
"Bagaimana? Kamu bisa lihat bedanya kan? Video ini sepertinya yang asli dan di video yang pernah aku lihat dulu bersama laki-laki buaya itu video yang ini dan ini terlihat jelas ibu kamu langsung jatuh di tempat itu sedangkan di yang satu lagi ibu kamu sempat masuk ke ruangan kerja Omar, dan disini mungkin Zara bisa jadi saksi kalau memang dia ingat atas apa yang terjadi di dalam sana, karena Zara terlihat masuk bersama, tetapi saat keluar ibu kamu keluar lebih dulu, dan itu tandanya Zara keluar belakangan, dan entah apa yang terjadi di dalam sana," ucap Lyra menjelaskan dari video yang dia dapatkan dari security di sana, dan ternyata Lyra membayar sebuah video itu bukan seratus juta dari yang ia janjikan, tetapi lebih mahal lagi.
Dua ratus juta Lyra rela merogoh harga yang tidak sedikit, bahkan Zifa sampai tercengang ketika Lyra menyebutkan harga yang ia harus bayar untuk sebuah video itu. Namun, memang sesuai yang di dapatkan, sebenarnya mungkin bukti yang itu akan sangat berguna tetapi pasti nenek sihir itu akan terus mengelak, karena kejadian di dalam ruangan itu tidak ada saksinya.
Dalam dada Zifa sudah sangat panas seolah di dalam sana ada lahar gunung api yang menerjangnya. Bagaimana tidak sudah sangat jelas kalau ibunya terbunuh, tetapi dari keluarga itu untuk melakukan belasungkawa tidak ada, bahkan dari yang Kemal lakukan, keluarga itu dengan sengaja merencanakan agar Zifa dan Zara pergi dari tempat itu dan tentunya seiring berjalanya waktu kasus itu akan terkikis. Itu dari yang Zifa tangkap dengan kedatangan Kemal di tengah-tengah keluarganya tempo dulu.
Dan itu tandanya Lyra dan Zifa harus bersabar dulu hingga setidaknya Zara sampai mengingat apa yang sekiranya terjadi di dalam sana, tapi kembali lagi kalau pun Zara ingat dengan kejadian di dalam ruangan itu yang di duga oleh Zifa dan Lyra di dalam ruangan itulah ibunya di eksekusi dan setelah itu ia berjalan dan pingsan karena racun yang di sudah di masukan ketubuhnya sudah mulai bekerja, sangat bersih memang apabila ini adalah sebuah pembunuhan berencana. Dan dari potongan vidio yang di potong-potong sudah ada upaya menghilangkan bukti.
Untung Lyra bisa mencari merayu sang security untuk membocorkan semua video CCTV rumah itu.
Zifa sebenarnya sudah sangat yakin bahwa ibunya memang di bunuh oleh mantan mertua Lyra dan dari video itu sebenarnya dia sudah bisa yakin kalau dugaanya selama ini benar, tetapi kembali lagi ketika ia sudah melaporkan satu kasus apalagi pemer-kosaan dan pembu-nuhan akan sangat butuh bukti yang sangat meyakinkan. Saksi-saksi juga akan di mintai keterangan dengan sangat detail. Terlebih ini sudah berlangsung cukup lama dua tahun lebih bahkan sudah akan memasuki tiga tahun kasus semuanya terjadi. Mungkin bukti juga semakin tersingkirkan, tetapi mungkin juga justru pelaku yang mulai lengah bisa di manfaatkan Zifa untuk mengorek bukti dari saksi dan junga tentu kunci saksinya adalah Zara.
Bahkan saking sudah berlalu cukup lama, Raja dan Ratu saja saat ini bukan lagi sudah bisa berjalan tetapi sudah bisa berlari. Lyra bahkan demi bisa sering bermain bersama dua anak Zara ia rela membeli rumah yang dekat dengan ruko Zifa, dan Raja dan Ratu lah yang menempati rumah itu, tentu bersama Sisri dan juga Zara dan Zifa,
__ADS_1
Yah, sudah sudah satu minggu mereka menempati rumah itu yang jaraknya hanya beberapa rumah dari ruko mereka. Itu semua di lakukan Lyra karena melihat Raja dan Ratu yang sangat aktif, sedang ruko mereka sudah makin sempit dengan alat-alat kue bahan-bahan kue dan juga banyaknya penunggu di ruko itu, Tidak hanya itu anak kecil itu yang sedang aktif-aktifnya selalu dengan sengaja berlari menuju tangga, dan hal itu cukup berbahaya, sehingga Lyra membeli rumah yang tidak terlalu besar, tetapi cukup nyaman serta cukup buat mereka berkumpul, dan yang nomor satu setia Lyra datang untuk menemui anak-anak Zara tidak bising dengan alat kue, dan tidur pun terganggu.
