Cinta Bunda Pengganti

Cinta Bunda Pengganti
Cinta Bunda Pengganti 72


__ADS_3

" Aku....aku..."


" Kenapa? Apa karna saat ini Dania tengah bermasalah dengan Pram, trus kamu berpikir aku akan mendekati Dania lagi?"


Lena mengalihkan pandangannya ke arah lain. Air matanya jatuh. Reyhan mengikis jarak diantara mereka, lalu menangkup wajah Lena dengan kedua tangannya. Menghapus air mata yang jatuh di pipi Lena dengan ibu jarinya.


" Dengar aku. Aku bukan orang yang pandai merangkai kata. Aku hanya bisa mengungkapkan dengan perbuatan. Apa kamu tidak melihat perbuatan ku selama ini? Apa semua perhatian dan sayang aku tunjukan tak berarti?"


Lena menunduk kan wajahnya. Bersamaan dengan Reyhan yang menyatukan kening dengan Lena.


" Jangan menjauh, please...aku gak bis tanpa kamu. Aku sayang sama kamu. Please Lena.."


Lena mengangkat wajahnya, pandangan matanya bertemu dengan mata Reyhan. Dengan lembut Reyhan mencium kening Lena. Di halaman parkir kantor sore itu. Membuat Riko yang menyaksikan adegan itu berteriak.


" Wwwooyyy... parkiran kantor gue jangan Lo jadiin ladang pacaran. Hush...hush...cari tempat lain sana."


Teriakan Riko tentu membuat Lena dan Reyhan saling pandang. Dan seketika sadar bahwa mereka masih di parkiran kantor. Wajah Lena merona, sedangkan Reyhan dengan cuek menggandeng tangan Lena menuju mobilnya.


" Gue pacaran dulu. Lo jaga diri baik-baik ya.."


Pamit Reyhan pada Riko. Membuat Riko mengumpat. Setelah kepergian Reyhan dan Lena, Riko pun melangkah ke mobilnya dan menuju rumah sakit untuk menjenguk Chelsea.


Reyhan menggenggam tangan Lena selama di dalam mobil. Membuat Lena bersemu merah.


" Rey, lepas, kamu fokus nyetir aja. Lagian kita mau kemana sih?"


Reyhan tersenyum lembut, lalu melepaskan genggaman tangan Lena.


" Kita mau ketemu mama. Aku mau ngenalin kamu sebagai calon istri aku."


Mata Lena membulat, rasa gugup segera menyergapnya.


" Ta..tapi ini terlalu cepat, Rey."


" Mau cepat atau lambat tetap aja, kamu akan segera aku kenalkan dengan keluarga ku. Saat ini aku hanya ingin menjalani hubungan ini secara serius. Setelah ketemu mama, kita akan ketemu dengan mama kamu. Setelah itu, kita-"

__ADS_1


" Rey .."


" Percaya sama aku. Semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Oke."


Reyhan dan Lena pun tiba di rumah milik orang tua Reyhan. Kebetulan mama dan papa nya sedang duduk di teras sore itu. Melihat Reyhan yang datang membawa seorang gadis, mama Reyhan mengerutkan keningnya.


" Assalamualaikum. Ma, Pa, kenalin ini Lena."


Wajah Rahmi, ibunya Reyhan langsung berubah tersenyum. Lena pun mencium kedua tangan orang tua Reyhan.


Rahmi pun memperhatikan wajah Lena.


" Cantik. Ayo masuk. Kamu baru pulang kerja ya?"


" I..iya, Tante."


Rahmi membawa Lena duduk di ruang tamu, tak lama Reyhan dan papa nya pun datang dan ikut duduk bersama. Kedua orang tua Reyhan tampak ramah menerima kehadiran Lena. Hingga tanpa sadar, waktu makan malam pun datang.


" Ayo, kita makan malam dulu."


Rahmi meminta mereka semua untuk makan malam. Setelah makan malam, Lena pun membantu membersihkan meja.


Kini mereka kembali duduk di ruang keluarga. Rahmi dan Robert banyak bertanya mengenai keluarga Lena. Dan tanpa di sangka Rahmi begitu antusias mendengar cerita keluarga Lena yang hanya dari keluarga sederhana.


