
" Cilla...ayo sini, bunda pakein bajunya. Biar gak telat loh. Mas, buruan dong, kok masih main sama Zaki aja sih."
Dania lagi-lagi repot. Tak terasa sudah setahun lebih sejak acara aqiqahan baby Zaki. Kini baby Zaki berusia satu tahun empat bulan. Zaki kini sudah bisa berjalan, bahkan sudah bisa memanggil papa dan bunda.
" Mas, Zaki di bawa keluar dulu, aku mau ngurusi Cilla. Ayo dong Mas..."
Pram langsung menghampiri Dania dan mencium keningnya. Membuat Dania membulatkan matanya. Sedangkan Cilla tertawa melihat tingkah papanya.
" Cerewet banget sih. Kita gak bakalan telat, Sayang. Ini masih jam tujuh. Acara akad nikahnya itu jam sembilan. Lagian aku udah selesai, Zaki juga udah ganteng. Kamu aja yang belum tapi, Sayang."
" Iya, makanya aku mau selesaikan Cilla dulu, baru aku siap-siap."
" Okelah ibu ratu. Raja akan membawa putra mahkota dan princess keluar, kakak udah selesai kan? Yuk, kita tunggu di bawah. Biarin Bunda siap-siap."
"Oke, Papa. Terima kasih bunda. Kepanganya baguuuusss banget."
Ucap Cilla lalu mencium pipi Dania. Setelah itu, mereka pun keluar dari kamar. Dania segera memakai pakaian yang telah di siapkan sebelumnya. Kebaya berwarna Lilac dengan rok batik yang senada dengan kemeja yang di pakai Pram, serta si kecil Zaki. Dan Dania kompak dengan Cilla.
Setelan tiga puluh menit, tampak Dania turun dengan sangat cantik. Kebaya yang pas di tubuhnya dan rambut yang di buat sanggul sederhana. Serta make up flawless yang membuat tampilannya semakin segar di pagi itu.
" Ayo kita berangkat."
Pram yang masih terpana dengan kecantikan Dania pun langsung tersadar, saat tangan istrinya itu memegang lengannya.
" Kamu cantik banget, Sayang."
Fatma yang mendengar Pram memuji Dania hanya bisa geleng-geleng kepala. Serta suster yang membantu Dania menjaga Zaki pun tersenyum malu-malu, mendengar Pram memuji Dania.
" Udah dong, Pram. Nanti kita terlambat."
Fatma akhirnya buka suara, membuat Pram tersenyum kikuk. Pagi itu, adalah hari bahagia bagi Reyhan dan Lena. Setelah pertunangan yang di lakukan tahun lalu, kini mereka menuju pelaminan. Akad nikah di lakukan di Jakarta, mengingat semua keluarga besar Reyhan lebih banyak di sini. Sedangkan keluarga Lena, di boyong dari luar kota. Keluarga Reyhan, lebih tepatnya Papanya Riko menyewa beberapa bus pariwisata dan sebuah hotel untuk keluarga besar Lena beristirahat.
Pram tiba di hotel tempat dimana di langsungkannya akad dan resepsi. Setibanya di hotel, Dania dan anak-anak langsung menuju kamar dimana mereka akan menunggu. Pram sengaja membuka kamar untuk sekedar Dania dan anak-anak beristirahat.
" Gimna perasaan Lo?"
__ADS_1
Tanya Pram saat menghampiri kamar Reyhan. Saat ini Reyhan tengah di make up oleh MUA kenamaan.
" Gugup banget Gue. Lo waktu nikahin Dania segugup ini gak?"
" Gak, biasa aja."
Reyhan mencebik kesal. Pram memasang wajah angkuh saat berkata seperti itu.
" Ya iyalah, waktu Lo nikah, kan terpaksa. Sekarang aja bucinnya kelewatan."
Ucap Reyhan setengah kesal. Membuat Pram tertawa pecah. Tak lama Riko pun datang.
" Selamat, Dokter Reyhan. Akhirnya lepas juga masa lajang."
Ucap Riko seraya masuk dan bersalaman.
" Ya, gue lepas masa lajang, Lo kapan lepas masa jomblo. Keburu Tari di sikat orang."
