
Acara aqiqahan baby Zaki berjalan lancar, Dania tak menginginkan acara mewah, karena masih trauma dengan kejadian saat tujuh bulanan. Mereka hanya mengadakan acara itu di sebuah panti asuhan, dan berbagi dengan anak-anak panti.
Sejak kejadian menabrak Riko di rumah Pram. Tari dan Riko jadi sering bertengkar. Seperti saat ini, lagi-lagi Riko dan Tari saling menatap tajam. Delila yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala.
" Kalian ini kenapa? Dari tadi Tante perhatikan kalian ribut mulu, kayak tom and Jerry. "
" Pak Riko ni Bu, itu kan punya Saya. Kok main comot aja."
Ucap Tari sambil menunjuk ke arah es krim yang di makan oleh Riko.
" Kamu kan bisa ambil lagi. Ribet amat hidup Lo."
" Masalahnya es krim nya itu udah habis Pak Riko yang terhormat. Lagian bis perusahaan gede kok senengnya ngambil punya karyawan."
" Ka-"
" Udah cukup. Nanti kita beli lagi ya. Tuh, adik-adik panti juga belum kedapetan. Riko kamu pergi beli es krim nya. Bunda mau kamu beli untuk semua anak-anak panti. Dan Tari, nanti kamu temeni Riko ya."
Tari ingin menolak, tapi Tante Delila langsung mengangkat jarinya. Mengisyaratkan untuk tidak protes. Tari dan Riko pun tak bisa mengelak. Setelah kepergian mereka, Pram pun menghampirinya Tante nya yang masih berdiri disana.
" Mereka mau kemana Tant?"
" Tante suruh beli es krim. Kamu tau gara-gara es krim, Tari dan Riko bertengkar tadi. Persis anak kecil."
Ucapan Tante Delila sukses membuat mereka semua tertawa. Dania kini menatap anak-anak panti yang tampak senang bermain. Pram menyewa beberapa permainan untuk membuat anak-anak panti bahagia. Ada istana balon, jungkat-jungkit dan seluncuran. Baby Zaki kini berada di gendongan Oma Rahmi.
" Ada apa Sayang? Kenapa kamu ngelihatin mereka sampai segitunya?"
Dania menoleh ke arah Pram. Lalu menangkup wajah suaminya itu dengan kedua tangannya.
" Terima kasih, Mas. Terima kasih karena sudah membuat senyum mereka mengembang saat ini. Hal-hal seperti ini sudah membuat mereka sangat bahagia. Aku tau itu, karena aku sudah lebih dulu mengalaminya."
Ucap Dania dengan air mata yang jatuh. Pram langsung memeluk dan mengecup pucuk kepala Dania.
__ADS_1
" Kamu tenang aja, Sayang. Mas sudah bicara dengan pengelola panti ini, Mas ingin membuatkan mereka taman bermain dan taman bacaan. Tentunya dengan buku-buku agama dan kisah para nabi. Dan setiap bulannya kita akan membawa anak-anak untuk bermain bersama saudara mereka disini. Kamu gak keberatan kan?"
Dania menggeleng. Tentu saja Dania tidak keberatan. Dania memang ingin mengajarkan anak-anak nya untuk berbagi kepada sesama. Dan tak memandang rendah siapa pun itu.
" Dan satu hal lagi, Riko akan menjadi donatur tetap di panti asuhan ini. Reyhan setiap bulannya akan datang untuk memberikan pengobatan gratis. Om Robert juga. Bahkan Tante dan Mami juga. Ya Mas gak tau apa yang akan oma-oma itu lakukan. Yang penting untuk Mas adalah kebahagian kamu dan juga anak-anak kita."
"Terima kasih, Mas. I love you, love you so much."
" I love you too, Ny Pram."
Suara tangisan baby Zaki membuat Dania dan Pram menghampiri meja di mana semua keluarga berada.
" Duh... sayangnya Bunda haus ya Nak. Sini kita mimik cucu dulu ya?"
Dania pun pergi ke dalam panti, dan disana Dania di beri tepat di sebuah kamar. Di temani oleh Pram. Saat Dania masih mengasihi baby Zaki, Lena datang memanggil Pram.