" Ya, begitu lah Tante. Saya anak tertua dan memiliki dua orang adik. Ibu saya hanya seorang ibu rumah tangga dan Ayah saya hanya seorang karyawan swasta."


Setelah cukup lama berada di rumah Reyhan. Kini Lena dan Reyhan menuju apartemen milik Lena. Selama ini Lena memang tinggal di apartemen, sedangkan kedua orang tua sert adiknya tinggal di luar kota.


Setibanya di parkiran apartemen, Reyhan langsung memarkirkan mobilnya dan menemani Lena menuju unit miliknya.


" Jadi, kapan aku akan kamu kenalkan dengan kedua orang tua mu?"


" Hah???"


" Kok Hah??? Aku gak mau lama-lama Lena. Aku serius. Minggu depan kamu ambil cuti, kita ke rumah orang tuamu, aku akan bawa Riko untuk menemani aku. Dan kamu bisa bawa Tari atau siapa lah temen kamu itu. Yang penting jangan Dania. Kasihan, dia sedang hamil."

__ADS_1


" Oke, aku minta tolong Tari aja. Hm..kamu gak mau masuk dulu?"


Reyhan menggeleng. Lalu membelai rambut Lena.


" Sampai sini aja. Aku pulang dulu, jangan lupa mimpikan aku."


Lena tersenyum, sungguh demi apapun saat ini adalah saat yang paling membahagiakan untuknya. Rasanya begitu banyak kupu-kupu berterbangan di atas kepalanya. Dan rasanya taman bunga sedang pindah di hatinya saat ini.


Reyhan mendekat, lalu mencium kening Lena.


" Aku pulang. Love you..."


" Love you too.."


Setelah kepulangan Reyhan, Lena meraba hatinya. Dan wajahnya merona mengingat ucapan cinta yang baru saja Reyhan ucapkan. Benarkah ini semua. Lena menatap wajahnya di depan cermin. Wajah yang bersemu merah. Lena masih senyum-senyum sendiri ketika sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya. "Reyhan calling."


" Hallo..."


" Assalamualaikum calon istri Dokter Reyhan. Masih senyum-senyum sendiri di depan cermin gak?"


Mata Lena terbelalak, bagaimana mungkin saat ini Reyhan tau bahwa dirinya tengah senyum-senyum sendiri di depan cermin. Lena pun dengan gugup menyangkal perkataan Reyhan yang di sambut dengan gelak tawa Reyhan.


" Sudah...sudah. Sekarang kamu istirahat. Besok kamu harus kerja kan? Besok pagi aku jemput ya, love you..."


" Love you too..."


Lena pun masuk kamar mandi dengan perasaan bahagia. Cinta nya pada Reyhan ternyata tak bertepuk sebelah tangan.


Sementara itu, di desa Dania sedang memandangi foto Cilla. Rasa rindu pada anak sambungnya itu sungguh menyiksanya. Dania hanya bisa memandang dan sesekali mendengar suara bocah itu saat sedang bertukar kabar dengan mertuanya.


"Bunda kangen banget, Sayang. Bunda berharap, kamu baik-baik saja. Selamat malam cantiknya Bunda."


Dania hanya bisa bermonolog sendiri sambil memandang foto Cilla. Ternyata hal serupa pun di lakukan Pram di kamarnya. Pram memandang foto Dania di ponselnya. Dan mengucapkan selamat malam.


" Selamat malam, Sayang. Semoga kamu dan anak kita sehat selalu. Mas masih berusaha mencari keberadaan kalian. Setelah mas menemukan kamu dimana, mas akan langsung membawa kamu pulang."

__ADS_1


Pram menatap lama foto Dania. Sebagai pengobat rindunya saat ini hanya memandang foto Dania. Dan juga foto USG yang tertinggal. Pram merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sesekali mencium bantal milik Dania. Tak jarang, di tengah malam, Pram terbangun dan tak bisa tertidur hingga pagi menjelang.


Pram memikirkan Dania yang saat ini tengah hamil, bagaimana jika Dania menginginkan sesuatu di tengah malam begini. Bagaimana jika Dania ngidam sesuatu yang sulit di dapat? Siapa yang akan menuruti ngidamnya? Pram benar-benar merasa bersalah, karena kebodohannya membuat semua berantakan.


__ADS_2