Cinta Bunda Pengganti

Cinta Bunda Pengganti
Cinta Bunda Pengganti 85


__ADS_3

Hari ini, Dania akan pulang. Setelah sebelumnya bertemu dengan dokter yang menangani persalinan dan juga bertemu dengan dokter yang menangani baby Zaki. Ada rasa berat meninggalkan baby Zaki di rumah sakit. Namun ini semua demi kesehatan baby Zaki.


" Kita akan pantau terus perkembangan anak bapak dan ibu. Kita tetap berusaha, dan tidak lupa berdoa, semoga dua Minggu kedepan, baby Zaki sudah bisa ikut pulang dengan bapak dan ibu."


Dania sempat tersenyum. Walau air mata juga jatuh begitu saja.


" Sayang, jangan terlalu sedih. Besok kita akan kesini lagi untuk melihat baby Zaki. Oke."


Dania mengangguk. Kini Dania dan Pram di perjalanan menuju rumah mereka. Sudah ada Mami Fatma, Tante Delila dan juga Tante Rahmi disana. Mereka akan menyambut kepulangan Dania. Walau tanpa baby Zaki. Mereka ingin menghibur Dania. Bagaimana pun, perasaan seorang ibu pasti tidak ingin berpisah dari anaknya.


Setelah tiba di rumah, dan mendapat perlakuan hangat dari seluruh keluarga, kini Dania berada di kamar. Matanya menatap box bayi yang telah di siapkan Pram.


" Bagaimana? Apa kamu suka?"


Pram langsung memeluk Dania dari belakang, saat melihat Dania menatap box bayi itu.


" Suka. Dan semoga dua Minggu lagi, Baby Zaki bisa pulang bersama kita."


Pram mengaminkan ucapan Dania dan mencium keningnya.


Waktu bergerak lambat bagi Dania. Dua Minggu baginya waktu yang sangat lama. Walau tiap hari Dania akan ke rumah sakit, namun hasrat ingin memeluk putranya secara langsung tidak dapat di bendungnya.


Pagi ini, Dania tidak ke rumah sakit, Asi yang sudah di perahnya pun hanya Pram yang menghantarkan ke rumah sakit. Pram tau, karena sejak kemarin Cilla demam, dan tak ingin dengan siapa pun selain Dania. Dan Dania kurang istirahat karena itu.


" Kamu yakin, kamu gak ikut?"


" Iya, mas. Kasihan Cilla, sejak tadi rewel. Oiya, jangan lupa obat yang sudah di resepkan oleh Reyhan, nanti kamu tebus ya. Dan vitamin untuk di rumah juga. Reyhan sudah meresepkannya juga. Obat asam urat untuk Mbok Sri, tolong mas tebus juga. Dari kemarin aku liat Mbok Sri kesusahan berjalan."


" Iya,.Sayang. Semuanya udah mas minta untuk Reyhan tebus. Nanti Mas tinggal ambil aja."


Setelah berpamitan, Pram pun pergi menghantarkan asi perah untuk baby Zaki. Selang satu jam kemudian, Pram menelpon Dania.


"Assalamualaikum, Mas."


" Waalaikumsalam, Sayang."

__ADS_1


Dania langsung mengerutkan keningnya. Saat mendengar suara Pram yang berbeda. Dania pun langsung menanyakan apa yang terjadi. Namun Pram hanya meminta Dania untuk segera ke rumah sakit.


Dania pun langsung bergegas, setelah menitipkan Cilla pada Omanya. Fatma yang melihat wajah panik Dania langsung, meminta supir untuk menghantarkan Dania. Selama di perjalanan, Dania hanya bisa berdoa, semoga semua baik-baik saja.


Setibanya di rumah sakit, Dania langsung menuju ruang perawatan baby. Namun Dania tak melihat box bayi nya di sana. Dania pun bertanya, pada perawat di sana. Dan mengatakan bahwa baby Zaki berada di lantai perawatan keluarga. Dania pun langsung menuju lantai itu. Di sebuah kamar yang di depannya ada balon berwarna biru, Dania membuka pintu itu.


Dania terkejut, bahkan air matanya luruh seketika melihat Pram yang sedang menggendong baby Zaki.


" Assalamualaikum Bunda. Zaki sudah bisa pulang."