" Maaf Mas Pram. Di depan ada tamu yang mau bertemu dengan Mas Pram."
Ucap Lena sedikit ragu. Dari gerak gerik Lena, Pram dapat membaca bahwa ada sesuatu yang sangat penting.
" Emang kenapa sih Mas? Siapa tamu nya?"
Pram melirik Lena sesaat, lalu menoleh ke arah Dania.
" Mas juga gak tau. Mas cuma gak mau kamu merasa gak nyaman. Makanya Mas minta kamu disini aja."
" Iya, Dan. Kita disini aja, kasian juga baby Zaki, kalau harus di luar ruangan terus-terusan."
Akhirnya Dania pun menyetujui usul dari Lena. Lena dan Dania berada di kamar itu. Dan Pram pergi menemui siapa yang datang.
" Om, Tante? Revan? Ada apa lagi kalian datang kesini?"
" Maaf Pram. Sebelumnya aku mau ngucapin selamat atas kelahiran baby kalian. Aku hanya ingin mengatakan, bahwa Chelsea akan segera di bawa keluar negri, untuk melakukan pengobatan. Dan aku akan menemaninya selama menjalani itu. Aku mohon, maafkan semua kesalahannya Pram."
__ADS_1
Pram menghela nafasnya. Lalu memeluk Revan.
" Aku sudah memaafkannya. Dan semoga kalian bisa bersatu kembali."
Kedua orang tua Chelsea pun kembali meminta maaf atas kesalahan-kesalahan yang pernah di lakukan oleh putrinya itu. Karena merasa kurang kasih sayang sejak kecil, Chelsea jadi menderita. Chelsea mengalami gangguan kejiwaan, hingga polisi menangguhkan penahanan nya. Dan kini kedua orang tua serta Revan akan mengajaknya keluar negri untuk melakukan pengobatan. Bahkan kedua orang tua Chelsea berjanji, tidak akan pernah membawa Chelsea kembali pulang ke Indonesia.
Kini pintu kebahagiaan tengah terbuka lebar untuk keluarga Pram da Dania. Keluarganya sudah lengkap dengan sepasang anak yang mereka miliki. Perusak di rumah tangga mereka pun sudah tidak ada. Dania hanya tinggal menikmati hari-hari nya untuk mengurus kedua buah cintanya. Cintanya pada Cilla yang membawanya menjadi Bunda Pengganti bagi Cilla.
Walau hanya sebatas pengganti, namun Cinta Dania pada Cilla tetaplah tulus seperti seorang ibu yang melahirkannya di dunia. Kini baginya Pram, Cilla dan Zaki adalah dunianya.
" Bunda...."
Suara teriakan Cilla membuat Dania keluar dari kamar. Putri kecilnya itu kini sedang berlari kerahnya membawa seikat bunga yang di petiknya dari halaman panti.
" Ada apa, Sayang?"
" Kakak buatin Bunda bunga. Bunda suka gak?"
" Suka sayang. Suka sekali. Terima kasih Sayang."
Sebuah kecupan di berikan Dania pada Cilla yang berdiri di depannya. Lalu Pram datang menghampiri kedua cinta nya.
" Duh ..papa nya gak dapat kecupan ni? Boleh dong, disini..."
Pram menyodorkan pipinya pada Dania. Membuat Cilla mendorong tubuh Pram.
" Papa...ini kan Bundanya Cilla. Papa gak boleh deket-deket, Bunda punya Cilla."
Ucap Cilla yang langsung memeluk Dania. Membuat Dania tertawa. Sedangkan Pram pura-pura memanyunkan bibirnya.
" Pokoknya Bunda punya Cilla. Papa gak boleh deket. Bunda Cilla Papa...."
Teriakan putrinya membuat Pram akhirnya tertawa. Kebahagiaan ini lah yang membuat Dania bertahan berada di sisi Pram. Kebahagiaan ya sebagai Bunda Pengganti bagi Cilla merupakan anugrah yang sangat di syukuri olehnya.
__ADS_1
SELESAI
...****************...