Kalau kamu gak mau dia tidur di kamar ini, biar aku dan Cilla tidur di kamar tamu."
Saat Dania akan membuka pintu, Pram mencekal tangannya.
" Oke. Sekarang Cilla bobo sama Papa dan Bunda."
Cilla mengangguk, lalu kembali membenamkan wajahnya di ceruk leher Dania. Dania dan Cilla pun naik ke atas ranjang, yang sebenarnya masih muat untuk mereka bertiga. Sedangkan Pram, menghela nafasnya. Dan mengacak rambutnya.
" Malam ini belum bisa masuk ke sarang ya Anaconda. Harus sabar, dan kembali tidur."
Pram melirik ke arah celananya yang tampak menggembung. Lalu masuk ke kamar mandi. Meninggalkan Dania dan Cilla yang sedang saling berpelukan di atas ranjang.
.
.
. **Assalamualaikum readers ..
Malam ini aku double up ya...untuk menembus karena kemarin malam tidak up. ππΌππΌ
Terima kasih dukungannya ...jangan lupa vote, like dan giftnya ya sayang-sayang kuh...πππ
Love you all...π₯°π₯°π₯°
Assalamualaikum**
.
.
__ADS_1