
Revan datang tepat sebelum sidang di mulai. Agenda hari ini adalah mediasi untuk keduanya. Revan masih berusaha mempertahankan biduk rumah tangganya bersama Chelsea. Namun Chelsea benar-benar ingin mengakhiri rumah tangga itu.
" Kenapa kamu berubah, Chel. Kamu gak mau denger penjelasan aku. Bahkan penjelasan sepupu aku. Selama ini kamu sendiri yang enggan untuk bertemu dengan saudara-saudara aku kan? Makanya kamu gak tahu, siapa aja saudara aku. Dan akibatnya seperti ini, kamu cemburu buta."
Revan menjelaskan pada Chelsea. Revan meminta kepada Chelsea untuk bicara setelah sidang selesai. Chelsea mengalihkan pandangan matanya ke arah lain.
" Jangan menyangkal Van. Itu memang selingkuhan kamu, kan?"
Ucap Chelsea dengan tetap tak menatap Revan. Revan menghela nafasnya.
" Bagaimana lagi caranya, agar kamu percaya Chel. Mereka semua yang kamu tuduhkan sebagai selingkuhan ku, mereka itu sepupuku. Tak lebih. Bahkan diantara mereka yang kamu curigai, adalah keponakanku."
Revan mulai kehabisan kesabaran menghadapi Chelsea. Sejak masih bertunangan hingga menikah, Chelsea selalu saja cemburu buta. Terkadang Revan pun tak sanggup menghadapinya. Namun kali ini, ada anak diantara mereka. Revan tak ingin anaknya kelak tak mendapat kasih sayang orang tua secara utuh. Maka dari itu, Revan mati-matian mempertahankan rumah tangganya selama ini.
Revan menghembuskan nafasnya. Mencoba meluluhkan hati Chelsea yang membatu.
" Sekarang tolong katakan padaku, Chel. Kamu memang menginginkan perpisahan ini, karena terlalu cemburu atau kamu yang mulai berpaling?"
Pertanyaan Revan membuat Chelsea menatapnya tajam. Sedangkan Revan menatap Chelsea tak kalah dalam.
" Kamu menuduh aku selingkuh? Gitu??"
Suara Chelsea meninggi. Membuat Revan memijit pelipisnya. Sungguh kesabarannya sudah diambang batas. Namun Revan masih berusaha tak meninggikan suaranya di hadapan Chelsea.
" Sebaiknya kita pulang. Aku antar kamu ke apartemen. Ayo."
Revan tak menjawab pertanyaan Chelsea. Tangan nya menjulur ingin menggandeng Chelsea, namun segera di hempaskan oleh Chelsea.
" Kami nuduh aku selingkuh? Jawab??"
" Chel, please...kita sedang emosi, yang ada nanti kita akan menyesali keputusan kita. Lebih baik kita tenangi diri masing-masing. Ayo...aku hantar kamu pulang. Dan aku juga akan menenangkan diri dulu. Setelah kita sama-sama tenang, baru kita akan bicara."
Chelsea melengos melewati Revan, namun sayang, Chelsea tak hati-hati, hingga kakinya tersandung dan membuat Chelsea hilang keseimbangan dan terjatuh dalam posisi telungkup. Sontak Revan terkejut, dan berlari ke arah Chelsea.
" Chelsea..."
__ADS_1
" Aahhh....sakit, perut aku....sakit...."
Revan melihat ada darah di sela kaki Chelsea. Bahkan dress yang di pakainya mulai terkena noda darah. Revan dengan cepat membawa Chelsea ke mobil dan melakukannya ke rumah sakit terdekat. Chelsea terus menangis kesakitan di dalam mobil, dan membuat Revan semakin menggila membawa mobil ke rumah sakit.
Begitu tiba di parkiran, Revan langsung meminta bantuan perawat untuk membantu Chelsea. Chelsea langsung mendapat tindakan. Sedangkan Revan dengan perasaan kalut mondar-mandir di depan ruangan gawat darurat.
Revan tak hentinya melantunkan doa, agar Chelsea dan bayi mereka dalam keadaan baik-baik saja. Hingga saat dokter datang, dan mengharuskan Chelsea melakukan tindakan operasi demi menyelamatkan nyawanya. Revan segera menyetujui. Setelah memberikan izin, Revan pun menghubungi kedua mertuanya, agar segera datang ke rumah sakit. Namun sayang, kedua orang tua Chelsea baru saja berangkat ke luar negri. Bahkan mungkin saat ini tengah dalam pesawat.