" Beh...siapa juga yang suka sama tu cewek aneh."
Riko duduk di sebelah Pram. Dan Pram yang sedang menggendong baby Zaki pun langsung berkata.
Tanpa terasa kini mereka sudah memasuki acara utama. Reyhan sudah duduk di meja akad bersama penghulu, sedangkan Lena masih berada di salah satu ruangan bersama Tari dan Dania. Cilla juga ikut bersama Dania.
Setelah kata Hamdallah terlontar, kini Lena sudah sah menjadi bagian dari keluarga Hanudinata. Lena di apit kedua temannya dan Cilla yang di depan membawa keranjang bunga. Menaburkannya saat Lena berjalan.
Kini Lena dan Reyhan pun telah sah menjadi sepasangan suami istri. Acara akad dan langsung di satukan dengan acara keluarga. Tampak Reyhan dan Lena bahagia di pelaminan.
" Akhirnya mereka menikah juga ya, Mas. Aku bahagia banget."
" Iya, mas juga gak nyangka. Tinggal Riko aja nih."
Ucapnya sambil melihat ke arah Riko. Malam hari saat acara resepsi berlangsung, Cilla dan Zaki mulai rewel. Mungkin akibat kelelahan siang tadi. Fatma yang melihat kedua cucunya rewel pun berinisiatif membawa pulang.
"Dania ikut pulang bareng mami aja. Mas Pram pasti ngerti."
__ADS_1
Ucap Dania saat mertuanya itu mengabarkan akan membawa kedua anaknya pulang.
" Gak usah, Sayang. Mami bisa kok. Lagian ada suster yang bantuin mami. Kalian disini aja. Gak enak sama keluarga yang lain, kalau kalian cepat pulang."
Setelah menghantarkan mertuanya, dan kedua anaknya menuju lobby hotel, Dania pun melepas kepulangan mereka sampai mobil yang di kendarai supir tidak terlihat lagi. Pram yang kebingungan karena tak melihat Dania pun segera mencari di seluruh tempat.
" Anak-anak mami bawa pulang. Kamu sama Dania tetap di sini ya. Gak usah pulang malam ini. Nikmatilah waktu kalian."
Pram membaca pesan yang dikirim dari ibunya. Terbit senyum di wajah tampannya.
" Mami memang paling the best. Tau aja kalau anaknya sekarang kurang waktu berduaan."
Gumam Pram sambil membaca pesan dari ibunya. Pram pun langsung membalas.
" Terima kasih, mami ku sayang. Mami memang paling the best, love you mami."
Pram masih menyunggingkan senyum di wajahnya. Sampai suara Dania membuatnya mengalihkan pandangannya.
" Chatingan sama siapa sih, Mas. Kok senyum-senyum sendiri."
Pram langsung menatap Dania. Dan membawa wanita yang kini berbalut gaun malam berwarna maroon itu kedalam pelukannya.
" Dari Mami. Mami bilang kita harus tetap disini sampai pestanya usai."
Dania mengangguk. Sebenarnya Mertuanya pun sudah mengingatkan Dania sewaktu di lobby tadi. Dania dan Pram tetap berada disana, sampai pesta usai, bersama Tari dan juga Riko. Pukul sepuluh malam, pesta berakhir, namun masih banyak keluarga yang berkumpul di tempat resepsi.
" Mas, aku capek banget. Pakaian ini buat aku gerah."
Lena berbisik pada Reyhan. Membuat banyak pasang mata melihat ke arah mereka dan menampilkan senyum yang terkulum. Pukul dua belas malam, akhirnya tempat resepsi benar-benar kosong, tinggal Reyhan, Riko dan Pram saja. Lena sudah di hantaran oleh Dania dan Tari menuju kamarnya.
" Len, Lo udah siap belum?"
Ucap Tari saat membantu Lena melepas aksesoris di kepala nya. Dania yang mendengar ucapan Tari pun menghentikan pergerakan tangannya yang sedang membuka hiasan di kepala Lena.
" Siap apa maksud Lo?"
__ADS_1
Tanya Lena kembali. Membuat Tari mengambil tempat di depan Lena. Tari pun menyatukan kedua tangannya yang di buat menguncup.
" Malam pertama....udah siap belom Lo?"