Cinta Diambang Derita

Cinta Diambang Derita
CDD #Episode 138


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu dari kejadian pemukulan yang dilakukan Kemal, kini kondisi Ghava sudah sembuh. Sesuai yang di janjikan pada Zifa bahwa ketika ia sudah sembuh maka ia akan pindah ke Jakarta akan menemani istri tercintanya mencari keadilan. Bersembunyi terus bukalah cara yang baik.


Sesuai yang di inginkan Zifa juga sebelum berangkat ke Jakarta maka pasangan suami istri itu akan menemui Zara dan dua buah hatinya.  serta tentu utamanya Alwi yang akan Zifa repot kan . Zifa akan menitipkan kakaknya dan dua ponakannya pada dokter Alwi, sampai waktu yang Zifa sendiri belum bisa tahu sampai kapan.


 Sementara Kemal sejak kejadian malam penuh dosa dengan Wina sudah kembali lagi ke ibukota, dan Wina pun sama, mereka saling diam tidak ada komunikasi diantara Wina dan Kemal.


Wina masih sangat yakin kalau malam kejadian dirinya menikmati indahnya bercinta dengan Kemal adalah rencana Kemal. Yah, Wina masih terus menuduh Kemal dengan sengaja menambahkan obat perangsang ke dalam minumannya sehingga mereka bisa melakukan hubungan suami istri tanpa Wina sadari. Itu semua karena Kemal yang sudah merencanakannya.


Kemal sudah beberapa kali menghubungi Wina untuk menjelaskan apa yang terjadi malam itu tetapi Wina maupun keluarganya tidak mau lagi berhubungan dengan Kemal dan bahkan Wina sendiri sejak kejadian itu menghilang dan ponselnya pun menjadi tidak aktif.


Kemal hanya ingin bertemu dengan Wina dan meminta maaf, tetapi tidak pernah terlaksana.


*****


"Kamu sudah siap Fa?" tanya Ghava ketika melihat Zifa saat ini semakin cantik dan semakin perhatian tentunya, sejak kejadian satu Minggu lalu yang mengakibatkan Ghava sampai meriang karena ulah adik kandungnya sendiri. Kini Zifa semakin  perhatian dengan Ghava. Meskipun hubungan mereka masih belum sampai tahap suami istri pada umumnya, tetapi Ghava sudah sangat bahagia dengan perubahan Zifa yang semakin hangat.


Ghava yakin suatu saat nanti Zifa bakal tahu bahwa dirinya sangat mencintanya dan pernikahan mereka akan sama dengan pernikahan yang lainya.


"Ayok Mas, Ifa udah kangen banget sama Raja dan Ratu apalagi mereka makin bawel banget sekarang," cicit Zifa yang hampir setiap saat berkomunikasi dengan keponakannya itu dan anak kembar itu sangat berisik sekali.

__ADS_1


"Iya kalau lihat mereka itu sama seperti aku dan abang serta adik aku selalu saja bawel banget," balas Ghava yang secara tidak langsung Ghava mengatakan bahwa adak kembar itu mencontoh bawelnya dari abangnya, Abas. Sudah jelas sebenarnya sih. Di mana Zara adalah  orang yang pendiam bahkan sejak dia menjalani terapi dengan Alwi dan bunda Anna. Zara itu pengamat yang handal. Jarang sekali terlibat obrolan, tetapi dalam otaknya dia merekam apapun yang terjadi di sekitarnya.


Seperti dengan anak-anaknya Zara hanya sering mengawasi mereka dan yang lebih banyak berbicara adalah Sisri sang baby sister yang sejak merek lahir sudah membantu Zara untuk merawat Raja dan Ratu. Zara  lebih banyak berdiam dan mengawasi mereka, tetapi setiap kebutuhan yang di butuhkan oleh anak-anaknya Zara akan penuhi semuanya. Dunianya lebih senang di sibukkan dengan memasak dan beking.


"Yah sepertinya mereka memang menuruni sifat ramai dari kalian. Mengingat Kak Zara adalah orang yang pendiam," balas Zifa dengan senyum getir. Sebenarnya andai boleh diminta tentu Zifa tidak ingin kalau darah ponakannya menuruni sifat Abas. Ah, tapi nasi sudah menjadi bubur tidak ada lagi waktu untu menyesali yang terpenting saat ini mereka tubuh menjadi anak-anak yang pinta dan pengertian dengan ibunya. Anak-anak yang nantinya akan menjadi pelindung untuk Zara.