Revan kalut, hingga akhirnya menghubungi Reyhan. Revan mengabarkan keadaan Chelsea, hingga akhirnya Reyhan datang ke rumah sakit. Revan mondar mandir di depan pintu operasi, hingga suara langkah mendekat membuatnya melihat ke arah itu.
Reyhan datang bertepatan dengan pintu oprasi yang terbuka. Dan dokter pun keluar.
" Dok, bagaimana keadaan istri dan anak saya?"
Dokter menghela pelan.
" Maaf, Pak. Kami tidak bisa menyelamatkan putra Bapak. Kami turut berduka."
Dania Revan terasa runtuh, anak yang selama ini mereka nantikan bersama. Setelah beberapa tahun. barulah mereka mendapatkan kepercayaan. Dan saat ini harus diambil kembali. Tubuh Revan terhuyung hingga Reyhan harus memapah nya.
Tak lama brankar Chelsea pun keluar. Chelsea masih dalam keadaan tak sadarkan diri pasca operasi. Para perawat membawa Chelsea ke ruang perawatan. Revan dan Reyhan menunggu bersama.
Reyhan menatap Revan yang duduk di sebelah ranjang Chelsea sambil terus menggenggam tangannya. Reyhan melihat Revan begitu besar mencintai Chelsea.
" Van, aku keluar dulu. Kalau perlu sesuatu,hubungi aja, jangan sungkan."
" Makasih, Rey."
Reyhan pun keluar dari ruang perawatan Chelsea. Niatnya untuk menghubungi Pram, namun Reyhan memikirkan bagaimana perasaan Dania. Hingga akhirnya Reyhan menghubungi Riko. Riko yang mendengar musibah yang di alami Chelsea, pun terkejut.
" Jadi, bagaimana keadaannya?"
" Baru selesai operasi, belum sadar, dan anaknya tak bisa selamat. Aku bingung gak tau harus bersikap bagaimana, Chelsea pasti sangat sedih, tapi-"
" Ya...tapi biarlah itu menjadi urusan mereka. Kita sebagai temannya hanya bisa mendoakan semoga Chelsea bisa berubah. Okelah, sore ini aku akan menjenguknya. Apa kamu sudah mengabarkan Pram?"
__ADS_1
" Belum, biarlah nanti saja. Kasihan Dania."
" Iya, baiklah aku tutup dulu. Aku ada meeting."
Setelah mengakhiri panggilan itu. Reyhan pun pergi. Saat ini diantara mereka tak ada yang tahu, jika Dania pergi dari rumah. Hanya Tari tang tahu, karena urusan Cafe, Dania meminta Tari untuk menghandle nya. Dan meminta pada para sahabatny untuk tidak menceritakan pada siapapun.
Sore hari, setelah Riko mengabari akan menjenguk Sea, Reyhan menghampiri kantor Riko. Bukan untuk menemui Riko, tapi untuk bertemu Lena. Selama hampir sebulan ini juga, Lena mulai menjauh dari Reyhan. Membuat laki-laki itu bertanya, apa yang sedang terjadi.
Reyhan menunggu Lena di parkiran, dengan tangan yang berada di saku, dan polo shirt , membuat penampilan Reyhan sedikit berbeda. Reyhan menyadarkan tubuhnya di sisi mobil. Namun pandangannya tetap mengarah ke pintu keluar. Reyhan menegakkan tubuhnya, saat melihat Lena yang jalan bertiga dengan sahabatnya. Saat salah satu temannya sudah di jemput, kini Lena pun hanya berdua dengan Tari. Tak lama, mereka berpisah di parkiran. Lena akan membuka pintu mobil, saat tangan seseorang mencekalnya.
" Kita perlu bicara, Len."
Lena menoleh. Dan melihat Reyhan di sisinya.
" Reyhan???"
" Ikut aku, tinggalkan mobil kamu disini."
Reyhan membawa Lena ke mobilnya. Namun Lena menolak. Dan melepaskan tangan Reyhan dari lengannya.
" Rey,lepas. Sakit. "
Reyhan melepaskan cekalan tangannya dari lengan Lena. Lalu Lena menatap Reyhan.
" Mau bicara apa?"
Reyhan melihat lengan Lena yang memerah akibat cekalannya yang terlalu kuat. Reyhan menatap mata Lena, dan mendekat.
" Kenapa kamu menghindar dan berusaha menjauh dari aku??"
.
.
. Assalamualaikum, maaf ya readers...malam tadi gak bisa up, dan aku ganti siang ini ya...ππΌπ"
__ADS_1