Ucap Pram sambil menirukan suara anak kecil dengan baby Zaki di dalam gendongannya. Reyhan dan juga Om Robert yang ada disana hanya mampu mengalihkan pandangan dari mereka. Menyaksikan momen hari dimana Dania bisa menggendong nya secara langsung.


Pram pun menyerahkan Zaki dalam gendongan Dania. Tak henti Dania menciumi wajah baby nya. Menyelusuri wajahnya tampan, dan tangan kecilnya yang menggenggam jari telunjuk Pram.


" Zaki sudah bisa kalian bawa pulang. Perkembangan berat badannya sangat baik. Dan secara keseluruhan organ tubuhnya juga sudah bekerja dengan baik."


Jelas Om Robert, Pram hanya mampu menghaturkan terima kasih yang dalam. Lalu di peluknya lelaki yang merupakan adik dari Ayahnya itu.


Reyhan mengabarkan kepada seluruh keluarga untuk menyiapkan semua keperluan Baby Zaki. Karena melihat Pram dan Dania yang tak ingin lepas dari baby Zaki, meyakini Reyhan bahwa mereka pasti akan lupa mengabarkan pada keluarga.


Bukan cuma Rahmi dan Delila yang hadir. Riko juga langsung menuju ke kediaman Pram. Bersama dengan Lena dan Tari. Sedangkan Selly sedang ikut rapat di luar kantor yang membuatnya tak bisa hadir siang itu.


Reyhan membawa mobil Pram, sedangkan mobil yang di bawa oleh supir mengikuti dari arah belakang. Dania dan Pram berada di mobil yang di kemudikan Reyhan. Iring-iringan mobil itu pun tiba. Pram turun, dan membantu membukakan pintu di bagian Dania. Dania turun dengan menggendong Zaki. Fatma yang melihat itu langsung menangis haru dan menghampiri.


" Selamat datang di rumah, Sayang. Ini adalah kebahagian Oma. Oma bisa melihat cucu-cucu Oma berada di dekat Oma."


Tak lama, Oma Salma pun menghampiri Dania.


" Selamat datang Cicit Oma."


Semua orang memberikan ucapan selamat dan mendoakan yang baik-baik untuk baby Zaki. Pram melihat Cilla yang turun dari.oantai atas, dan menghampiri, serta menggendong Cilla.


" Kakak Cilla, lihat adeknya udah pulang. Kakak Cilla gak mau peluk adeknya, Sayang."


Dania berkata pada Cilla. Cilla menggeleng. Membuat orang yang tadinya senyum, kini terdiam.

__ADS_1


" Cilla kenapa? Apa Cilla gak sayang sama Adek nya Nak?"


"Cilla sayang, Papa. Tapi Cilla lagi sakit. Cilla gak mau nanti Adek ikutan sakit."


Jawaban bijak Cilla membuat semua orang memberikan pujian pada Cilla.Bahkan Pram menghadiahinya dengan banyak kecupan. Kini mereka semua berkumpul di ruang keluarga Pram. Sedangkan Dania dan Zaki di minta untuk istirahat. Dania pun menuruti.


" Jadi, kapan Acra aqiqahan baby Zaki? Bukannya baby Zaki sudah pulang?"


" Akhir pekan ini. Dan setelah itu, Minggu depannya kita akan ke rumah Lena, melamarnya secara langsung. Bagaimana?"


Ucap Pram memberikan ide.


" Aku setuju."


Sahut Reyhan cepat. Membuat Riko melemparkan kulit kacang yang di makannya ke arah Reyhan.


" Gak sabaran banget sih Lo. Maen setuju-setuju aja."


" Jones gak boleh Ngiri."


Jawaban Reyhan membuat Riko mencebik kan mulutnya. Dan itu membuat Reyhan kembali menggoda nya.


" Makanya buruan cari pacar. Biar bisa anyang-anyangan kayak kita-kita."


Riko bangkit, dari duduknya dan meninggalkan ruang keluarga itu.


" Berisik Lo."


Ucapnya sambil melihat ke arah belakang nya. Tanpa Riko sadari, Tari sedang berjalan di depannya. Tari pun tak memperhatikan arah jalannya hingga mereka berdua bertabrakan.


" Haduuhh...punya mata tu di pake, bego at sih."


" Kamu ngatain saya Bego?"


Suara itu berhasil membuat Tari membulatkan matanya. Dan menatap takut ke arah suara.

__ADS_1


__ADS_2