Cinta Bunda Pengganti

Cinta Bunda Pengganti
Cinta Bunda Pengganti 44


__ADS_3

Pukul dua siang, Dania membangunkan Pram yang masih tertidur di sofa. Perlahan, Dania membangunkan Pram, membuat Pram menggeliat lalau tersenyum ke arah Dania.


" Mas, kamu gak kembali ke kantor."


Pram bangkit dari tidurnya dan duduk. Lalu melangkah kan kakinya ke kamar mandi. Kemeja yang di pakai Pram sedikit kusut, membuat Pram membuka kemejanya, dan menyisahkan kaos yang melekat di tubuhnya saat ini.


Pram keluar setelah membasuh wajahnya. Dan dilihatnya Dania yang masih sibuk dengan karyawan. Mungkin ada beberapa pekerjaan, hingga Dania tampak serius saat berbicara dengan karyawannya. Setelah karyawan Dania pergi, barulah Pram mendekat ke arah Dania.


" Apa ada masalah serius?"


Dania melihat ke arah Pram yang datang hanya dengan memakai kaos.


" Mas mau kembali ke kantor dengan memakai itu?"


Pram menghela nafasnya. Lalu menatap Dania.


" Kalau suami tanya, di jawab sayang. Bukan malah balik bertanya."


Ucap Pram sambil mencubit gemas pipi Dania.


" Aww..sakit, Mas."


Dania pun mengusap pipinya, dan memanyunkan bibir.


" Hm..jadi ada masalah apa?"


" Bukan masalah, cuma karyawan aku tadi meminta pendapat untuk menyertakan beberapa menu baru di awal bulan. Dan sekarang mereka sedang menyiapkannya, untuk aku coba.."


Pram mengangguk, lalu meletakkan tangannya di dagu. Pram pun menyadarkan bokongnya di depan meja Dania. Dan kini Dania berada tepat di hadapannya.


" Mas mau ke kantor dengan pakaian itu?"


" Mas gak kembali ke kantor, Sayang..Mas maunya sama kamu aja.. disini..."


Pram berkata sambil mengalungkan tangannya di bahu Dania. Membuat Dania memutar malas matanya.


" Kapan kita jemput, Cilla?"


" Setelah kita bulan madu.."


Balas Pram dengan memainkan alisnya. Dania melepas rangkulan di bahunya. Membuat Pram menaikan alisnya.


" Kenapa??"


" Mendingan kita jemput Cilla aja ya. Dari pada kita pergi bulan madu..Lagian kita pergi, gak pergi juga sama aja kan..Yang di lakuin itu-itu juga.."


" Emang kita lakuin apa??"


Pram sengaja menggoda Dania, membuat wajah Dania bersemu merah.


" Udah deh, Mas. Jangan mulai."

__ADS_1


" Yang mulai itu kamu, Sayang."


Dania melipat bibirnya. Membuat Pram kembali menggodanya. Sedangkan Dania terus saja menunduk.


" Kita jemput Cilla ya Mas. Aku kangen sama Cilla."


Dania meminta pada Pram, kali ini dengan wajah yang sendu dan air mata yang mulai menggenang. Membuat Pram yang sedari tadi menggodanya, menatapnya penuh rasa bersalah. Pram menarik Dania dalam pelukannya. Dan Dania pun terisak di pelukan Pram.


" Jangan nangis dong. Malam ini kita jemput, Cilla. Tapi seandainya nanti Cilla belum mau pulang, kita gak bisa paksa dia. Kamu tau kan, Cilla seperti apa?"


Dania mengangguk, dan masih sesegukan di pelukan Pram.


" Terima kasih, Tuhan. Sudah mengirimkan wanita sebaik dan selembut ini. Bisa menerima ku dan terutama sangat menyayangi Cilla." Batin Pram sambil mencium puncak kepala Dania.


Pram masih menenangkan Dania. Sementara air mata Dania masih terus menetes di dada Pram.


" Kita telepon Cilla aja gimana? Biar kangen kamu sedikit berkurang?"


Dania menggeleng.


" Nanti Cilla lihat mata aku yang merah, trus dia sedih. Aku gak mau liat Cilla sedih, Mas."


" Ya udah, jangan nangis dong. Cilla aja gak mau lihat kamu sedih, apa lagi aku, Sayang."


Ucap Pram sambil melerai pelukannya dan menyeka air mata Dania dengan ibu jarinya.