Ghava dan Zifa pun melanjutkan kendaraanya membelah jalanan kota kembang yang tidak kalah macetnya dengan ibu kota. Setelah menempuh perjalanan yang hampir satu jam karena memang mereka tinggal di tempat yang cukup berjauhan.


Zifa yang sebelum sampai sudah memberikan kabar pada  kakaknya Zara, sehingga mobilnya ketika memasuki rumah mewah pun sudah di sambut oleh dua keponakannya yang makin cantik, ganteng, dan pintar.


"Horeh... Tante Ifa datang," pekik dua anak kembar itu yang tinggi dan badanya makin besar. Zifa sampai pangling ketika beberapa minggu tidak bertemu dengan ponakannya tetapi begitu ketemu lagi badanya makin besar.


"Tante...." Dua bocah itu berebut menghambur pada pelukan Zifa ketika tantenya baru turun dari mobil dan merentangkan tangannya.


"Sayang Tante kangen banget sama kalian. Terutama sama kenakalan kalian, apa kalian makin nakal sampai saat ini?" tanya Zifa dengan merangkul dua ponakannya. Sedangkan Zara dan Alwi sedang berdiri di depan pintu melihat anaknya yang sedang melepas kangen dengan tantenya yang biasanya selalu menjahilinya.


"Hist, Tante kita udah tidak nakal lagi, iya kan Latu," ujar Raja dengan mendorong tubuh adik kembarnya.


"Apaan bohong Tante, Laja makin nakal, suka bikin Mba Sisli kesal, dan Papah Alwi kesal juga. Laja makin nakal Tante," adu Ratu yang justru semakin membuat Raja marah.

__ADS_1


Plukkk... Raja menimpuk pundak kembaranya. "Diam kamu, kamu juga sama, suka bikin Mba Sisli marah-marah karena susah buat mandi dan maunya nonton televisi terus," adau Raja pada tante Zifa nya. dan hal itu membuat Zifa semaki terkekeh.


"Oh Tuhan kalian ini baru Tante tinggal beberapa minggu tetapi kalian sudah makin pintar buat mengadu  yah, kalau gitu kalian harus jadi anak yang baik, jangan bikin Mba Sisri marah, Papah Alwi marah dan juga Bunda yang marah yah," ujar Zifa sembari memeluk tubuh keponakannya itu.


"Bunda baik tidak pernah malah," puji Raja sembari mengacungkan dua jari jempolnya pada ibu kandungnya.


"Iya Bunda mah baik suka bantu kuncilin lambut Latu, dan nggak suka malah-malah. Yang suka malah-malah Mba Sisli dan Papah, kalau Laja malah suka di malahin sam Papah, dan Mba Sisli." Ratu pun tidak mau kalah memberikan dua jari jempolnya untuk bundanya.


Ocehan mereka yang belum begitu fasih berbicara huruf R membuat yang mendengar semakin gemas.


Sedangkan Alwi yang diadukan galak justru hanya tertawa saja. Yah diusia yang masih tergolong kecil tiga tahun juga masih kurang, membuat mereka belum begitu paham kalau yang dilakukan oleh Alwi dan Sisri adalah demi kebaikan mereka untuk kedisiplinan mereka juga.


"Tidak Mba Sisri dan Papah Alwi tidak galak, mereka sayang sam Raja dan Ratu kok," ucap Zifa sembari membopong Ratu.


"Tante Laja juga mau di gendong," ujar Raja dengan merentangkan tangannya dan bola mata yang mulai berkaca-kaca.


"Raja sama Om Ghava aja yah," ujar Ghava sebari menunjukan tangannya yang menjinjing paper bag yang berisi oleh-oleh untuk mereka berdua, dari mainan, pakaian dan makanan kesukaan anak kembar itu.


Wajah Raja langsung berbinar bahagia dan merentangkan tangannya meminta digendong.

__ADS_1


"Latu aku juga di gendong sama Om Ava," pekik Raja dengan girang, dan yang membuat ia lebih girang lagi sebentar lagi ia akan mendapatkan jatah mainan baru dari omnya.


Namun justru Ratu tidak menanggapi saudara kembar nya. Udah biasa mereka berdua akan saly ejek dan berantem, tetapi pasti akan baikkan lagi.


__ADS_2