"Fa, apa Ghava lusa akan jadi datang kesini?" tanya Lyra, dan itu tandanya kalau memang Ghava akan kesini Lyra harus buru-buru pulang ke Jakarta.
"Jadi Mba bahkan dia sudah hampir setiap malam bilang terus mengatakan kalau dia akan pulang ke sini tidak hanya itu jadwal penerbangan pun dia katakan pada aku. Buat apa juga nggak penting banget," dengus Zifa sangat bosen mendengar celotehan Ghava setiap malam membahas rencana kepulangnya terus.
"Hahaha... aku itu lucu loh kalau dengar kamu lagi ngobrol bareng sama Ghava berantem terus, pantas saja dia itu senang sekali meledek kamu memang kamu itu lucu dan ngeselin," ujar Lyra, iri sih ketika Zifa sangat di sayangi oleh Ghava sedangkan di malah setiap saat harus di sakiti sama kakaknya Ghava.
"Zifa yang cuek dan terlihat acuh malah di kejar-kejar sampai sebegitunya, sedangkan aku yang baik dan selalu menomor satukan pasangan malah di sia-siakan. Bagiamana rasa di cintai oleh cowok sampai sebegitu pedulinya dengan segala sesuatnya seperti Ghava cinta pada Zifa," batin Lyra sembari memperhatikan Zifa yang sebenarnya apabila di perhatikan sekali pun tidak terlalu menarik dengan penampilan yang acuh dan juga gaya yang acuh, tetapi Zifa berhasil memikat Ghava bisa sampai sebegitu mencintainya.
'Lucu apanya sih Mba, yang ada ngeselin dan bikin emosi terus, apalagi kadang Ghava itu bahasnya itu lagi itu lagi nggak konsutif, dan nggak punya ide ngobrol yang seru. Jujur kalau aku lebih senang dan suka ngobrol sama Kemal nyambung ajah gitu, tapi aku masih kesal dengan dia sempat bohongin identitas dia, padahal dia sangat tahu betul kalau aku membenci keluarganya. Udah gitu laki-laki itu kabur untuk menghilang dan membiarkan kamu tinggal di Bandung tempat yang asing dengan aku.
"Pengin banget kalau aku bisa di pertemukan lagi sama Kemal aku ingin tanya sama dia kenapa dia bisa ngelakuin ini semua sama aku dan Kakak Zara," lirih Zifa ,yah tentu biar dia tidak terus terusan berprasangka jelek sana Kemal. Gimanapun dia bisa kuliah bisa punya ruko dan bisa bayar dokter Alwi setiap bulan sama tinggal di yayasan hampir satu tahun sampai biaya nyewa rumah semuanya adalah uang dari Kemal.
__ADS_1
"Semoga kelaksana yah, tapi kalau kamu sudah siap bertemu dengan Kemal berati puncak kasus ini udah mulai mencuat, dan mental kamu harus benar-benar kuat soalnya buat ada di posisi itu bisa-bisa kamu butuh mental dua kali lipat," ucap Lyra.
Zifa menghirup nafas panjang dan membuangnya rasanya berat banget bayanginya. Ia bayangin kalau Wina tahu hubunganya dengan Ghava ajah sudah bikin kepalanya nyut-nyutan padahal itu baru bayanganya saja, belum sepenuhnya kenyataan.
Zifa sudah ngumpulin dan hafalan jawaban dari yang mungkin saja Wina ucapkan kalau tahu bahwa Ghava tunanganya berselingkuh dengan Zifa. Ah, mungkin bukan selingkuh tetapi memang Ghava saja yang tidak menganggap bahwa Wina adalah tunanganya.
Zifa melihatnya kasihan sih tapi salah dia juga kenapa Ghava sudah menunjukan tidak suka tapi malah tetap mau menunggu kayak tidak ada laki-laki lain saja. Itu yang Zifa tahu dari Ghava yang tidak mau kalau di jodohkan dengan Wina. Sang dokter kecantikan, yang kaya raya.
#Cinta yang diukur karena materi pasti tidak akan berakhir bahagia.
...****************...
Teman-teman sembari nunggu kelanjutan kisah Ifa dan Zara, mampir yuk ke karya besti othor, di jamin bakal baper sama kayak othor...
__ADS_1
Jangan lupa ramaikan yahhhh....