"Segitu besar sayang yang kamu miliki untuk putriku, ternyata aku selama ini salah menilai dirimu. Ternyata kamu memang tulus, Sayang. Aku semakin mencintaimu."


" Kamu gak kembali ke kantor?"


" Nah kan, udah mulai pikun. Kan Mas udah bilang, Sayang. Mas gak kembali ke kantor. Mas mau disini aja."


Pram mendudukkan Dania di atas pangkuannya. Membuat Dania salah tingkah. Sedangkan tangan Pram melingkar di pinggang Dania. Dan kepalanya di senderkan di dada Dania.


" Ternyata senyaman ini ya, berada di dada kamu. Pantes aja, Cilla suka tertidur kalau udah nyender di dada kamu. Jadi pengen..."


" Mas... jangan macem-macem ya.."


Pram tergelak mendengar ultimatum Dania. Pasal ya pagi tadi, Dania sudah kehabisan tenaga, karena Pram yang menyerangnya, malam hari, dan subuh.


Saat mereka menikmati bincang-bincang sore hari, seorang karyawan Dania datang dengan membawa menu baru untuk cafe mereka. Ada beberapa menu yang di hidangkan, membuat Dania bingung.


"Bu, ini adalah menu baru kita. Ada 5 macam menu baru. Silahkan ibu cicipi, setelah itu baru kita bisa menilai, sudah layak atau belum untuk kita jual di cafe ini."


" Hm..baik, nanti saya akan mencicipinya. Terima kasih ya."


Karyawan Dania itu pun pamit dari ruangan Dania. Sedangkan menu itu sudah terhidang tapi di meja di dekat sofa.


Pram dan Dania mulai mencicipi satu persatu menu yang di buat oleh koki. Dan ternyata Dania menyukai itu semua. Pram juga sama. Dan pada akhirnya Dania memutuskan untuk memasukkan semua menu itu di daftar menu cafe nya.


Matahari kini condong ke barat, awan yang tadinya terang mulai meredup, berganti dengan cahaya lampu yang mulai di hidup kan. Dania masih serius dengan pekerjaan nya. Sedangkan Pram masih setia menunggu Istrinya sampai selesai.

__ADS_1


" Sayang, kita berangkat dua jam lagi loh.."


Dania mengangkat wajahnya melihat ke arah Pram.


" Kita beneran jadi berangkat malam ini?"


" Jadi dong."


Jawaban dari Pram berhasil membuat Dania kebingungan. Di rapikannya dengan segera semua pekerjaan di mejanya.


" Mas, serius dong. Aku belum siap-siap. Pakaian juga belum di packing. Gimana dong."


Dania semakin panik. Dan membuat Pram mengulaskan senyum nya.


" Udah, kamu tenang aja. Sekarang kamu siap-siap. Semua nya udah di siapkan oleh asisten Mas. Soal pakaian dan sebagainya, kita bisa beli disana. Sekarang ayo kita berangkat."


Pram menggenggam tangan Dania. Lalu membawanya keluar dari ruangan itu. Setelah menguncinya terlebih dahulu. Dania pun mengikuti langkah Pram. Dania menggunakan Dress selutut berwarna Navy, membuat penampilannya tampak manis.


Mereka berjalan menuju mobil Pram. Sedangkan mobil Dania di tinggal di parkiran cafe. Selama di perjalanan menuju bandara, Dania merasa senang sekaligus gugup. Dania senang, malam ini dirinya akan memeluk putri kecilnya. Dan juga gugup karena ini adalah kali pertama Dania bertemu dengan Oma dari Pram.


" Kamu kenapa, Sayang?"


" Aku gugup, Mas."


Pram tersenyum, lalu menggenggam tangannya.


" Ini bukan kali pertama kali naik pesawat kan?"


Dania memutar malas matanya.


" Jangan bercanda deh, Mas. Aku beneran gugup."


" Gugup kenapa?"


Dania memainkan jarinya. Lalu menatap luar melalui jendela.


" Aku gak tau, tanggapan Oma kamu ke aku bagiamana, Mas. Aku takut, aku bukan cucu menantu yang di inginkan, dan Oma tidak bisa menerima ku."


..


.


.


**Assalamualaikum, selamat menjalankan ibadah puasa bagi kita semua yang menjalankannya..


Hari ini aku udah double up ya..terima kasih untuk semua vote, dukungan dan gift dari kalian...😘😘😘


Love you All..❤️❤️❤️❤️**


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2